PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
PESAWAT JATUH


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja, Hafizah melalui kebersamaannya dengan Abella. Bahkan demi Abella ia terkadang harus menginap di rumah Aisyah.


Reysa sekarang tinggal di rumah Aisyah, ia memutuskan untuk pindah kuliah di kota Aisyah tinggal. Sebelumnya ia kuliah di universitas ternama di Jogjakarta. Ia tak mau jauh dari Hafiz, hubungannya memang semakin hari semakin jelas, mereka sudah saling menyukai satu sama lain.


Hari ini semua keluarga sibuk untuk mempersiapkan pernikahan Hafizah dengan Nicolas. Pesawat Nicolas pun akan mendarat hari ini.


'Ya Allah kenapa rasanya hatiku berdebar-debar seperti ini?' Hafizah berdiri menggenggam tangannya, merasakan gelisah di hati menyambut hari pernikahan dan calon suami yang akan datang hari ini. Mereka sudah berbulan-bulan tak bertemu, tentunya ada kerinduan yang tak bisa diungkapkan, namun akan segera terbayar dengan cara yang halal.


Aisyah berada di dapur bersama umi dan Reysa, tiba-tiba Bastian berlari dari ruang tengah menghampiri mereka.


"Sayang.." ucap Bastian dengan keadaan panik.


"Ada apa mas...?" Aisyah pun terkejut melihat wajah panik Bastian.


"Itu...itu...di televisi..." Bastian tak sanggup meneruskan kalimatnya.


"Ada apa sih mas? ada apa di televisi?" Aisyah pun ikut panik, ia langsung berlari ke ruang tengah dan menyaksikan berita yang disiarkan di televisi itu.


Seketika ia nenutup mulutnya dengan kedua tangan. Abi dan Hafiz pun sudah terduduk lemas di kursi.


"Astagfirullah Aladzim...Ya Allah cobaan apa lagi ini?" Aisyah terduduk dilantai dengan deraian air mata di pipinya.


Bastian tak tega melihat istrinya sedih dan tak berdaya seperti itu, ia segera menghampiri Aisyah dan memeluknya erat.


"Mas, apa lagi ini? apa yang telah terjadi? hiks...hiks...hiks..." tangis Aisyah semakin pecah di pelukan suaminya.


"Sabar sayang...ini sudah kehendak Allah" ucap Bastian menenangkan istrinya. Namun tangis Aisyah belum mereda. "Sabar ya..." Bastian mengelus kepala istrinya dalam pelukan.


Mendengar suara tangisan, Hafizah berlari menuju ruang tengah, mencari sumber suara itu. Ia terkejut mendapati seluruh keluarganya bersedih, Aisyah masih sesegukkan.


"Ada apa ini? apa yang terjadi?" semua tak sanggup menjawab pertanyaan Hafizah.


"Kita harus mencari data penumpang pesawat itu" ucap Hafiz lalu berdiri.


"Iya Hafiz, aku akan menemani mu" sahut Bastian.


Hafizah semakin bingung, tak ada satupun yang menjawab pertanyaannya.


"Penumpang pesawat?" Hafizah masih belum mengerti.

__ADS_1


"Sayang kamu tunggu di rumah ya? Reysa tolong jaga kakakmu!" perintah Bastian kepada adiknya.


"Kak sebenarnya ada apa? kalian mau kemana...?" Hafizah mulai panik.


"Fizah kamu tunggu di rumah dengan yang lain, kamu harus kuat! doakan semua baik-baik saja!" ucap Hafiz berpesan kepada Hafizah.


Hafiz dan Bastian pun pergi ke bandara untuk memastikan pesawat yang akan mendarat di Banjarmasin itu. Dan akan meminta data penumpangnya.


Hafizah seketika histeris setelah mendengar penjelasan dari Umi Maryam. Ia tak menyangka nasib calon suaminya akan berakhir seperti ini.


"Fizah, kita belum menemukan identitas atau pun jenazah Nicolas. Berarti masih ada kemungkinan Nicolas selamat. Atau mungkin Nicolas terlambat dan tidak ada di pesawat itu." Ucap Aisyah yang mulai bisa mengendalikan diri.


"Iya kak Fizah, kita harus berdoa semoga Kak Nicolas selamat, kakak harus yakin itu!" Reysa juga ikut menenangkan Hafizah.


Flashback


Nicolas dengan semangat memasuki pesawat, senyum indah dan ceria selalu menghiasi wajahnya. Ia duduk di kursi penumpang miliknya.


