PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 22


__ADS_3

Ustadz Burhan khusuk berdzikir, dibelakangnya jamaah lain ikut larut dalam dzikir, mereka berdoa memohon perlindungan Allah, agar kampung mereka dan juga dua anak muda yang datang ke kampung mereka dijauhi dari gangguan mahluk ghaib.


Ratih terlihat hadir diantara jamaah, disebelahnya duduk Asiah, istri Ustadz Burhan. Tiba tiba terlihat bahu Ratih berguncang hebat, matanya merah membelalak,tangannya kaku dan mulutnya berdesis.


"Errrr......pergi kalian semua!!...Errr, pergi kataku!!.. hentikan ini semua !!...hentikan!!!."


Asiah memegang lengan Ratih kuat kuat, dia berusaha menyadarkan Ratih. Tiba tiba kekuatan besar telah menghempaskan tubuhnya, hingga ia terhuyung ke belakang. Ustadz Burhan melihat gelagat yang tidak baik dengan cepat menghampiri Asiah, diraihnya tubuh istrinya dan dibimbingnya menjauh.


"Menjauhlah ummi, itu bukan nak Ratih, ada kekuatan ghaib yang menguasainya."


"Iya abi, ummi merasakan itu. Hati hati abi !!, tenaganya sangat kuat."


"InsyaAllah Abi akan berhati hati."


Kemudian dengan hati-hati Ustadz Burhan mendekati tubuh Ratih. Tiba tiba tubuh Ratih berbalik dan menatapnya dengan penuh kemarahan.


"Hai...manusia kotor!!, pergilah dari hadapanku. Kamu mau membawa pengikut pengikut setiaku dan menyuruh mereka meninggalkanku...hrrr


..hrrrr..... Aku akan membawamu menemaniku ke neraka...huahaha....huahaha...huahaha." Ustadz Burhan membaca ayat kursi dan pandangannya terus diarahkan ke mata Ratih. Ia harus benar-benar waspada, karena ia tau, ia sedang berhadapan dengan kekuatan supra natural yang sangat kejam.

__ADS_1


Tiba tiba Ratih menerkam tubuh Ustadz Burhan. Ustadz Burhan bergegas menghindar dan dengan satu jurus ia berhasil memegang tubuh Ratih.


Aahhh...


Ustadz Burhan menarik tangannya. Ustadz Burhan terkejut merasakan hawa panas yang keluar dari tubuh Ratih. Entah kekuatan apa yang ada ditubuh gadis itu, hingga tubuhnya menjadi sangat panas.


"Astagfirullah....astaghfirullah."


"Ya Allah, lindungi hamba dari pengaruh sihir, jin dan iblis. Beri hamba kekuatan untuk menghadapi ini semua."


Ustadz Burhan membaca ayat kursi dan terus berdzikir. Dipegangnya tubuh Ratih. Ratih meronta dan terus berteriak, jari jemarinya mencakar kesana sini, netranya tajam menatap Ustadz Burhan.


Uhekk....uhekkk


Ratih muntah muntah setelah ustadz Burhan membacakan ayat ayat suci. Tapi matanya masih membelalak dan tubuhnya masih meronta ronta. Belum usai ustadz Burhan menangani tubuh Ratih, tiba tiba beberapa warga terlihat berteriak teriak dan meronta.


"Astagfirullah Ustadz, bagaimana ini ??, beberapa warga ikut kerasukan!!."


"Ustadz Arif, panggil beberapa rekan untuk membantu..cepatt !!, jangan biarkan mereka menguasai kita, kita harus bergerak cepat."

__ADS_1


"Baik ustadz."


Ustadz Arif dengan cekatan mengajak teman2 santri dan beberapa warga untuk membantu.


Sore itu suasana terlihat sangat kacau, terdengar teriakan disana sini. Erangan mahkuk ghaib yang merasuki tubuh, seperti suara raungan yang mengerikan. Suara ayat ayat suci terdengar terus dikumandangkan jamaah. Asiah tak mau ketinggalan membantu Ustadz Burhan menolong warga yang kerasukan.


"Abi...bagaimana ini, hampir separuh warga kita terkena pengaruh ghaib?"


"Terus bacakan ayat-ayat suci ummi, jangan putus. Kerahkan semua santri."


"Baik abi."


Menjelang tengah malam, warga yang kerasukan semakin bertambah. Suasana semakin kacau.


Dikejauhan suara lolongan anjing terdengar bersahut sahutan, membuat bulu kuduk meremang


Auuuu....auuuuu....auuuuu


Ustadz Burhan, Ustadz Arif terlihat kewalahan, tapi mereka percaya bahwa kedudukan manusia derajatnya jauh lebih tinggi dari setan, jin dan iblis. Dan mereka yakin akan pertolongan Allah.

__ADS_1


*jangan lupa vote, koment positif dan bintangnya ya


__ADS_2