
Sebulan setelah kembalinya Aisyah,Abella sudah mengenal Aisyah,ia juga sudah terbiasa bermain dengan ibu kandungnya itu. Mereka mengenalkan Aisyah sebagai ibunya Abella juga.
"Mama Ais,cini...kita main macak-macakan yah...?" Abella berbicara dengan cadel kepada Aisyah saat mereka bermain bersama.
"Iya sayang...Abel suka main masak-masakan?" Jawab Aisyah.
"Iya ma Abel cuka" Abella tampak gembira.
Mereka bermain bersama tampak begitu akrab,seperti anak dan ibu pada umumnya.
Hafizah memperhatikan mereka dari balik pintu. Ia berpikir akan menyerahkan kembali semua milik Aisyah. Ia juga sudah terlalu lama menahan penderitaan ini. Hidup sebagai Nyonya Bastian dan sebagai seorang ibu dari anaknya Bastian,namun ia tidak pernah mendapatkan apapun dari haknya sebagai seorang istri.
'Kak Aisyah,,,sepertinya sudah tiba saatnya,ini semua milikmu,kamulah yang berhak atas semuanya. Aku rasa sudah cukup pengorbanan yang aku berikan,sekalipun kamu ingin mengembalikan Bastian padaku percuma,di hatinya cuma ada kamu. Aku hanya mendapat status sebagai istri,namun aku tidak pernah mendapatkan hatinya lagi disentuh pun aku tak pernah' Hafizah berbicara dalam hati,air mata menetes tanpa aba-aba.
"Fizah,kamu kenapa...?" Tiba-tiba Aisyah sudah berdiri di depan Hafizah.
"Eh kakak,tidak apa-apa kak,aku cuma bahagia aja akhirnya Abella bisa akrab sama kamu" Ucap Hafizah dan buru-buru menyeka air matanya.
Sementara itu Bastian sudah aktif kembali di kantornya,ia seperti hidup kembali setelah kepulangan Aisyah. Senyum kegembiraan selalu menghiasi bibirnya. Semua karyawan dan rekan-rekannya begitu senang melihat Bastian yang sekarang. Kecerian dan semangat hidupnya telah kembali.
"Aku lihat semakin hari,kamu semakin semangat Bas,apa istri mu ada yang hamil lagi?" Ucap Romi asisten sekaligus teman akrab Bastian.
"Apa maksudmu Rom?" Tanya Bastian tanpa melihat ke arah Romi.
"Aku senang melihat mu seperti ini Bas,kamu seperti hidup kembali!" Ucap Romi
Semua kembali normal,kehidupan orang-orang yang mencintai Aisyah seperti terhenti semenjak kepergian Aisyah,namun kini semua telah hidup kembali.
Hari ini Hafizah dan Aisyah mengajak Abella untuk jalan-jalan di taman. Aisyah belum kembali bekerja. Bastian tengah mengurus kepindahan tugas Aisyah ke rumah sakit barunya.
Nicolas bergabung di rumah sakit milik Aisyah. Ia sudah mulai bekerja dua minggu yang lalu. Ia tinggal bersama Hafiz di rumah abi. Tidak ada pilihan karena Hafiz tidak memberi pilihan kepada Nicolas untuk tinggal di tempat lain untuk sementara waktu. Bastian sudah berencana membelikan sebuah rumah untuk Nicolas,namun Nicolas menolak.
__ADS_1
Nicolas harus tetap kembali ke Cina karena ia mempunyai rumah pengobatan di sana. Sementara ini ia akan tinggal di Indonesia dan memperkenalkan pengobatan herbal yang sedang ia jalankan. Pengobatan suatu penyakit dalam tidak harus dengan operasi.
Sepulang dari jalan-jalan bersana Abella dan Hafizah,Aisyah berniat pergi ke rumah sakit miliknya. Ia mengajak Hafizah untuk sekalian makan siang di luar.
Aisyah dan Hafizah sudah berada di sebuah restoran di pinggir danau. Aisyah juga mengundang Bastian,Hafiz dan Nicolas untuk datang makan siang bersama.
Kini semuanya telah datang,mereka makan siang bersama,kebahagiaan tampak di wajah mereka.
Nicolas mulai bertanya-tanya lagi dalam hati. Pertanyaan yang telah muncul sejak kembalinya Aisyah,namun ia tak punya keberanian mengungkapkan baik kepada Aisyah maupun Hafiz.
