
Malam itu setelah pertemuannya dengan Bastian,Hafizah merasa gelisah. Ia terus kepikiran Bastian,selalu ada bayang-bayang Adrian di benaknya.
Bastian adalah pria pertama yang merebut hati Hafizah. Namun saat itu Hafizah memilih menjauh dari Bastian karena sifat Bastian yang sombong dan suka melecehkan perempuan.
Flashback on
Pagi itu seperti biasa Hafizah pergi ke kampus dengan menggunakan angkutan umum,kini ia sedang duduk di pinggir jalan menunggu angkutan lewat. Suasana jalanan masih tampak sepi,mungkin Hafizah terlalu pagi. Ada beberapa pasang mata yang memperhatikannya,ia menyadari itu,ia pun mulai gelisah.
Beberapa orang pemuda mendekat ke arah Hafizah. Hafizah ingin menghindar namun para pemuda lebih dulu mengelilinginya. Hafizah berdiri mematung di tengah kerumunan para pemuda itu,ia melirik ke kanan dan ke kiri mencari celah untuk melarikan diri. Bersiap ketika ada serangan.
Salah satu pemuda mendekat dan mencolek dagu Hafizah,dengan cepat Hafizah menepis tangan pemuda itu.
"Manis sekali dia walaupun dengan pakaian seperti ini" Ucap pemuda itu lalu tertawa.
Yang lain pun menyusul tertawa. Hafizah geram dengan sikap para pemuda itu,ia pun memberikan pelajaran dengan mengarahkan sebuah tinjuan ke perut pemuda yang jaraknya paling dekat dengannya.
Perkelahian pun tak terhindarkan,beberapa diantara mereka memegangi tangan Hafizah kanan dan kiri. Mereka berusaha membawa Hafizah menjauh dari keramaian,karena suasana jalan yang mulai ramai lalu lintas.
Hafizah mencoba berontak,ingin melepaskan diri namun usahanya sia-sia karena lawan yang lebih banyak.
Ada sepasang mata yang melihat ke arah Hafizah.
'Sepertinya wanita itu membutuhkan pertolongan'
Seorang pria tampan berkulit putih dengan wajah lusuh dan acak-acakan keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat Hafizah yang di kerumuni para pemuda.
"Lepaskan dia!" ucap pria itu.
"Siapa kamu,apa kamu mau jadi pahlawan kesiangan??? Hahaaa..." Pemuda itu tertawa dan disusul tawa lagi dari teman-temannya.
"Hai bung ini sudah pagi bangunlah dari mimpimu itu"
"Haha...hahaaa..." Tawa mereka lagi
Pria itu sudah hilang kesabaran,ia langsung menghajar para pemuda itu satu per satu. Hafizah yang sudah bisa melepaskan diri segera membantu pria itu untuk membereskan mereka.
__ADS_1
Para pemuda lari terbirit-birit merasa kalah bertarung dengan Hafizah dan pria itu.
Hafizah tersenyum lega,melihat mereka telah pergi.
Di situlah perkenalan Hafizah dan Bastian pertama kali.
Hafizah mengucapkan terima kasih. Lalu Bastian mengantar Hafizah pergi ke kampusnya.
Hari berganti hari Hafizah dan Bastian semakin dekat. Mereka berteman,Bastian sering mengantar dan menjemput Hafizah di kampus.
Sampai pada di suatu malam Bastian tengah mabuk,entah kenapa yang ada di pikirannya hanyalah nama Hafizah. Ia ingin pulang dengan dijemput wanita itu.
"Fizah,,,tolong aku!"
"Assalamualaikum kak Bastian,kamu kenapa?"
"Aku mau pulang bisa kah kamu menjemputku?"
"Kakak belum jawab salam ku"
Karena perasaan khawatir dan merasa berhutang budi kepada Bastian akhirnya Hafizah bersedia menjemput Bastian.
Bastian sudah memberitahukan kepada Hafizah dimana ia berada.
"Tempat apa ini? Ihhh jorok sekali!" Hafizah mengeliarkan pandangannya mencari sosok Bastian sambil menutup hidungnya,mencium aroma alkohol dimana-mana,wanita-wanita cantik berpakaian setengah telanjang sedang berjoget meliuk-liukan tubuh seksi mereka. Sungguh pemandangan yang menjijikan untuk Hafizah.
Ia menangkap bayangan Bastian tengah duduk dan meletakkan kepalanya di atas meja dengan berbantal tangannya sendiri. Bastian di kelilingi para wanita cantik.
Hafizah segera menghampirinya.
"Kak Bastian.."
Bastian mengangkat kepalanya yang terasa berat,melihat arah suara yang dikenalinya.
"Hafizah kau sudah datang,bantu aku untuk pulang"
__ADS_1
Hafizag lalu memapah Bastian keluar dari ruangan kedap suara itu. Ia menuju parkiran dimana mobil Bastian diparkirkan.
Keduanya telah berada di dalam mobil,kini Hafizah yang mengemudikan mobil Bastian,karena kondisi Bastian yang tengah mabuk sehingga tidak mungkin mengemudi.
Bastian terus menatap Hafizah yang tengah memasang sabuk pengaman untuk dirinya dan Bastian.
"Hafizah,,,"
"Ya.."
"Kau sangat cantik!" Tangan Bastian membelai kepala Hafizah yang tertutup hijab.
Hafizah tersenyum dan berkata "Kak kita bukan muhrim,tidak boleh bersentuhan dan bertatap mata seperti saat ini" Hafizah menundukkan kepalanya.
Namun Bastian tidak memperdulikan Hafizah,ia justru melepas sabuk pengaman yang telah dipasangkan Hafizah.
Bastian ingin sekali merasai bibir merah mungil milik Hafizah. Ia mulai menyentuh Hafizah dari pipi ke bibir menawan itu. Hafizah menepis tangan Bastian dan menunduk tidak mau bertatap mata dengan Bastian.
Bastian semakin tertantang melihat penolakan Hafizah. Ia mendekap tubuh Hafizah erat menciumi pipi dan bibir Hafizah sekenanya. Hafizah yang masih mengenakan sabuk pengaman tidak bisa bebas melakukan gerakan untuk berontak.
Bastian terus melakukan itu,ia sudah duduk di pangkuan Hafizah di kursi kemudi. Hafizah tidak bisa berbuat apa-apa,ia hanya terus berdoa meminta pertolongan dari Allah.
Air mata berlinang membasahi pipi,ia menangis sesegukkan dan terus berusaha memohon kepada Bastian untuk menghentikan perbuatannya itu.
"Kak,,,Fizah mohon hentikan....hiks...hiks...hentikan kak....!"
Bastian menyadari air mata dan kalimat memohon Hafizah,ia pun lalu menghentikan aksinya.
'Sial,,,kenapa aku tidak bisa melihatnya menangis'
'Tapi aku tidak akan melepasnya aku akan tetap mendapatkannya di lain waktu' Bastian
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
Jangan lupa like komen positif dan votenya
__ADS_1
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!