PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 27


__ADS_3

Suasana semakin mencekam, suara burung hantu dan lolong anjing, terdengar begitu manakutkan. Bima merapatkan mantelnya. Ustadz Burhan menghampiri Bima dan menepuk pundaknya.


"Nak Bima, tetap waspada ya."


"InsyaAllah Ustadz."


"Kita akan mengalami malam yang sangat berat, jangan putus berdzikir."


"Baik Ustadz."


Ustadz Burhan memberikan petunjuk sebelum melanjutkan perjalanan. Belum lagi Ustadz Burhan berbicara tiba tiba salah seorang santri berteriak.


"Awas Ustadz..!!."


Sebuah bola api melesat cepat kearah Ustadz Burhan. Untunglah Ustadz Burhan cepat berkelit. Bola api itu melesat cepat menghantam tanah, dan menimbulkan ledakan yang teramat keras.


bumm


"Astagfirullah!!, apa itu ustadz?."


"Mereka mengucapkan selamat datang pada kita. Mereka ingin kita tau, kalau mereka ada." Ujar Ustadz Burhan.


"Kita harus waspada, mereka bisa menyerang kita kapan saja."


--------------

__ADS_1


bwahahahaha.....bwahahahaha


"Cuma segitu ternyata ilmunya. Dia mau melawan kau gagak hitamku...kita habisi mereka. Kita buat mereka tunduk pada kita. Bwahahaha...bwahahah."


Bi Surti berjalan menghampiri jasad kakek tua jahanam yang terbaring kaku di meja altar. Dibelainya dengan mesra tubuh renta tak bernyawa, lalu didekapnya.  Mulutnya yang sudah dipenuhi dengan kerut merut berbisik mesra ke telingan Dirga alias si kakek tua jahanam.


"Pangeranku, sebentar lagi kita, aku dan kau, akan menjadi penguasa kegelapan. Kita akan bersama lagi sayang. Kau dengar, kita akan bercumbu lagi, kita akan habiskan hari-hari bersama. Apa kau tidak kangen padaku sayang ?," bi Surti terus meracau.


Dug...dug...dug


Tiba tiba terdengat suara pintu dipukul dengan keras.


"Mamah !!! bukaaa pintuuu...!!!, aku haus...!!!, aku mau daraaahh.. hoarhhh...aku hausss, bukaaa!!."


diaaaammmm !!!


"Akan kukirim kau ke neraka, jika kau masih berteriak..!!."


"Hauss mah...hauss.  Aku mau darah!!."


"Kurang ajar, anak ini bikin susah aku," sungut bi Surti.


*******


Bella masih terus berteriak dan menangis,.membuat bi Surti marah dan meradang.

__ADS_1


Bi Surti berjalan menuju meja altar. Tubuh tuanya mulai menari, dan mulutnya kembali bersenandung. Asap dupa kembali mengepul memenuhi ruangan, kali ini lebih banyak hingga membuat bi Surti sedikit terbatuk. Ruangan itu seperti dipadati oleh berbagai mahluk astral, yang memenuhi undangan Surti. Mereka berpesta untuk menyambut kedatangan rombongan Ustadz Burhan.


hehehe....hehehe


"Ayo...semua kumpul, kita sambut hidangan lezat yang sebentar lagi kan datang. Kita buat mereka menyesal, tlah lahir kedunia ini....hihihi....hihihi."


"Dan kalian tau...tidak ada yang bisa, menandingi kekuatanku. Akulah penguasa kegelapan...bwahahaha...bwahaha, akulah Ratu negeri kegelapan."


Surti terus tertawa dan menari. Tubuhnya yang masih terlihat sintal, meski sudah tua, terus meliuk liuk.  Gerakannya  cepat, makin cepat dan bertambah cepat.  Mulutnya berdesis sambil merapalkan mantera, agar mahluk halus datang dan menolongnya, terus ia ucapkan.


*******


Bella masih terus menggedor pintu kamar, berharap mamanya akan membukakan pintu dan memberikan darah segar untuknya.


*******


Diluar sana Ustadz Burhan, Bima dan para santri berusaha memasuki areal Villa putih.


Perjalanan yang semestinya tidak membutuhkan waktu yang lama, kini harus dilalui dengan susah payah.


"Ustadz apa yang harus kita kerjakan." Teriak salah seorang santri.


" Ustadz Burhan tak menjawab, wajahnya khusuk dalam doa.  Jari jemarinya terus berdzikir.


*******

__ADS_1


Sementara itu didesa, Ratih yang tengah terbaring sakit ditemani ummi Asiah, memberikan semangat untuk Bima, ustadz Burhan dan warga desa lewat shalat dan doa.


__ADS_2