
Seminggu telah berlalu, namun pencarian belum juga membuahkan hasil. Hari ini adalah hari terakhir pencarian, karena tidak adanya petunjuk lagi maka tim pencarian menghentikan pencariannya.
Hafizah semakin putus asa, ia benar-benar terpuruk. Kini ia harus dirawat di rumah sakit karena dalam seminggu ini ia tidak bisa makan dan tidur dengan teratur.
Reysa dan Aisyah selalu setia menemani dan menghibur Hafizah. Abella dan umi juga sering mengunjungi Hafizah.
"Mama, mama itu kan cantik, kuat jadi mama ga boleh sakit. Mama harus sehat ya ma...Abella ga mau lihat mama sakit seperti ini lagi!" ucap Abella dengan tingkah lucu membuat yang melihatnya tersenyum.
"Sini ma, dokter Abella mau periksa mama" Abella berpura-pura menjadi dokter dengan stetoskop mainannya. "Mama Fizah ini obatnya harus diminum secara teratur ya, makan yang banyak dan istirahat yang banyak" tambah Abella lagi dengan menyerahkan secarik kertas kepada Hafizah.
Hafizah dan yang lainnya pun tertawa.
"Baik dokter, saya perlu istirahat yang banyak atau istirahat yang cukup" Hafizah terhibur dan menanggapi perkataan Abella.
"Yang banyak dong ma...kalau cukup kan belum tentu banyak, tapi kalau banyak sudah pasti cukup!" Abella tak mau kalah.
"Iya deh dokter cantiknya mama.." ucap Aisyah ikut menimpali dan memuji Abella.
Hanya Abella yang bisa membuat Hafizah tersenyum.
Hafiz dan Bastian telah kembali, mereka tak berhasil menemukan Nicolas.
Hafizah berusaha untuk kuat, ia harus menerima kenyataan yang terjadi padanya.
Hampir satu bulan setelah kejadian itu, namun Hafizah masih berat menerima semua itu. Ia meminta ijin kepada Aisyah, agar Abella tinggal bersamanya. Hanya Abellalah yang mampu membuatnya terhibur dan sedikit melupakan apa yang terjadi terhadap Nicolas.
Namun Aisyah tidak bisa juga berpisah dengan Abella, dan akhirnya Hafizahlah yang harus tinggal di rumah Aisyah.
Siang itu Aisyah tengah menikmati makan siang di kantin rumah sakit bersama Bastian. Walaupun mereka bekerja di tempat yang terpisah, namun pada saat makan siang mereka selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama.
"Oh ya mas, bagaimana dengan proyek baru yang kamu ceritakan kemarin? lancar?" tanya Aisyah kepada Bastian.
"Alhamdulillah sayang semuanya lancar sesuai yang harapan" jawab Bastian.
"Alhamdulillah.." sahut Aisyah.
Mereka berbincang-bicang ringan setelah selesai makan sambil menyantap hidangan penutup.
__ADS_1
Jam makan siang sudah hampir habis, Bastian kembali ke kantornya dan Aisyah kembali ke ruangannya.
Ketika Aisyah melewati antrian pasien yang masih tetap menunggu walaupun saat itu jam istirahat, matanya menangkap bayangan seseorang yang sangat ia kenal.
"Nicolas...?" seru Aisyah kemudian menghampiri orang tersebut.
"Nicolas? benar kan kamu Nicolas?" Aisyah merasa senang akhirnya Nicolas ditemukan.
"Maaf dok, ini suami saya namanya Jhony bukan Nicolas!" ucap wanita yang berada di samping laki-laki itu.
"Oh maaf bu, mungkin saya salah orang!" Aisyah lalu pergi meninggalkan mereka.
'Ya Allah kenapa aku ini? tapi orang itu memang benar-benar mirip dengan Nicolas' Aisyah.
"Ahh sudahlah jelas-jelas itu bukan Nicolas" Aisyah melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
Aisyah melanjutkan pekerjaannya, sampai tiba waktunya pulang. Ia mengemudikan mobilnya menuju kediamannya.
Di tengah jalan ia kembali dikejutkan dengan sebuah insiden kecil. Mobilnya menabrak seseorang yang sedang menyebrang jalan.
"Astagfirullah Aladzim..!" Aisyah segera turun dan memeriksa seseorang yang baru saja ia tabrak.
