
Asap dupa memenuhi ruangan, terdengar doa doa seperti mantera keluar dari mulut bi Surti. Sosok gadis cantik terlihat terbaring diatas dipan yang bertilamkan satin putih. Wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang kaku menunjukan bahwa dia sudah mati. Tapi jasadnya terlihat masih utuh dan tak terurai oleh jasad renik. Tiba tiba tubuh nenek tua itu bangkit berdiri dan berteriak histeris.
Huaaaahhhhhh
"Dengar anakku...demi demit demit yang ada dirumah ini, aku berjanji akan menghidupkanmu kembali. Akan kucarikan untukmu darah perawan, darah yang akan membuatmu hidup kembali....hihihi....hihihih..hihihi."
Tubuh Ratih bergetar, ia begitu takut mendengar suara tertawa bi Surti.
"Bim...aku takut!," ujar Ratih dengan suara bergetar.
Bimo menggenggam erat jemari Ratih dan mengajaknya bergeser menjauh. Jemarinya memberi isyarat kepada Arya agar pindah dari tempat itu karena ia melihat dua orang berkupluk dan memakai masker datang mendekat. Terlihat kedua orang itu memberi salam pada bi Surti.
"Siapa mereka?," mulut Bimo bergumam. Ratih dan Arya saling berpandangan dan menggeleng.
"Wajah mereka tertutup masker. Kita gak bisa tau siapa mereka," bisik Arya.
__ADS_1
Ratih mengangguk. Tubuhnya semakin dingin, karena rasa takut yang teramat sangat.
Tiba-tiba bi Surti memukulkan tongkatnya ke meja altar, sambil berteriak lantang. Wajahnya keriputnya terlihat semakin menakutkan saat ia berteriak menanyakan sesuatu kepada dua orang bermasker tersebut.
"Haii !!,...sudah kalian temukan gadis itu?."
"Be..be..belum nyi," ujar keduanya bersamaan.
"Huaahhhhh.....kurang ajar !!," bi Surti berteriak berang.
"Jangan nyi....jangannn, kami janji akan segera menemukannya."
"Kalau begitu..mengapa kalian masih disini ?, Pergiiiii..!!!!!, enyah kalian dari hadapanku, sebelum kesabaranku habis."
Kedua orang itu dengan tergopoh gopoh berlari meninggalkan bi Surti. Tak berapa lama, muncul kakek tua jahanam, dia berjalan kearah bi Surti, dipeluknya tubuh tua itu yang masih terlihat sintal. Sesaat dua tubuh tua renta itu melupakan ketuaannya, mereka berpelukan dan bercumbu. Kakek tua jahanam dengan rakus ******* bibir bi Surti dan menuntaskan nafsunya. Ratih mual melihat ulah dua orang tua itu. Dipalingkan wajahnya dari pemandangan yang sangat menjijikan. Bimo dan Arya terkesiap sejenak melihat aksi yang tak biasa, sebelum akhirnya merekapun memalingkan wajah dan bergeser menjauh.
__ADS_1
huueekk.....huueekkk
Ratih memuntahkan isi perutnya, ketika mereka sudah berada agak jauh dari tempat terkutuk itu. Bi Surti dan kakek tua jahanam menoleh kearah datangnya suara. Aktivitasnya sejenak terhenti.
"Suara apa itu?," bisik bi Surti.
"Entahlah...biar kulihat," kakek tua jahanam melangkah kearah sumber suara.
Kakek tua jahanam tak melihat sesuatu yang mencurigakan. Ia kembali mendatangi Surti yang masih terbaring tanpa selembar benangpun, dan tubuh rentanya terus merangsek menuntaskan hasrat yang tertunda.
Sesaat kemudian ruangan itu hanya dipenuhi lenguhan lenguhan kecil dari keduanya.
*******
Tubuh Ratih bergetar dan berkeringat. Suhu udara 10 derajat tidak membuatnya menggigil kedinginan, justru ia merasa sangat panas dan pengap. Bimo menggamit lengan Ratih.
__ADS_1
Bertiga mereka bersembunyi disebuah ruang yang gelap dan kotor. Ratih,Bimo dan Arya menebarkan pandangan kesetiap sudut, sarang laba-laba dan debu tebal terlihat memenuhi ruangan, membuat udara terasa panas dan pengap.