PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 34


__ADS_3

Hening pagi terkoyak oleh jeritan memilukan dari ruangan atas Villa.


"Bukaaaaa.....!!!!, aku haus, tubuhku seperti terbakar, aku mau daraaaahhhh. Tolong akuuuu."


Ustadz Burhan dan santrinya saling berpandangan.


"Itu Bella tadz, dia putri Surti, dia sudah meninggal, tapi dibangkitkan lagi, dengan kekuatan hitam, entah mahluk apa yang bersemayam ditubuhnya."


"Ustadz, apa kita akan segera melakukan serangan pagi ini ?."


"Ia, kita harus bergerak cepat, mumpung Surti dalam kondisi yang lemah."


"Arif, gimana dengan kamu, sudah baikan ?."


"Alhamdulillah Ustadz. Kalau tidak ada Ustadz mungkin saya sudah mati."


"Alhamdulillah, bukan karena saya Ustadz Arif, tapi karena pertolongan Allah, saya hanya perantara."


Ustadz Arif tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepala.


"Tau apa yang saya suka dari Ustadz Burhan teman-teman ?, beliau itu orangnya sangat rendah hati dan baik. Saya mengenal beliau sejak kecil, hampir tidak pernah, beliau menyakiti hati saya."


"Jangan berlebihan Ustadz Arif," ujar ustadz Burhan merendah.


Kemudian terdengar mereka tertawa bersama, sejenak terlupakan urusan mereka dengan Surti.

__ADS_1


-------------------


Dilantai dua Villa, diruang yang tersembunyi, Surti mengawasi gerak gerik Ustadz Burhan dan teman-temannya. Dahinya berkerut menahan marah.


"Kurang ajarrr, masih bisa tertawa mereka. Tertawalah....tertawalah kalian selagi bisa, karena sebentar lagi ajal kalian akan sampai.....hehehehe....hehehehe."


Kemudian ia melangkah kearah jasad Dirga, kakek tua jahanam yang jasadnya masih utuh di meja altar.


"Sayangku..!!, kau dengar apa yang mereka katakan ?, dan kau diam saja ?. Kau tidak marah, mereka hendak membunuhku, seperti dirimu. Tapi aku bukan kamu, kamu lemah dan jelek...hahahahaha....hahahaha. Aku akan buat mereka menyesal telah lahir dari perut ibu mereka....herghhh.


Kemudian Surti melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya, iapun melakukan ritual, tubuh sintalnya meliuk liuk dengan erotis sejenak kemudian terlihat ia mengerang penuh gairah, sebelum akhirnya tubuhnya diam dalam semedi.


Sejurus kemudian, ia sudah kembali berbusana lengkap, dengan langkah cepat, diambilnya keris gagak hitam dan disangkurkan ke sarung yang ada dipinggangnya.


Kemudian ia berjalan menuruni anak tangga. Surti pagi ini tidak seperti yang semalam, tubuhnya terlihat sangat segar dan energik, wajahnyapun terlihat lebih muda. Entah kekuatan apa yang sudah ia serap, hingga bisa merubahnya dalam tempo sekejap.


"Selamat pagi tampan, apa aku mengejutkanmu ?."


Ustadz Burhan terkesima dengan kecantikan Surti, tapi Ustadz Arif dengan sigap menepuk bahunya.


"Waspada Ustadz !!!, serangan dimulai."


Ustadz Burhan, tersadar dan langsung beristighfar, ternyata ilmu hitam Surti hampir saja membuatnya lupa.


Astagfirullah... astaghfirullah

__ADS_1


"Hai iblis betina bertobatlah, sebelum amarahku dapat melukaimu."


Surti tertawa menggoda.


"Hihihi...hihihi, apa kau sanggup membunuhku tampan ?, kau sanggup menyangkurkan kerismu di tubuh mokekku ?."


Mulut Ustadz Burhan bergerak membaca ayat-ayat suci, agar ilmu hitam Surti tidak lagi mempengaruhinya.


"Hai..nenek tua, bertobatlah !!, lihat tubuh peotmu sudah lapuk. Sebentar lagi kau akan dimakan belatung-belatung tanah," Noval berteriak lantang.


Tubuh Surti mengejang mendengar ejekan Noval, matanya merah, menyorotkan amarah yang siap menghancurkan Villa. Sejurus kemudian ditariknya gagak hitam dari sangkurnya, dan ia melesat cepat kearah Noval.


Ustadz Burhan, melihat situasi yang berbahaya buat Noval, langsung bergerak, melesat menyerang Surti.


traanggg...tranggg


Dua keris beradu dan keduanya terpental. Surti memandang marah kearah Ustadz Burhan, dan terus menyerang dengan jurus2 yang mematikan. Lengan Ustadz Burhan terkena sabetan gagak hitam beracun. Untunglah ia sudah mengantisipasinya dengan obat penawar.


"Ma*pus kau bedebah, akan kubuat kalian mati sekarang juga...ba**s*t."


Surti bergerak sangat cepat, mengayunkan gagak hitam kesana kemari hingga melukai dua orang santri.


"Arif !! beri mereka penawar racun, cepatt !!."


Ustadz Arif mengikuti instruksi Ustadz Burhan dan mencoba menyelamatkan santri-santri itu. Pertarungan terus berlanjut, Surti seolah ingin menghabisi semua yang ada disitu, dan tak ingin ada yg tersisa

__ADS_1


__ADS_2