
Ustadz...awaaaassss!!!!."
Ustadz Burhan mendorong tubuh Ustadz Arif dan....boooomm..Sebuah ledakan keras terdengar. Ustadz Arif menarik nafas lega, sambil beristighfar.
"Astagfirullah...terimakasih tadz, antum sudah menyelamatkan ana. Jika tidak, mungkin tubuh ana, sudah jadi arang."
"Allah yang telah menolong kita Ustadz. Tadi sewaktu kita sedang bicara, seperti ada yang memberitahu aku, bahwa akan ada serangan lagi, dan tanganku refleks mendorong tubuh Ustadz. Aku juga gak ngerti, kekuatan apa yang barusan menyerang kita."
Kemudian terlihat Ustadz Burhan mengumpulkan semua santrinya. Terlihat Bima dan Noval sudah sadar dari pingsannya.
"Teman teman, ternyata lawan kita kali ini, sangat kuat dan kejam. Jika diantara teman teman, ada yang ingin mundur, saya persilahkan. Bagaimana,ada yang ingin mundur atau tidak?."
Tidak ada jawaban, semua diam.
"Baiklah, saya tidak menyalahkan kalian, dan saya tidak marah. Kalian boleh pergi. Saya yang akan menghadapi Surti sendiri."
"Saya ikut Ustadz," tiba2 Ustadz Arif memecah kebisuan.
"Saya juga ikut tadz," Bima mengacungkan tangannya. Begitu juga dengan Noval dan beberapa santri senior.
"Alhamdulillah. Terimakasih atas kesediaan teman teman. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kemenangan. Aamiin. Bagi teman teman yang hendak pulang, saya minta tolong, bantu saya untuk menjaga kampung, terutama nak Ratih, karena kita tidak tau, kemana serangan Surti diarahkan."
__ADS_1
"Siap Ustadz !!," ujar para santri serentak.
Kemudian Ustadz Burhan membekali mereka dengan doa keselamatan, agar mereka terlindung dari serangan Surti. Santri santri itu pamit dan bergerak menuju perkampungan. Sedang Ustadz Burhan, Ustadz Arif, Bima, Noval dan beberapa santri bergerak mendekati Villa.
----------------
"kurang ajarrrrr", ternyata tinggi juga nyali mereka . Baiklah, sekarang aku gak usah repot repot lagi untuk mencabut nyawa mereka, mereka sudah datang sendiri mengantarkan nyawa...hihihihi....hihihihi."
"Ayo..masuklah cah bagus !!!, akan kuhirup kejantananmu, akan kuserap kekuatan tubuhmu, dan akan kunikmati setiap denyutan yang merasuki tulang tulangku...hmm. Dan pelan pelan tubuhku akan kembali muda dan abadi...hihihihi....hihihihihi." gumam surti sambil terkekeh2
-----------
Suara tertawa Surti, terdengar jelas. Ustadz burhan, meletakan jari telunjuknya diatas bibirnya, sebagai isyarat, agar semua waspada dan hati hati. Lalu, mereka mulai bergerak memasuki halama Villa. Ustadz Arif melirik arlojinya.
Ustadz Burhan mengangguk angguk, sambil terus berjalan. Tiba disebuah pintu, Ustadz Burhan mencoba membuka. Tiba tiba...sreeet....pintunya memancarkan cahaya dan melontarkan tubuh Ustadz Burhan.
Ustadz Arif tergopoh gopoh menghampiri Ustadz Burhan dan menolongnya bangkit. Wajah Ustadz Burhan terlihat pucat.
"Ustadz...gak apa apa?."
"Alhamdulillah, tidak apa apa , saya hanya kaget saja. Saya tidak menyangka, ternyata pintu itu juga dilapisi kekuatan ghaib."
__ADS_1
Ustadz Burhan berusaha berdiri dengan dibantu Ustadz Arif, kemudian terdengar ia memanggil Noval.
"Noval...coba kamu atasi pintu itu !!, buka dengan kekuatan yang kamu miliki."
"Baik ustadz."
Kemudian Noval melakukan gerakan, tangannya diarahkan kedaun pintu dan sejurus kemudian, ia menghentakan tangannya...hups...kragh... Sejurus kemudian, ia menarik nafas lega.
"Sudah Ustadz, sekarang kita bisa masuk ."
"Terimakasih, kamu memang santri yang bisa kuandalkan."
"Alhamdulillah, semua atas petunjuk ustadz."
Ustadz Burhan tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Noval.
"Terus berlatih dan asah kekuatan yang ada ditubuhmu, insyaAllah kekuatanmu bisa bermanfaat untuk orang banyak."
"InsyaAllah," ujar Noval sambil menundukan wajahnya.
Noval, adalah santri di pesantren Ustadz Burhan, dia sudah seperti anak kandung Ustadz, karena sejak 5 tahun, ustadzlah yg mengasuh dan membesarkannya, semenjak keluarga hilang entah kemana. Keluarga Noval, lima tahun yg lalu ijin hendak berlibur, sedangkan Noval tidak ikut karena sakit. Dan sejak itu, keberadaan mereka tidak terdengar lagi. Polisi juga sudah mencari, tapi semua tidak membuahkan hasil.
__ADS_1
jangan lupa votenya ya