Saat seorang pramugari berbicara di depan, ia pun memperhatikan dan mengikuti semua aturan yang disampaikan. Walaupun Nicolas sudah sering melakukan perjalanan udara, namun entah kenapa kali ini ia terlalu bersemangat, seperti baru pertama kalinya.


Saat pesawat sudah mengudara, tiba-tiba terasa seperti ada guncangan. Semua penumpang panik, sampai terdengar suara dentuman, Nicolas sudah tak sadarkan diri.


Bastian dan Hafiz kesana kemari mencari informasi tentang jatuhnya pesawat itu. Ia menemukan daftar nama-nama penumpang yang berada di dalam pesawat itu. Dan nama Nicolas memang terdaftar di situ.


"Allahuakbar..." Hafiz terduduk lemas setelah membaca daftar penumpang itu.


Bastian menepuk bahu Hafiz, memberikan kekuatan kepada Hafiz.


"Bagaimana caranya aku menyampaikan semua ini kepada Hafizah?" ucap Hafiz sambil menunduk.


Bastian menarik nafas dalam dan menghembuskan secara kasar.


"Kita harus temukan jenazah Nicolas, kita adalah satu-satunya keluarga yang ada di sini!" ucap Bastian bersemangat kembali, ia yakin Nicolas pasti selamat.


"Kita harus melapor sebagai keluarga penumpang atas nama Nicolas!" tambah Bastian


Setelah itu Hafiz dan Bastian kembali ke rumah. Seisi rumah sudah menanti mereka.


"Bagaimana mas...?" tanya Aisyah kepada Bastian.

__ADS_1


"Kak, Nicolas tidak ada di pesawat itu kan...?" tanya Hafizah kepada Hafiz.


Namun keduanya hanya diam tak menjawab. Mereka duduk di kursi. Reysa pun berlari ke dapur mengambilkan dua gelas air putih untuk kakanya dan Hafiz.


"Kak minum dulu" Reysa menyodorkan segelas air putih ke tangan Bastian, "kak Hafiz.." menyidorkan kembali segelasnya lagi untuk Hafiz. Keduanya meneguk air putih yang disodorkan Reysa. Setelah mereka minum barulah Reysa bertanya.


"Bagaimana hasilnya kak?" tanya Reysa.


Hafiz mengangguk, memberikan jawaban ya bahwa Nicolas memang salah satu penumpang pesawat itu.


"Aaaagha..aaa...aa..." tangis Hafizah kembali pecah. Sedang yang lain tertunduk lesu.


"Tapi kita tidak boleh putus asa kak, sebelum kita menemukan jenazah Kal Nicolas, maka masih ada harapan dia selamat" ucap Reysa lagi.


"Nak Reysa benar, kita harus menemukan Nicolas untuk memastikan" tambah Umi Maryam.


"Ais, aku akan langsung ke lokasi untuk mencari Nicolas" Bastian berbicara sambil memegang bahu istrinya.


Aisyah hanya menatap.suaminya itu tanpa mampu berkata-kata.


"Kamu harus yakin, aku akan menemukan Nicolas dalam keadaan selamat" ucap Bastian lagi masih menatap mata istrinya.


"Bastian tidak sendiri Ais, aku akan bersamanya. Kami berdua akan mencari Nicolas di lokasi jatuhnya pesawat itu" tambah Hafiz, mereka akan bekerja sama dengan tim pencarian jenazah di lokasi tersebut.


"Baik kak, aku akan mendoakan semoga kalian bisa membawa Nicolas kembali dalam keadaan selamat." ucap Aisyah.


"Aku ikut...!" tiba-tiba Hafizah bersuara.


"Kamu tidak bisa ikut Fizah! Nicolas tidak akan mengijinkan dirimu ikut dalam pencarian seperti ini, ini terlalu berbahaya" Hafiz memberi pengertian kepada Hafizah.


"Tapi kak..." ucapan Hafizah menggantung.


"Kalian harus saling menjaga di rumah" ucap Hafiz lagi.


Hafizah terpaksa mengikuti apa yang seharusnya ia lakukan. Ia akan menunggu dan berdoa untuk Hafiz dan Bastian, semoga mereka bisa membawa Nicolas kembali dengan selamat.


Untuk para readers semoga kalian suka ya....


Jangan lupa like komen positif dan votenya

__ADS_1


Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!


__ADS_2