
Tak terasa pernikahan Aisyah dan Bastian telah berjalan 8 bulan,semakin hari Bastian nampak semakin sayang dengan Aisyah.
Sekarang Bastian sudah menjadi muslim sejati,ia belajar dengan Aisyah. Semua kewajiban seorang muslim sudah ia tunaikan. Shalat lima waktu pun tak pernah tertinggal.
Kebahagiaan Aisyah memang prioritasnya namun ia tetap membatasi Aisyah jika itu ada hubungannya dengan pria.
Cinta gilanya Bastian tidak seperti yang dulu,sekarang cinta itu lebih terarah dan pada tempatnya.
Pagi itu setelah shalat subuh,seperti biasanya Aisyah pergi ke dapur untuk membantu bi Minah memasak dan menyiapkan sarapan. Tiba-tiba "uuu...uuu...uweek" Aisyah berlari menuju kamar mandi belakang,ia memuntahkan isi perutnya namun tak ada yang keluar dari perutnya karena memang perutnya belum terisi apa-apa.
Rasa mual,pusing,air liur yang pahit membuat Aisyah tampak lemas dan pucat.
"Nyonya...nyonya tak apa-apa...??" Tanya bi Minah kepada Aisyah
Aisyah masih diam dan menutup matanya,ia juga tak tau apakah keadaannya akan baik-baik saja.
"Saya akan panggilkan tuan dulu nyonya..." dengan segera bi Minah berlari menaiki anak tangga menuju kamar majikannya
"Tuan...tuan...buka pintunya tuan..!!!" Bi Minah mengetuk pintu kamar Bastian berulang-ulang dengan penuh rasa panik
Bastian yang baru keluar dari kamar mandi segera membuka pintu kamarnya. Dibalik pintu ada bi Minah yang ketakutan,badannya gemetar dengan wajah yang penuh kepanikan
__ADS_1
"Ada apa bi??" Tanya Bastian bingung melihat bi Minah sampai seperti itu
"Nyonya tuan...nyonya muntah dan pingsan" jawab bi Minah dengan wajah panik
"Apa..??? Kenapa bisa pingsan..?" Tanpa menunggu jawaban bi Minah Bastian langsung berlari menuruni anak tangga menuju dapur dimana Aisyah berada.
Karena kepanikannya hingga Bastian tidak sadar ia turun hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Ia tidak memperdulikan itu,toh yang ada di situ cuma bi Minah.
Bastian segera membopong tubuh Aisyah yang setengah tidak sadarkan diri menuju kamar. Wajah pucat dan lemas Aisyah membuat Bastian ketakutan. Bastian membaringkan tubuh itu di atas tempat tidur.
"Kamu kenapa sayang?? Apa yang terjadi...?" Bastian duduk menggenggam tangan Aisyah dan menciumnya. Kini keadaan Aisyah sudah benar-benar tidak sadarkan diri. Wajahnya yang pucat pasi dan tubuh lemah lunglai. Tanpa terasa air mata Bastian menetes.
"Ya...aku harus segera menghubungi dokter Bima" Bastian segera mengambil ponselnya di atas nakas
Dokter Bima adalah dokter keluarga Bastian. Ia selalu siap kapan pun Bastian membutuhkannya. Bastian berpesan agar dokter Bima membawa seorang perawat wanita karena yang sakit adalah istrinya. Ia tidak ingin ada laki-laki yang menyentuh istrinya siapa pun itu.
Beberapa menit kemudian dokter Bima telah sampai. Ia segera menuju kamar Bastian mengikuti langkah bi Minah dan diikuti seorang perawat wanita di belakangnya.
Pitu diketok bi Minah "Tuan dokter Bima datang" ucap bi Minah
"Masuk!!" Perintah Bastian tanpa membukakan pintu,ia seperti enggan meninggalkan istrinya,ia selalu menggenggam tangan istrinya. Bastian sudah mengganti pakaiannya selepas menghubungi dokter Bima tadi.
__ADS_1
Perawat nampak memeriksa keadaan Aisyah sesuai arahan dari dokter Bima. Dan benar sedikitpun dokter Bima tidak diperbolehkan menyentuh Aisyah. Semua dilakukan oleh perawat wanita itu dokter Bima hanya memberikan arahan saja
"Tuan istri anda baik-baik saja,sepertinya ia sedang kelelahan dan perlu istirahat ,karena kehamilannya yang baru menginjak 4 minggu sehingga membuatnya cepat lelah" ucap dokter Bima
"Apa dokter,,,anda bilang istri saya hamil...?" Bastian tersenyum bahagia seperti tak percaya sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah
"Alhamdulillah,,,terima kasih ya Allah,semoga Engkau selalu melindungi kami dan calon bayi kami,Aamiin..." ucap Bastian sambil menadahkan tangannya dan menyapukan ke wajahnya setelah selesai
"Iya tuan,apa anda tidak mengetahuinya...?"
Bastian menggelengkan kepala,karena memang Aisyah pun belum mengetahuinya.
Kini sempurnalah sudah kebahagiaan pasangan itu,sebentar lagi mereka akan dikaruniai seorang bayi lucu.
Bastian akan menyampaikan kabar gembira ini kepada papanya dan umi Maryam
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
Jangan lupa like komen positif dan votenya
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!
__ADS_1