PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 33


__ADS_3

Pertarungan sengit terjadi antara Ustadz Burhan dan Surti. Mereka mempunyai kekuatan yang berimbang. Tiba-tiba Surti menghentikan gerakannya dan tertawa lepas.


"Hihihihihi.....selamat datang pangeran kegelapan, ayo habisi b*ng**t b*ng**t ini, buat mereka tak bisa bernafas lagi."


Kemudian Surti melompat keatas. Belum usai derai tawanya, tiba-tiba terdengar suara dengungan yg sangat keras, ribuan kelelawar datang menyerang Ustadz Burhan dan teman-temannya. Ustadz Burhan dan teman-temannya sibuk menyabetkan keris mereka dan menghujaminya ketubuh kelelawar-kelelawar itu. Satu persatu, kelelawar itu jatuh dan menghilang, hingga akhirnya, tinggal satu yang paling besar dan sangat ganas. Itu mungkin yang disebut Surti, sebagai Pangeran Kegelapan.


Kelelawar itu bergerak dengan cepat, hingga akhirnya ia bisa menancapkan taringnya di tubuh Ustadz Arif.


Aarrghhh


"Arif...!!!." Ustadz Burhan berteriak dengan keras.


Ustadz Arif terjatuh dan tak berkutik lagi. Noval menarik tubuh Ustadz Arif, ternyata tubuh itu telah dingin.


"Innalillahi wa innaillaihi roojiun."


Ustadz Burhan terhenyak kaget. Disaat ia lengah, hampir saja kelelawar raksasa itu mengenainya, untung saja ia bertindak cepat.

__ADS_1


"Allahu Akbar...!!!." 


Ustadz Burhan mengayunkan kerisnya, dan tepat mendarat ditubuh kelelawar raksasa, dan membelahnya menjadi dua. Seperti yang lainnya kelelawar inipun menghilang.


Surtiiiii...!!!!, takkan kubiarkan kau hidup lebih lama lagi. Sekarang juga, akan kubunuh kau, jahanam."


Melihat situasi yang kurang menguntungkan, Surti berkelebat dan menghilang. Ustadz Burhan mendekati tubuh Ustadz Arif yang terbujur kaku. Dipandanginya wajah sahabatnya itu erat-erat, perlahan digenggamnya jemari Ustadz Arif. Tiba tiba wajahnya berubah dan berteriak.


"Noval, cepat kau ambil ranselku!!."


Terlihat darah hitam pekat membasahi lantai. Beberapa kali Ustadz Burhan melakukan itu, hingga darah segar memancar dari tubuh Ustadz Arif. Kemudian luka itu ditaburi obat dan dibalut. Wajah Ustadz Arif perlahan tapi pasti mulai terlihat merona, dan tubuhnyapun sudah mulai hangat. Ustadz Burhan menarik nafas lega.


"Alhamdulillah, ya Allah, Engkau telah menyelamatkan sahabatku."


Noval, Bima dan santri-santri terbalak, kaget bercampur senang.


"Ustadz Arif hidup lagi. Ya Allah..Alhamdulillah. Apa yang terjadi Ustadz." Noval memberondong pertanyaan ke Ustadz Burhan

__ADS_1


"Tadi sewaktu, aku memegang tangannya, aku masih merasakan denyut nadinya, meski sangat lemah, rupanya racun kelelawar itu belum sepenuhnya menyebar. Dan dengan ijin Allah, Arif bisa aku tolong."


Noval memeluk tubuh Ustadz Burhan sambil menangis. Ustadz Burhan menepuk-nepuk bahu Noval, sambil membesarkan hatinya.


"Sebaiknya serangan kita teruskan besok, karena kondisi kita sudah lemah. Sebaiknya aku akan memagari tempat ini, agar mahluk2 astral tidak bisa menyentuh kita."


Kemudian Ustadz Burhan berkeliling sambil membaca doa.


Malam sudah hampir mendekati pagi, suara kokok ayam mulai terdengar, meski hanya sayup-sayup. Ustadz Burhan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sepertinya subuh sudah hampir tiba. Sebaiknya kita shalat sunnah fajar terlebih dahulu. Masih ingatkan apa keistimewaannya ?."


Santri-santri mengangguk dan berwudhu dengan air seadanya. Khusuk mereka shalat. Tak ada rasa takut dalam diri mereka. Saat inilah, saat terdekat mereka dengan Allah.


*******


Jangan lupa Votenya ya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2