"Apa mungkin ini hanya halusinasi saja" ia mengedarkan pandangannya ke sekitar, dan menangkap sesosok pria tinggi mengenakan jas putih seragam sebuah rumah sakit.
"Nicolas..." Aisyah berlari mengejar pria itu. Namun pria itu melangkahkan kakinya menuju sebuah persimpangan jalan dan kemudian menghilang.
"Hahhh...kemana dia?" Aisyah tampak kelelahan dan nafasnya tidak beraturan.
"Nicolas kamu sebenarnya ada dimana? kenapa akhir-akhir ini aku sering melihat orang-orang mirip dengan mu? atau memang sebenarnya itu kamu?" Aisyah bingung menafsirkan yang ia alami akhir-akhir ini.
Aisyah tak hanya melihat Nicolas di dunia nyata, di alam mimpi pun ia sering melihat Nicolas tersenyum padanya.
Aisyah kembali ke mobilnya dan meneruskan perjalanannya.
Sementara itu Hafizah melakukan aktifitas seperti biasa di rumah Aisyah. Ia sedang bermain bersama Abella dan Reysa di taman belakang rumah.
"Kak Fizah, aku ke dalam dulu ya? biar aku ambilkan minuman buat kak Fizah dan Bella" ucap Reysa.
__ADS_1
Hafizah tersenyum dan mengangguk. Lalu Reysa pun meninggalkan Hafizah dan Bella.
"Mama, kita main bola yuk, Bella lempar bolanya nanti mama tangkap ya...?" Abella kemudian melemparkan bola ke arah Hafizah, namun karena Abella masih kecil sehingga lemparannya lemah dan bola tidak sampai ke tempat Hafizah berdiri. Bola bergulir kembali ke arah Abella.
"Mama bolanya kesini lagi..." seru Abella sambil berlari ingin menangkap bola itu. Namun bola semakin menjauh karena dorongan dari kakinya yang tak disengaja.
Bola terus bergulir dan membentur sepatu seorang pria. Abella mengangkat kepalanya, pria itu tersenyum dan mengambilkan bola untuk Abella.
"Makasih om..." ucap Abella seraya menerima bola dari tangan pria itu. Pria itu menjawab dengan senyuman.
Abella menoleh ke arah Hafizah, kemudian menoleh lagi ke arah pria yang di panggilmya om itu, ia ingin mengajak om itu untuk duduk bersamanya dan Hafizah. Namun Abella terkejut karena pria yang ia panggil om itu sudah menghilang dari pandangannya.
"Om...om dimana?" teriak Abella.
Hafizah yang mendengar teriakan Abella langsung berlari ke arah Abella berada.
"Kenapa sayang?" tanya Hafizah.
"Om yang tadi kemana ma? Bella mau bikinin minuman dulu buat om itu karena sudah ngambilin bola Bella tapi omnya tiba-tiba ga ada!" Abella masih mencari-cari orang itu.
"Om siapa sayang?" tanya Hafizah sambil memegang kedua pundak Abella.
"Om yang tadi ma, yang bantuin Bella nangkap bola!" jawab Abella.
"Omnya sudah pergi sayang, ayo kita kesana saja, itu tante Reysa sudah membawakan kita minuman!" ucap Hafizah yang menyadari keanehan terjadi. Ia kemudian menuntun Abella menuju meja dengan satu kursi panjang di dekat rumah.
"Ada apa kak?" tanya Reysa.
"Tidak apa-apa Reysa mungkin Bella sudah kecapekan!" jawab Hafizah.
"Tadi ada om-om yang bantuin Bella menangkap bola tante, tapi omnya tiba-tiba hilang!" sahut Abella.
"Oh begitu, mungkin omnya buru-buru sayang" ucap Reysa.
"Ya sudah Abella istirahat dulu sambil minum jusnya ini, bentar lagi mama Ais pulang" tambah Reysa.
Hafizah masih memikirkan ucapan Abella.
__ADS_1
'Sepertinya apa yang diucapkan Abella benar, Abella melihat sesosok pria tapi siapa dia? dan bagaimana dia bisa masuk ke halaman belakang? lalu kenapa dia tiba-tiba menghilang? kemana perginya?' semua pertanyaan itu mengganggu pikirannya.
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin