
Siang itu di rumah umi
Bastian dan Aisyah telah sampai di rumah umi,umi menyambut dengan hangat. Ia sangat merindukan putri semata wayangnya.
Kehidupan umi jauh lebih baik,Bastian mencarikan pengganti umi untuk menjadi juru masak di pesantren,ia tidak ingin mertuanya bekerja dan kelelahan.
Kehidupan anak-anak di pesantren pun cukup baik,fasilitas-fasilitas yang mereka dapatkan cukup membuat mereka nyaman. Bangunan pesantren bertambah besar sehingga bisa menampung lebih banyak santri dan santriwati.
Semua itu hadiah dari Bastian dan pak Doni karena Aisyah telah bersedia menikah dengan Bastian.
"Umi,,,"
"Ya sayang"
"Bagaimana kabar abi dan kak Hafiz?" Tanya Aisyah kepada umi saat mereka berada di dapur dan Bastian duduk di ruang tengah.
"Abi baik sayang,nak Hafiz baru saja kembali dari liburannya,Setelah pernikahanmu nak Hafiz mengambil cuti selama satu bulan,katanya ingin berlibur,sepertinya nak Hafiz dulu menyukai mu Ais!"
Umi Maryam mencoba menebak perasaan Hafiz,karena Hafiz tampak hancur perasaannya begitu Aisyah menikah.
Aisyah tersenyum kepada umi,karena tebakan umi benar.
"Mungkin kak Hafiz kesepian umi,biasanya kan kami selalu berangkat kerja bareng" jelas Aisyah tidak mau uminya berpikiran macam-macam.
Sementara itu Bastian yang berada di ruang tengah mengeliarkan pandangannya melihat tropi-tropi dan piagam penghargaan yang diraih Aisyah selama ini. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah foto pernikahan. Sebuah bingkai foto kecil yang menempel di dinding. Ia mengenali orang yang ada di dalam foto itu. Itu foto pernikahan umi Maryam tapi lelaki yang disamping umi seperti tidak asing bagi Bastian.
'Siapa suami umi,lelaki itu seperti aku pernah melihatnya' Bastian.
__ADS_1
"Mas,,,kamu lagi ngeliatin apa?" tanya Aisyah yang telah kembali dari dapur dan membawa minuman dan kue untuk cemilan.
"Eh sayang,ini foto pernikahan umi?" Tanya Bastian masih penasaran dengan suami umi.
"Iya mas,itu foto pernikahan umi dan abi, ayah kandung ku!" jelas Aisyah sambil menunduk teringat kepada abi yang ia sendiri tidak sempat merasakan belaian kasih sayangnya.
"Kenapa abi meninggal?"
"Abi meninggal karena kecelakaan,waktu itu aku masih berusia 7 bulan di kandungan" jelas Aisyah kepada Bastian dengan rasa sedih bahkan hampir menitikan air mata mengingat masa-masa sulit umi harus kehilangan suami saat mengandung.
Bastian tidak tega melihat istrinya bersedih,ia memeluk Aisyah untuk menenangkannya.
'Aku seperti mengenali lelaki yang kamu sebut abi itu sayang,tapi siapa dia? baiklah aku akan mencari tahu sepulang dari sini' Bastian.
Hafiz yang sedang memarkirkan mobilnya di halaman rumah sepulang kerja melihat ada sebuah mobil di halaman rumah umi.
"Siapa yang datang ke rumah umi?" Hafiz ingin tahu,ia berpikir mungkin Aisyah yang datang dan ia ingin segera menemuinya.
"Waalaikumsalam.." jawab semua orang yang ada di ruang tengah.
"Eh nak Hafiz" Hafiz menghampiri umi yang tengah duduk di ruang tengah bersama Aisyah dan Bastian,ia mencium punggung tangan umi.
Ia juga mengulurkan tangan ingin berjabat dengan Bastian,Bastian terpaksa menerima jabat tangan Hafiz di depan umi dan Aisyah. Bastian memberikan tatapan sinis kepada Hafiz.
"Duduk kak Hafiz biar aku ambilkan minum" seru Aisyah lalu berdiri dan berjalan menuju dapur.
Ingin rasanya Hafiz menyusul Aisyah ke dapur dan menanyakan kenapa ia berhenti dari rumah sakit,namun ia tau apa yang akan dilakukan Bastian jika itu terjadi.
__ADS_1
Bastian masih dengan tatapan membunuh melihat Hafiz,Hafiz menyadari itu. Suasana tampak canggung. Tiba-tiba umi bersuara mengusir kecanggungan.
"Nak Hafiz bagaimana kabarmu? sepertinya nak Hafiz sudah mulai masuk kerja lagi?" Tanya umi.
"Iya umi hari ini pertama Hafiz masuk kerja lagi"
"Oh ya Aisyah hari ini sepertinya kamu tidak masuk kerja,aku tidak melihatmu tadi" ucap Hafiz memberanikan diri saat Aisyah kembali dari dapur dan duduk di samping suaminya.
Aisyah ingin menjawab namun Bastian lebih dulu memberi jawaban.
"Aisyah sudah berhenti bekerja kami sedang program kehamilan,jadi Aisyah tidak boleh kecapekan" Ucapan Bastian membuat umi tidak percaya.
Bagaimana mungkin Aisyah bisa melepaskan pekerjaan yang ia cintai begitu saja setelah semua perjuangannya yang tak mudah.
"Bener sayang...?" Tanya umi
Aisyah hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.
'Umi,,maafkan Aisyah,,,Aisyah tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya terjadi,Bastian selalu pulang malam bahkan terkadang juga pagi,ia selalu membentak Ais bahkan memukul jika Ais tidak menurut' Aisyah hanya bisa bercerita dalam hati.
Bastian memang mencintai Aisyah,ia tidak ingin kehilangan Aisyah. Namun cara mencintainya yang salah membuat Aisyah tidak bisa menikmati cinta itu.
Bastian mengurung Aisyah di dalam istananya,ia tidak mengijinkan Aisyah melakukan apa pun kecuali atas perintahnya,ia juga tidak suka penolakan. Apapun yang diinginkannya harus terpenuhi,Aisyah bagaikan boneka untuk Bastian.
Kira-kira siapa ya sebenarnya ayah kandung Aisyah dan apa hubungannya sama Bastian...??? Tunggu kelanjutannya ya readers....!!!!
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
__ADS_1
Jangan lupa like komen positif dan votenya
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!