PENGHUNI VILLA PUTIH

PENGHUNI VILLA PUTIH
Part - 23


__ADS_3

Herman seperti sudah terperangkap dalam pengaruh ghaib bi Surti. Ia tak lagi sadar kalau yang selalu menemani dan menjadi istrinya adalah mayat hidup yang siap menghabisinya kapanpun. Ia begitu terpesona oleh paras cantik Bella. Hingga malam itu dikala dirinya sedang tertidur, ia mendengar percakapan antara bi Surti dengan Bella.


"Ada apa anakku?, mengapa selarut ini kamu belum tidur."


"Aku haus...aku butuh darah, mana darah yang kau janjikan untukku?, jika malam ini darah itu belum kudapatkan, aku akan menghabisinya."


"Sabar anakku...mamah janji, malam ini darah gadis itu akan mama dapatkan...hihihi.....hihihi....hihihi."


Herman tak tau siapa yang dimaksud Bella akan dihabisi. Dan ia juga tak tau kenapa Surti tertawa.


Hahahahaha.....hahahahaha


Bi Surti terus tertawa, tapi tiba tiba tawanya terhenti demi dilihatnya dalam bola kristal suasana desa telah tenang, tak ada lagi warga yang kerasukkan. Dua buruannya, Ratih serta Bima dijaga dengan ketat oleh para santri


"Kurang ajar !!....ternyata sihirku dapat mereka patahkan. Mereka mau main main denganku, mereka pikir aku akan diam saja...tunggu pembalasanku."


"Kakek jelek...bangun!!, cepat bangun kataku!!, mereka telah menghinaku, mereka melawan sihirku.


.hrrr...hrrrr. Sayang ...lihat aku !!, mereka menertawaiku."


Bi Surti terus meracau sambil mengguncang badan kakek tua jahanam. Tapi tubuh Dirga tetap tak bergeming.


-----------


Bella berjalan mendekati Herman yang tengah tertidur pulas, rasa hausnya sudah tak terbendung lagi dan tubuh Herman adalah sasaran utamanya. Dibelainya leher Herman dengan perlahan, dijulurkan lidahnya ke leher Herman.

__ADS_1


Herman merasakan cumbuan Bella, dan ia menikmatinya, ia tak sadar kalau Bella sudah siap ingin menancapkan taringnya di lehernya untuk menghilangkan dahaganya dengan darah yang mengalir ditubuhnya.


"Ayo sayang , biarkan aku menikmati deru nafas dan cumbumu." Herman berkata lirih sambil matanya tetap terpejam. Hingga akhirnya ketika sang rembulan tertutup awan hitam, diiring lolongan panjang anjing hutan terdengar jerit kematian.


Aakhhh...


Darah memancar dari leher herman, dan Bella dengan rakus menjilati darah yang mengalir, tanpa menghiraukan Herman yang sekarat. Hingga akhirnya tubuh Herman tak bergerak lagi.


Bi Surti terhenyak mendengar jerit Herman, ia sudah tau hal ini akan terjadi, tetapi ia tidak menduga secepat ini. Ia berlari mendatangi Bella.


"Apa yang kau lakukan Bella?."


Bella tak menggubris teriakan bi Surti, ia terus menjilati darah Herman dengan rakus. Puas dengan santapannya, Bella menghampiri bi Surti dan menyeringai dengan darah masih memenuhi mulutnya.


Bi Surti sigap menjauh dan menutup pintu dari luar. 


Terdengar pintu digedor dengan keras.


"Buka mah..!!!, buka pintu..!!, buka...!!!


Surti tak menghiraukan panggilan Bella, ia yakin jika malam ini ia masih belum mendapatkan darah, maka ia yang akan jadi santapan Bella atau Bella akan kembali mati karena kelaparan.


dug...dug...dug...bukaaaa..!!!


Terdengar jerit Bella memecah pekat malam. Bi Surti hilang kendali, ia kembali membakar dupa dan memasang kembang tujuh rupa di meja altar. Mulutnya kembali komat kamit dan tubuhnya mulai menari. Ritual itu diakhiri dengan diarahkannya keris gagak hitam kearah desa.

__ADS_1


duarrr....duarrrr


Percik bola api berkelebat menuju desa.


Ustadz Burhan sudah bersiaga dengan santri dan warga.


"Ustadz...ada bola api..!!!."


"Perbanyak dzikir, terus berdoa. Ummi bawa nak Ratih dan Bima kesini.!"


"Baik Abi."


"Arif..bantu saya, menahan serangan ini."


"Baik ustadz."


Mereka berkumpul dalam satu tempat dan terus berdzikir. Terlihat pergulatan tak kasat mata, hingga akhirnya terdengar dentuman hebat yang menghadirkan percikan api.


Duarrrrrr


"Jangan putus berdzikir..!!..jangan putus." terdengar suara ustadz Burhan memberi perintah.


Satu jam kemudian suasana kembali hening.


"Alhamdulillah, sepertinya gangguan sudah hilang." Ujar ustadz Burhan.

__ADS_1


"Alhamdulillah." Terdengar rasa syukur dari semua yang berkumpul.


__ADS_2