PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 31


__ADS_3

Ummi Asiah tersenyum melihat tingkah Ratih, yang sedari tadi tak henti memandang jendela. Dihampiri gadis itu, lalu perlahan diusap punggungnya.


"Nak Ratih pasti lagi kepikiran nak Bima ya ?. Ummi ngerti perasaan nak Ratih, karena Ummi juga sedang kepikiran Ustadz dan para santri. Berdoa saja nak, mudah mudahan Allah menjaga dan melindungi mereka. Aamiin."


"Aamiin...iya Ummi, Ratih takut sekali, karena bi Surti itu orangnya sangat jahat dan kejam."


Ummi Asiah mengangguk-anggukan kepalanya, tanda setuju dengan ucapan Ratih.


"Yasudah, kalau begitu yuk sekarang kita ambil wudhu dan mengaji, biar hati kita tenang."


Ratih mengangguk, dan berjalan menuju kamar mandi. Ummi Asiah pun melangkah dibelakang Ratih.


"Ratih dulu ya mi?."


"Iya nak."


Ratih masuk kedalam kamar mandi, tiba2 terdengar jeritannya.


"Ummiiii..!!! Tolonggg....!!!


Ummi Asiah panik mendengar jeritan Ratih, dengan sigap ummi Asiah mencoba menerobos masuk tapi ternyata pintunya terkunci.


"Nak Ratih..!!, buka nak...!!!, nak Ratiih...bukaa!!!


"Tolooonggg...!!!." Ummi Asiah berteriak meminta bantuan. Santri yg ada diluar berdatangan.


"Ada apa Ummi ??."


"Nak Ratih dalam bahaya, cepat buka pintunya !!," teriak ummi Asiah.


Beberapa santri mencoba untuk membuka, tetapi terkunci, hingga akhirnya , mereka mendobrak pintunya

__ADS_1


Ketika pintu terbuka, disudut kamar mandi terlihat Ratih tergeletak tak bergerak.


"Ya Allah, nak Ratih, kamu kenapa ??."


"Mas, tolong nak Ratih dibawa ke kamar Ummi saja. Dan panggil Ustadz Jafar , segera ya !!."


"Baik Ummi."


Ummi Asiah menghampiri tubuh Ratih yang terbaring lemas, tubuhnya dingin, dan nafasnyaa sudah satu satu.


"Bertahalah nak!!...bertahan sayang !! Ummi yakin, nak Ratih bisa melalui semua masalah ini."


Tubuh Ratih semakin dingin dan pucat. Ustadz jafar sedikit berlari ka arah Ummi Asiah.


"Assalamualaikum Ummi. Apa yang sebenarnya terjadi Ummi?."


"Saya tidak tau Ustadz, tadi dia mau wudhu di kamar mandi, tiba2 dia menjerit, dan seperti ini."


"Astagfirullah !!."


"Ada apa Ustadz ??, kenapa dengan Ratih ??."


"Kita harus cepat Ummi , gadis ini dalam bahaya."


Kemudian Ustadz Jafar menggoreskan jari telunjuknya ditangan Ratih, terlihat darah hitam pekat keluar.


"Astagfirullah...!!." Ummi Asiah menjerit sambil menutup mulutnya.


Ustadz Jafar, terus melakukan pengobatan. Hingga akhirnya terdengar batuk Ratih.


Ughk...ughk...

__ADS_1


"Ada apa Ustadz ?, apa yang terjadi dengan saya ?."


"Nak Ratih, ingat apa yang terjadi."


Ratih mengingat ingat, dan sejurus kemudian terlihat raut wajahnya yg ketakutan.


"Tadi, seekor ular besar menyerang saya Ustadz, ular itu besar sekali, gak tau dari mana asalnya."


Ustadz Jafar tersenyum. Dengan bijak, ia berkata :


"Ada seseorang yang menginginkan kematian nak Ratih, tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, nyawa nak Ratih, bisa diselamatkan."


Ratih dan Ummi Asiah sama sama terbengong, mereka tidak menyangka, serangan masih datang, disaat Ustadz Burhan dan kawan kawan, sedang berusaha untuk menghentikan bi Surti.


"Sekarang, bagaimana dengan nak Ratih ustadz ?."


"Alhamdulillah, semua sudah berlalu Ummi, karena kita cepat menolong. Kalau telat sedikit saja, saya gak tau Ummi, bagaimana nasib nak Ratih."


Ummi Asiah mengangguk angguk, sambil memeluk tubuh Ratih.


---------


Balik ke Villa Putih.


Ustadz Burhan, Arif, Bima, Noval dan santri, sedang berembuk, ketika tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara tertawa yang begitu kuat.


Huahahaha.....huahahaha....huahahaha


"Selamat datang, pangeran ku yang tampan, selamat datang di istanaku."


Semua menatap ke arah datangnya suara. Tampak Surti menyeringai sambil menggosok gosok keris gagak hitamnya ke dadanya yang membusung.

__ADS_1


jangan lupa votenya ya..😍


__ADS_2