
Ustadz Burhan mendengarkan dengan seksama setiap kata yang terucap dari mulut Bima. Sesekali terlihat ia menarik nafas dan beristighfar. Ummi Asiah ikut mendengarkan sambil memeluk tubuh mungil Ratih.
"Begitulah ustadz kejadian yang menimpa kami di Villa itu."
Ustadz Burhan berdehem sebentar, sebelum mulai berbicara.
"Saya sungguh terkejut mendengar cerita nak Bima. Saya selama ini hanya melihat dari kejauhan Villa itu dan memang saya mendengar tentang berbagai keanehan dari Villa itu. Jujur saya hanya menganggap itu semacam cerita dari mulut ke mulut, tapi begitu mendengar cerita dari nak Bima dan nak Ratih saya seperti dihujani batu batu besar, karena saya seperti membiarkan hal hal yang penuh dengan kesesatan terjadi, Astagfirullah...ampuni hamba ya Allah." Ustadz Burhan mengusap mukanya sambil berkali kali istighfar.
Ratih menangis menceritakan kekejian yang menimpa sepupu dan sahabatnya. Dan bahkan iapun hampir meregang nyawa, kalau saat itu Bima tidak datang tepat waktu.
"Aku takut sekali Ummi...mereka orang orang yang sangat kejam, untung Allah masih menyelamatkan nyawaku."
"Iya nak...Alhamdulillah. Semoga kita semua bisa menyingkap tabir yang ada di Villa itu."
---------------
Hari merangkak senja, riuh suara serangga malam seperti hendak bercerita, bahwa drama itu belumlah usai. Dirga takkan membiarkan mangsanya keluar dengan selamat. Asap dupa mengepul memenuhi ruangan, tujuh kembang setaman menghiasi meja altar. Mulut kakek tua jahanam terus berkomat kamit. Bi Surti melenggak lenggok menari sambil menyanyikan senandung kematian. Aura mistis begitu terasa. Angin malam bertiup keras menyingkap tirai dan membuka jendela.
Tiba tiba kakek tua jahanam terlihat membelalak sambil menghunuskan kerisnya ke udara.
"Hai raja kegelapan....pergilah!!. tancapkan panah panah kematian kepada orang yang sudah mengganggu rencanaku."
__ADS_1
Sesaat lampu ruangan mati dan suasana begitu mencekam. Tapi perlahan ruangan itu kembali menyala dan tenang seperti tak terjadi apa apa.
Bi Surti menghentikan tariannya dan mendekati kakek tua jahanam.
"Kita tinggal menunggu hasilnya sayang." Ujar bi Surti genit.
"Mereka akan merasakan akibat perbuatan mereka...hihihi.....hihihi...hihihi. Mereka harus kembali kesini dan memberikan darahnya untuk anakku Bella...hihihi...hihihi. Aku mencium wangi darah mereka...hihihihi....hihihi."
Bu Surti terus tertawa. Tawa yang membuat jantung berdetak keras dan memacu adrenalin.
--------------
Ratih terbangun dari tidurnya, seperti ada kekuatan yang mengajaknya pergi kembali ke Villa. Perlahan dibukanya handle pintu kamar, dan ia mulai melangkah keluar. Ustadz Burhan yang sedang berdzikir dengan istrinya melihat ada kejanggalan dari Ratih. Bergegas ia bangkit dan menarik tubuh Ratih.
Tubuh ustadz Burhan terpental dihempaskan oleh kekuatan ghaib yang membentengi tubuh Ratih. Ustadz Burhan berlari mengejar sambil terus berdoa. Bima yang mendengar keributan itu ikut berlari mengejar. Beberapa warga terbangun dan menyaksikan peristiwa itu. Netra Ratih membelalak, mulutnya menyeringai dan mengeluarkan kata kata makian kepada ustadz Burhan.
"Keluar kau dari tubuh gadis itu..!!, atau aku akan membakarmu."
"Hahaha...hahaha...kau cuma orang bodoh yang diperbudak agamamu. Aku tidak takut padamu."
Ustadz Burhan tidak menggubris kata kata itu. Ia terus merapalkan ayat ayat kursi dan memegang tubuh Ratih.
__ADS_1
Tiba tiba tubuh Ratih meregang dan berteriak dengan histeris, sebelum akhirnya lemas dan jatuh.
Dengan sigap Bima membopong tubuh Ratih dan membawanya masuk kedalam rumah. Terlihat ustadz membasuh peluh yang memenuhi wajahnya. Sejurus kemudian terjadi pembicaraan yang serius dengan beberapa warga. Mereka mulai merencanakan untuk mendatangi Villa Putih dan menangkap Surti serta kakek tua jahanam.
-----------
Brakkk....
Tubuh kakek tua jahanam terpental, mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Kurang ajarrr. Siapa yang berani mengganggu rencanaku...hrrr...hrr."
"Kenapa ki. Siapa yang mengganggu rencana kita?," ujar Surti berang.
"Akan kubinasakan mereka semua. Tak kan kubiarkan mereka mengganggu rencana kita."
Darah segar terus mengucur, kakek tua jahanam terhuyung2 menuju altar sambil memegangi dadanya. Tiba tiba tubuhnya ambruk dan jatuh.
"Ki....bangun!! Bangun...!!! Kamu tidak boleh mati. Bangun kakek tua jelek!!!..bangunnn."
Tubuh kakek tua tetap tak bergerak, meski Surti terus menggoyang goyang badannya.
__ADS_1
Akhhh....kubunuh kalian semua
Surti terus meracau dan memaki, tetapi tubuh kakek tua jahanam sudah tak bisa mendengar dan bergerak lagi