
Kematian kakek tua jahanam telah membakar amarah Surti. Dahinya yang sudah tidak licin lagi dikernyitkan, mulutnya menggeram, tiba tiba....
Setan alasss....kubunuh kalian
Surti berteriak keras sambil membanting tongkatnya.
"Akan kukejar kalian...hingga keneraka!!, kalian dengar??...tunggu pembalasanku."
Dengan marah Surti berjalan menuju meja altar. Surti menambah dupa dimeja yang sudah mulai menyusut dan tubuhnya yang renta mulai menari sambil merapalkan mantera.
"Haiii....setan setan kegelapan, bangkitlah!! bangkitlah !!!, kuperintahkan kalian untuk membawa mereka kepadaku hidup atau mati....bangkitlah....bangkitlah...bangkitlah."
Tubuhnya bergetar kencang...ia terus menari dan merapal mantra. Suasana di Villa itu terasa sesak. Ruangan besar itu seperti dipenuhi oleh makhluk ghaib yang memenuhi panggilan Surti.
Suasana tiba-tiba hening, hingga akhirnya terdengar tawa Surti membahana.
hahaha....hahaha...hahaha...
Surti berjalan kearah kakek tua jahanam, duduk disebelahnya sambil membelai dan menciumi wajah tua yang sudah tak bernyawa itu.
__ADS_1
"Tenang sayangku, aku akan menghidupkanmu dengan darah lelaki jahanam itu. Kita akan hidup abadi selamanya. Huahahaha...huahahaha. Kamu akan terus menjadi pengantinku sayang."
Surti terus meracau sambil jari jemarinya terus membelai wajah kakek tua jahanam.
Bella dan Herman turun dari lantai atas, alangkah terkejutnya mereka saat dilihatnya tubuh kakek tua jahanam terbujur kaku.
"Ada apa dengan aki Dirga mah?, kenapa dia seperti ini?." Tanya Bella dengan wajah kaget dan heran.
Herman jongkok disebelah kakek tua jahanam dan memegang tangannya.
"Kenapa dengan dia bi Surti?, kenapa wajahnya jadi jelek begini."
"Sekali lagi kau ucapkan kata itu...kubunuh kau."
Herman diam, bangkit dan menjauh. Ia tak ingin mengambil resiko dari kemarahan Surti. Ia berjalan menghampiri Bella. Dipeluknya tubuh gadis itu. Bella membalas pelukan Herman dengan merangkulkan kedua tangannya di pinggang Herman. Tanpa sungkan mereka berciuman didepan Surti. Surti yang menyaksikan adegan itu bertambah marah.
"Pergi kalian dari hadapanku!!." Cuiihhh, Surti meludah sambil membelalakan matanya.
"Pergi !!!, atau aku akan membuat kalian tidak dapat lagi menikmati indahnya dunia. Cepat !! enyah kalian dari hadapanku."
__ADS_1
Bella dan Herman tak memperdulikan ancaman Surti, mereka masih terus melanjutkan aksinya. Mereka terus mempertontonkan kemesraan dihadapan Surti. Hingga akhirnya aksi mereka terhenti, begitu mereka melihat Surti mengambil keris saktinya.
"Teruslah kalian bercumbu...karena sebentar lagi aku akan menyangkurkan gagak hitam ini di tubuh kalian."
Bella dan Herman yang mendengar ancaman Surti menghentikan aksinya. Mereka menjauh setengah berlari.
Melihat Herman dan Bella yang lari pontang panting, tawa Surti kembali bergema.
Huahahahaha....huahahahaha...huahahahaha
"Kalian mau bermain main denganku?, aku dengan senang hati akan melayani kalian. Aku akan menguliti tubuh kalian...huahahahaha....huahahahaha.Kalian mau seperti apa? pelan-pelan atau langsung ke neraka?, kalian tinggal pilih..huahahaha....huahahaha."
Tawa Surti kembali bergema memenuhi ruangan. Tubuh rentanya berguncang guncang. Tengannya menghunuskan keris penuh dendam. Matanya merah seperti saga. Surti memainkan keris gagak hitam dan menghunusnya ke udara. Asap dupa mengepul memenuhi ruang pemujaan. Tubuh Surti kembali meliuk liuk sambil merapalkan mantra, sesekali ia menghampiri tubuh kakek tua jahanam dan menaburkan bunga setaman keatas jasadnya.
Jasad kakek tua jahanam terlihat sangat menyeramkan dan mengerikan. Surti menghentikan tariannya. Dengan nafas sedikit tersengal dia berjalan mendekati tubuh kakek tua jahanam. Diciumnya wajah kakek tua jahanam dengan penuh nafsu.
"Hai kakek tua jelek!!, cepat bangun!!, ayo kita bercumbu lagi!. Aku kangen cumbuanmu."
Surti terus meracau sambil membelai tubuh kakek tua jahanam.
__ADS_1