'Siapa sebenarnya gadis cantik yang bernama Hafizah ini? Apa hubungannya dengan Bastian dan Aisyah? Mengapa mereka tinggal satu rumah? Dan Abella memanggilnya mama?' Berbagai pertanyaan muncul dan hanya butuh satu jawaban yang bisa mewakili semuanya.
Nicolas curi-curi pandang kepada Hafizah. Hafizah menyadari itu. Dan ia hanya bisa menunduk malu,ada rasa takut karena ia masih istri sah Bastian,walaupun kali ini rasa cintanya kepada Bastian telah memudar seiring sikap Bastian terhadapnya.
Bastian menyadari tingkah Nicolas,ia pun berdehem. Nicolas terkejut mendengar batuk sindiran dari Bastian,ia salah tingkah.
"Sepertinya aku harus pergi duluan,masih banyak perkerjaan yang menunggu di kantor" Ucap Bastian.
Bastian berdiri dan Aisyah pun mengikutinya,ia mencium tangan suaminya. Hafizah yang juga berdiri bersamaan dengan Aisyah ingin mengulurkan tangan mencium punggung tangan Bastian. Namun Bastian hanya memandangnya dan tersenyum. Aisyah merasa tak enak hati menyaksikan semua ini.
Setelah berpamitan,Bastian berlalu meninggalkan mereka semua.
"Kak Hafiz,bisa kita bicara berdua?" Tanya Aisyah,dan Hafiz mengangguk tanda setuju.
Aisyah dan Hafiz berdiri meninggalkan Hafizah dan Nicolas. Mereka berjalan menjauh di pinggir danau.
"Kak Hafiz tahu apa artinya semua itu tadi?" Tanya Hafizah.
"Iya Ais,aku tau. Memang selama ini seperti itulah sikap Bastian kepada Hafizah setelah kepergian kita" Jelas Hafiz.
"Apa mereka sama sekali tidak pernah bersikap sebagai sepasang suami istri pada umumnya,seperti apa yang telah ku ketahui selama ini?" Tanya Aisyah lagi.
__ADS_1
"Hafizah telah menceritakan semuanya kepada ku,ia cukup menderita dengan sikap Bastian,bukan hanya tidak tidur satu kamar,namun Bastian juga tidak pernah sekedar makan bersama atau berbincang dengan Hafizah,dan itu sudah berjalan dua tahun" Jelas Hafiz.
"Hafizah juga berencana mengembalikan semuanya kepada mu Ais,karena kamu sudah kembali sehat seperti sedia kala" Tambah Hafiz.
"Tapi kak..." Ucapan Aisyah menggantung.
"Ais,aku mohon apa pun keputusan Hafizah tolong kamu hargai,ia sudah cukup menderita,dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu cinta Bastian,dan kini cinta sejatinya Bastian telah kembali,maka tanggung jawab Hafizah untuk menjaganya sudah berakhir. Biarkan Hafizah bahagia dengan kehidupan yang ia pilih sendiri" Hafiz seperti memohon kepada Aisyah,agar Aisyah melepaskan Hafizah.
Sementara itu,Nicolas yang tengah duduk berhadapan dengan Hafizah tampak canggung. Ia ingin sekali memulai pembicaraan dengan Hafizah,namun ia tak punya keberanian.
"Emmm Hafizah benar kamu adiknya Hafiz ...? Dulu aku tak pernah melihat mu" Ucap Nicolas memulai pembicaraan.
"Iya kak,mungkin dulu aku masih tinggal di asrama" Jawab Hafizah. Hafizah memang dulu sering tinggal di asrama bersama teman-temannya,hanya saat libur saja ia menginap di rumah abi.
Obrolan demi obrolan antara Nicolas dan Hafizah akhirnya berlangsung,namun tak ada satu pun dari mereka bertanya tentang status.
Aisyah dan Hafiz sudah kembali. Aisyah mengajak Hafizah pulang.
"Fizah,sepertinya kita harus pulang,Abella pasti sudah menunggu" Ucap Aisyah.
"Kami duluan ya kak,Nicolas" Aisyah langsung berpamitan kepada Hafiz dan Nicolas tanpa memperdulikan Hafizah. Hafizah pun berjalan mengekor di belakang Aisyah.
Sepertinya Aisyah sedikit kesal,karena diam-diam Hafizah berencana meninggalkan Bastian.
Di sepanjang perjalanan pulang Aisyah hanya membisu,tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia bingung,ia berencana untuk memastikan dulu perasaan keduanya baru mengambil keputusan.
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
Jangan lupa like komen positif dan votenya
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!
__ADS_1