PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 16


__ADS_3

Bi Surti dan kakek tua jahanam selesai dengan aktivitasnya. Bi Surti dengan genit mencium kakek tua jahanam.


"Kau masih sama seperti dulu Dirga...aku selalu bergairah saat bersamamu."


Kakek tua jahanam terkekeh sambil memakai kembali pakaiannya.


"Kamu juga sama Surti, tetap cantik dan menggairahkan."


Seusai melakukan aktivitasnya, bi Surti dan kakek tua jahanam berjalan kearah suara yang tadi mengganggu mereka....raut tuanya yang keriput berkerut membentuk gelombang seperti data seismik. Terlihat disana ada seekor kucing berdiri dekat seonggok muntah.


"Belang....ternyata itu kamu...hihihihi, kamu ngintip ya tadi ?..hihihihi....hihihihi."


"Surti, suara tadi seperti bukan suara si belang, tapi seperti suara orang."


"Ah...kupingmu yang sudah keropos ki....hihihi."


"Aku gak mungkin salah Surti."


"Kamu tuh selalu salah ki. Kemarin kau bilang aku jelek dan menghina aku, sekarang kau begitu bernafsu padaku....hihihi."

__ADS_1


"Itu mah lain Surti."


"Ah sudahlah, daripada mikirin si belang, mending kau cari sana gadis itu!!, besok purnama akan datang, kita harus meneteskan darah perawan agar Bella bisa hidup lagi, atau aku tidak akan sudi meladenimu lagi," ancam bi Surti.


Kakek tua jahanam dengan bersungut-sungut berjalan keluar sambil membawa kapak di tangan kanannya. Wajahnya yang menyeramkan terlihat menyeringai. Ada rasa kesal terlihat, karena Surti mengancamnya. Melihat itu bi Surti terkekeh kekeh.


"Hihihi....hihihihi..aki...aki, lucu kamu....hihihi."


------------


Ratih mengamati setiap sudut dikamar yang kotor dan berdebu, tiba tiba kakinya terantuk sesuatu. Ia berjongkok dan melihat apa yang sudah merintangi langkahnya. Alangkah terkejut ia, ketika mendapati rangka manusia. Ia menahan jeritnya dengan tangan, Bimo dan Arya berjalan mendekatinya. Sama seperti Ratih, merekapun terkejut melihat rangka manusia ada dikamar itu. Ratih memeluk Bimo erat erat.


"Tenang ai, ada aku disini, aku akan menjaga kamu. Aku gak akan membiarkan kamu terluka."


Arya memandang Bimo..


"Mayat siapa ini ya Bim?, sepertinya sudah lama. Gilaaa....dia diikat, dan dibiarkan sampai mati. Biadab bener orang-orang itu."


"Iya...mereka bukan manusia, tapi iblis," ujar Bimo.

__ADS_1


Suara mereka terhenti saat tedengar langkah kaki mendekat, dan tak lama pintu di buka dari luar. Bimo, Ratih dan Arya bergegas bersembunyi dibalik sofa. Bi Surti masuk dan mendekati rangka itu.


"Hihihi....hihihi...kau sudah sampai neraka belom Ringgo? kasian....panas ya?......hihihihi. Dengar Ringgo...malam purnama ini, aku akan menghidupkan Bella, ya saat purnama datang. Dia akan hidup lagi...hidup lagi Ringgo, kau dengar itu?? hihihihi...hihihihi. Dia sudah tidak butuh kamu Ringgo. Cuihh!!."


Bi Surti berkata sambil meludahi rangka yang ternyata bernama Ringgo. Kemudian dia berjalan keluar sambil terus tertawa.


hihihi....hihihi...hihihihi


Ratih berbisik ditelinga Bimo...


"Bim....orang itu ternyata bernama Ringgo, koq namanya mirip dengan nama ayahnya Herman ya. Apa mungkin itu ayah Herman yang dibunuh?."


"Aku gak tau ai. Mungkin saja itu memang ayah Herman."


"Apa Herman pernah cerita tentang ayahnya sama kamu ai."


"Enggak, dia bilang sih, ayahnya sedang ada di luar negeri."


"Oh..gitu. Kalau gitu mungkin itu bukan ayahnya Herman, namanya saja yang sama."

__ADS_1


Ratih mengangguk tanda setuju dengan ucapan Bimo. Aryapun ikut mengangguk


__ADS_2