
Semakin hari perut Aisyah semakin membesar,kini usia kandungannya sudah tujuh bulan. Hari ini ia akan mengajukan cuti dari rumah sakit,ia merasa tubuhnya semakin hari semakin lemah.
Ia berhasil memendam semua rasa pahit dalam rumah tangganya. Ia selalu menampakkan keceriaan di hadapan semua orang.
Ia menyadari perubahan dalam diri Bastian selama ini,Bastian sering melamun terkadang juga gelisah tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Aisyah pergi ke rumah sakit diantar seorang supir,Bastian telah pergi ke kantor sebelum Aisyah pergi.
'Mas,,,apa yang sebenarnya terjadi pada mu,kau selalu menutupinya dari ku'
'Atau mungkin kamu tak mau lagi berbagi dengan ku..?' Aisyah bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.
Kasih sayang Bastian memang tidak pernah berubah,namun kebiasaannya melamun semenjak pertemuannya dengan Hafizah membuat Aisyah merasa ada sesuatu yang disembunyikan suaminya.
Mobil telah memasuki area parkir rumah sakit dimana Aisyah bekerja. Aisyah turun dari mobil membawa tas jinjingnya.
Ia melangkahkan kaki menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangannya. Sela asistennya telah menyiapkan semuanya.
Aisyah menyapa semua orang yang ditemuinya dengan ramah. Sungguh Aisyah pandai menyembunyikan kekacauan hatinya. Tak seorang pun menyadari itu bahkan suaminya sendiri.
Sepasang mata melihat Aisyah yang berjalan cepat menuju ruangannya. Ia pun mengikuti Aisyah hingga masuk ke dalam ruangan.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam...?" Jawab Sela yang bingung karena Aisyah datang bersama Hafiz,biasanya Aisyah selalu menolak untuk pergi bersama Hafiz.
"Dokter Aisyah,anda datang bersama dokter Hafiz...?" Tanya Sela
Aisyah menoleh ke belakang mencari sosok Hafiz yang dibicarakan Sela.
__ADS_1
"Kak Hafiz..? Kau mengikutiku?"
"Aisyah maafkan aku...aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja" Jawab Hafiz,yang sesungguhnya ia tahu semuanya.
"Sekarang kakak sudah lihat kan aku baik-baik saja,jadi kakak boleh pergi!"
"Aisyah...! ada yang ingin aku bicarakan,bisakah aku meminta waktu mu sebentar saja?" Hafiz memohon kepada Aisyah,ia hanya akan memastikan bagaimana perasaan Aisyah,apakah ia mengetahui semuanya atau tidak.
"Apa yang mau kakak bicarakan...? bicara saja,aku tak mau Bastian mengetahui ini! ia pasti akan marah jika tau kakak di sini!" Aisyah sebenarnya khawatir jika Bastian tahu maka ia akan menyakiti Hafiz.
"Baiklah,,,tapi bisakah kita bicara berdua di ruangan ku saja,karena tidak mungkin Bastian datang ke sana"
Aisyah mengangguk tanda setuju,ia langsung meraih tasnya kembali dan berjalan lebih dulu dari Hafiz menuju ruangan Hafiz.
Aisyah langsung masuk dan duduk di kursi depan meja kerja Hafiz,ia siap mendengarkan apa yang ingin Hafiz bicarakan.
"Bicaralah kak,waktu ku tidak banyak. Apa yang ingin kakak bicarakan?" Aisyah tidak ingin lama-lama bersama Hafiz,karena bisa saja Bastian tiba-tiba datang ke rumah sakit mencari Aisyah,biasanya ia sering datang tanpa menghubungi terlebih dulu.
"Aisyah...apa kamu bahagia hidup bersama Bastian sampai detik ini?" Pertanyaan Hafiz sedikit membuat Aisyah terkejut.
"Kenapa kakak menanyakan itu,apa kakak berfikir semua ini hanya pura-pura?" Aisyah tak tahu kenapa Hafiz tuba-tiba menanyakan hal itu lagi setelah sekian lama.
