PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 32


__ADS_3

Malam kian larut , 10 menit lagi jarum jam tepat menunjukan angka 12, berarti akan semakin sulit bagi Ustadz Burhan dan kawan-kawan, untuk melumpuhkan kekuatan bi Surti.


Hawa malam di dalam Villa terasa panas, padahal diluar sana halimun pekat menyelimuti Villa. Suara lolongan anjing terdengar di kejauhan, bersamaan dengan itu berkelebat bayangan hitam yang melintas dengan cepat. Ustadz Burhan memberi isyarat dengan telunjuknya kepada semua yang ikut, agar berhati hati dan waspada, karena serangan2 yang mengejutkan bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja. Ustadz Arif mendekati Noval dan berbisik.


"Noval...lindungi santri yang lain, juga Bima."


Noval mengangguk tanda mengerti. Kemudian ia beringsut dari tempat ia berdiri, mendekati teman-temannya. Perlahan ia meminta teman-temannya untuk mengikutinya membaca doa. Peluh membasahi dahinya, ia terlihat sangat tegang. Bima menepuk bahu Noval perlahan.


"Kita akan berjuang bersama, InsyaAllah tidak akan terjadi apa-apa, tenang bro."


Noval tersenyum tipis, dia tidak menyangka Bima bisa setenang itu, padahal tadi ia sempat terkena serangan.


--------------------


Bi Surti mengawasi dari atas sambil tersenyum genit. Wajahnya masih terlihat cantik, meski sudah banyak keriput disana sini. Tubuhnya yg sintal, melenggak lenggok membangkitkan gairah.


Tiba-tiba ia berhenti dan diam sesaat, matanya membelalak.


"Kurang ajar !!!, mengapa menghadapi hal seperti itu kalian bisa gagal. Aku tidak mau tau, kalian harus bisa membawa darah gadis itu secepatnya, kalau tidak, kalian akan tau akibatnya. Cepaaatttt !!!!!

__ADS_1


Bima menyadari bahaya yang sedang mengancam kekasihnya, spontan ia berteriak lantang.


"Surtiii.!!!, sekali saja kau berani menyentuh tubuh Ratih, kuhabisi kau ja*a*am."


Tubuh Bima bergetar hebat, dia bergerak hendak menghampiri Surti, untung Noval bergerak cepat, ditariknya tangan Bima.


"Tahan Bima !!!, jangan gegabah, dia sangat kuat. Jangan kau turuti emosimu. Tenanglah !!, kita tunggu instruksi Ustadz."


Bima menghentikan langkahnya, nafasnya memburu dengan cepat, wajahnya memerah penuh amarah.


Bwahahahaha.....hahahahaha, kemarilah tampan, datanglah kepadaku, kita akan bercumbu. Aku akan membuatmu menikmati surga dunia, yang tak akan pernah kau lupakan. Kita habiskan malam ini bersama. Juga dengan Ustadz tampan itu. Ayolah, kalian tunggu apalagi," ujar Surti sambil membusungkan dadanya. Terlihat gundukan besar bergerak-gerak saat ia tertawa.


Ustadz Burhan terlihat menahan marah. Tiba tiba.


Duaarrrr, binasalah kau iblis betina.


Surti dengan sigap mengelak, sambil tertawa terkekeh kekeh


"Mengapa kau memperlakukan permaisurimu dengan kasar tampan. Kau mau menyentuh ini ?." Ujar Surti sambil membusungkan dadanya.

__ADS_1


"Ayolah, aku sudah tak tahan." Lanjutnya sambil mengedipkan matanya.


Ustadz Arif mendekati Ustadz Burhan, lalu keduanya menyatukan kekuatan dan melepaskannya kearah Surti. Kali ini Surti agak kewalahan, tangannya terkena serangan itu dan darah segar menyembur mengenai wajahnya.


"Kurang ajar, ternyata ilmu kalian boleh juga, baiklah kalau begitu, akan kulayani kalian."


Kemudian ia melompat turun. Entah kekuatan apa yang ia gunakan, hingga tubuhnya terlihat begitu ringan. Ketika kakinya menjejakan lantai, tiba2 muncullah beberapa ekor ular besar. Ular ular itu seperti mendapat instruksi dari tuannya, langsung menyerang Ustadz Burhan dan para santri.


Ustad Burhan dan Santri, kewalahan menghadapi serangan Surti dan ular2nya. Hingga tiba2 terdengar teriakan.


Argh...!!!


"Ustadz..!!!, Yanto kena patuk ular."


"Ustadz Burhan, bergeser mendekati Yanto, dan menotok beberapa titik, agar bisa ular tak menjalar. Diayunkannya keris kearah ular ular itu dan wesh, seluruh ular tiba2 menghilang.


"Arif, tolong kau bantu Noval, menyelamatkan Yanto. Biar aku yang hadapi iblis betina ini."


Ustadz Arif berlari menyelamatkan Yanto, yang tengah terkapar tak berdaya.

__ADS_1


**********


Suka dengan ceritanya, Jangan lupa Votenya ya


__ADS_2