"Ais aku hanya mengkhawatirkan mu,aku tak mau melihat mu bersedih,apalagi sampai sakit hati karena suami mu itu!" Jelas Hafiz
"Kak aku mencintai Bastian,apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkannya kecuali ia menginginkannya" Aisyah tak kuasa berpura-pura di depan Hafiz,karena hanya Hafiz lah yang paling mengerti Aisyah,bahkan suaminya saja tidak bisa mengerti dan memahami Aisyah sepenuhnya seperti Hafiz.
"Aisyah...aku adalah orang yang sangat mengenalmu,kita bersahabat sejak kecil,semua kita lalui bersama-sama,tidak ada yang bisa kau tutupi dari ku. Kau sudah seperti adik ku sendiri yang selalu ku lindungi" Hafiz berbicara panjang lebar,mengingatkan Aisyah kepada masa kecil mereka.
Hafiz adalah sosok kakak yang baik,ia menyayangi dan melindungi Aisyah seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
"Sekarang katakanlah Ais,apa yang menganggu pikiran mu selama ini?" Ucap Hafiz
"Tidak ada kak mungkin kali ini kau salah" Aisyah mencoba menutupi dari Hafiz,ia juga bingung kenapa Hafiz sepeka itu terhadap perubahan sikapnya.
"Ais jangan memendam sesuatu sendirian,berbagilah pada ku walau itu hanya sebuah masalah,setidaknya itu akan membuat mu sedikit lega" Hafiz khawatir jika Aisyah sampai stres maka akan berpengaruh terhadap kandungannya.
"Kak sebagai seorang muslimah,bukankah tak baik jika berbagi dengan seorang lelaki yang bukan muhrimnya walau itu hanya sebuah masalah" ucap Aisyah.
"Aku tau Ais,tapi aku juga tak mau masalahmu akan mengganggu kehamilanmu" Kata Bastian
"Kakak tak usah khawatir,aku baik-baik saja"
"Baiklah kalau memang kau tak mau berbagi lagi dengan ku,tapi tanyakan pada Bastian apa masalahnya pecahkan bersama dengan suamimu itu akan lebih baik daripada kau memendamnya sendiri!" Hafiz
"Baiklah kak aku kembali ke ruanganku dulu,aku akan menyiapkan pengajuan cuti ku" Aisyah berpamitan ingin kembali ke ruangannya.
"Baik,silahkan...jika kau berubah pikiran dan ingin berbagi dengan ku aku siap" Ucap Hafiz. Lalu mereka berdiri dan Aisyah keluar dari ruangan Hafiz.
Aisyah berjalan kembali menuju ruangannya.
'Kenapa kak Hafiz seperti tau apa yang aku rasakan? apa karena rasa cintanya yang begitu dalam pada ku sehingga ia terlalu memahami ku' Aisyah
Jarak ruangan Aisyah dan Hafiz tidak terlalu jauh. Kini Aisyah sudah berada di dalam ruangannya. Aisyah duduk dan segera menyiapkan surat permohonan cuti yang akan ia serahkan kepada kepala rumah sakit.
Setelah semua selesai,ia masih duduk di dalam ruangannya. Ia sepertinya tak ingin segera pulang,ia masih memikirkan apa yang terjadi sehingga mengganggu pikirannya.
'Bastian,kau adalah imam ku,dan aku beserta calon anak-anak mu adalah makmum mu. Kau sudah berhasil membuat ku jatuh cinta pada mu. Aku akan patuh kepada mu selama itu tidak di jalan yang salah,sebagaimana mestinya seorang makmum harus patuh kepada imamnya' Aisyah.
Aisyah sudah memutuskan akan menanyakan semua kepada Bastian sepulang dari kantor. Dan ia akan menerima apapun alasan Bastian selagi tidak di jalan yang dilarang agama.
__ADS_1
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin