PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
MUSUH LAMA


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua urusan pekerjaan, dua sahabat sekaligus bos dan sekertarisnya itu berkemas untuk segera pulang.


Hati Bastian gelisah, ia mengkhawatirkan anak dan istrinya di rumah. Ditengah perjalanan pulang mereka dihadang sekelompok orang tak dikenal. Dalam pikiran Bastian mereka adalah perampok.


"Ah...mau apa mereka?" ucap Romi dan akan segera keluar dari mobil.


"Tunggu Rom!" Bastian mencegah Romi keluar.


"Kenapa?" tanya Romi.


"Dasar kamu ya...apa kamu tidak lihat mereka sebanyak itu? kamu bisa melawan mereka sendirian?" ucap Bastian sembari meninju lengan Romi.


Romi meringis kesakitan dan mengusap-usap lengannya. Mereka sudah terbiasa bercanda seperti itu.


"Ayo turun!" Bastian membuka pintu mobil, Romi pun tersenyum dan segera menyusul Bastian keluar.


Mereka berdiri di depan mobil. Para perampok itu pun mendekat dengan gaya penjahat.


"Mau apa kalian?" tanya Romi dengan kedua tangannya di pinggang.


"Kami mau nyawa kalian!" Sahut salah satu dari mereka.


"Hahaha...memangnya nyawa kami punya kalian, jadi harus kalian minta lagi? Atau kalian tidak punya nyawa sehingga kalian harus memintanya kepada kami?" Romi sedikit meledek mereka.


Para perampok itu geram dengan sikap Romi.


"Serang....!" Salah satu dari mereka memberikan komando, mareka langsung mengeroyok Bastian dan Romi.


Terjadi perkelahian diantara mereka. Bastian hanya berdua dengan Romi sedangkan perampok itu berjumlah enam orang.


Berkali-kali Bastian jatuh tersungkur, Romi pun begitu. Wajah mereka penuh luka memar dan darah.


Bastian dan Romi tergeletak lemas di tanah. Seseorang datang menghampirinya, pria tinggi, kurus, berkulit putih dengan rambut hitam sedikit panjang menutup keningnya ketika menunduk.


Bastian dan Romi menatap wajah pria itu. Pria itu tersenyum menang atas Bastian.


"Bagaimana? enak bukan? hahaha..." pria itu tetawa terbahak-bahak.


Bastian masih menatap lekat wajah itu, mencoba mengenali siapa pria itu.


"Oh ya, bagaimana kabarmu Bastian Putra Anggara? kamu baik-baik saja? tapi sekarang sepertinya kamu tidak baik-baik saja! hahaaa" pria itu tertawa lagi.


"Kamu...?" ucapan Bastian menggantung setelah mengingat pria itu.


"Ya...kamu masih mengenaliku rupanya, ingatanmu cukup kuat." Pria itu menjongkok dan mendorong kepala Bastian dengan jari telunjuknya.


"Benarkah kamu si cacing tanah? oh bukan maksudku Beny, anak yang waktu itu..." ucapan Romi menggantung.


"Benar, apa kamu terkejut aku bisa membalas dendamku pada mu?" ucap pria itu.

__ADS_1


"Akulah Beny Setiawan, anak kampung yang miskin, yang benci dengan kehidupan mewahmu dan berencana menjebakmu waktu itu, namun kamu berhasil lolos dan membuatku terseret dalam masalah besar" pria itu berbicara kepada Bastian.


"Lalu sekarang kamu ingin balas dendam dengan ku karena masalah yang kamu timbulkan sendiri?" tanya Bastian dengan tersenyum.


Bastian dan Romi merasa tubuhnya lemah untuk berdiri, sehingga mereka hanya berbicara dengan tubuh tergeletak di tanah.


"Hahaa, mungkin sekarang kamu mengulang hal yang sama seperti sepuluh tahun silam" ucap Bastian sambil tertawa.


"Sayangnya kali ini aku tidak akan gagal" tegas pria itu.


"Syukurlah jika kamu yakin akan seperti itu" ucap Bastian lagi.


Romi tak mengerti maksud perkataan Bastian. Mereka hanya berdua tak akan ada yang menolong, ditambah lagi sekarang mereka berada jauh dari keramaian dan jalan yang sangat jarang dilalui kendaraan, karena jalan itu hanya jalan pintas. Mereka juga tak memegang ponsel, karena ponsel mereka ada di dalam mobil.


Berbeda dengan Romi, Bastian sangat percaya diri akan ada yang menolongnya.


"Seret mereka ke gudang!" perintah pria itu kepada anak buahnya.


Bastian dan Romi diseret dan dibawa ke sebuah gudang tua. Salah satu dari mereka mengemudikan mobil Bastian. Mereka tak mau meninggalkan jejak yang akan memancing perhatian polisi di tempat itu.


Malam pun tiba, Bastian dan Romi masih disekap dan dihajar di gudang itu.


"Bos, kita apakan mereka?" tanya salah satu anak buah Beny.


"Siksa mereka, dan suruh Bastian menandatangani ini" Beny menunjukkan selembar cek yang ia ambil dari tumpukan berkas di dalam mobil Bastian.


"Baik bos" ucap anak buah Beny.


Aisyah berjalan kesana kemari, ia gelisah sampai saat ini suaminya tidak bisa di hubungi.


"Kenapa mas...ada apa?" ucap Aisyah lirih, Aisyah tidak bisa tenang.


Melihat Aisyah seperti itu Hafizah merasa kasihan. Ia pun menghampiri Aisyah.


"Kenapa kak? kak Bastian belum bisa di hubungi?" tanya Hafizah.


"Iya Fizah, seharusnya mereka sudah sampai di pagi hari, tapi kenapa sampai sekarang belum sampai? ponsel mereka juga tidak bisa dihubungi." kata Aisyah.


"Emm kakak sudah mencoba mengecek lokasi mobil mereka?" tanya Hafizah.


"Astagfirullah, kenapa aku tak berpikir sejauh itu, kamu benar Fizah harusnya aku cek lokasi mereka" karena kegelisahannya Aisyah lupa jika di mobil Bastian dipasang alat pendeteksi lokasi dan juga kamera perekam di bagian depan dan belakang mobil.


Aisyah melakukan seperti yang disarankan Hafizah. Dan ternyata benar ia menemukan lokasi mobil Bastian.


"Sekarang aku tau Fizah, tapi tempat apa ini? kenapa mereka pergi ke sini?" Aisyah bingung setelah mengetahui lokasi mobil Bastian yang ia temukan lewat sebuah aplikasi di ponselnya.


"Coba aku lihat" ucap Hafizah.


"Pasti ada sesuatu yang tidak beres, kita harus menyusul mereka!" Hafizah ingin menemukan tempat itu.

__ADS_1


"Kita..? hanya berdua?" Aisyah ragu jika hanya berdua.


"Kita bertiga" Hafizah tersenyum.


Mereka meninggalkan Abella bersama Reysa. Hafiz, Aisyah dan Hafizah segera menyusul ke lokasi mobil Bastian yang jaraknya masih cukup jauh dari kota mereka.


Hafiz melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mereka berfirasat buruk tentang hal itu.


"Sepertinya ada yang sengaja melakukan hal ini kepada Bastian" Aisyah.


"Kita akan segera tau setelah menemukan mereka, kita harus siap dengan segala hal" ucap Hafiz, Aisyah dan Hafizah mengangguk setuju.


Beberapa jam kemudian mereka menemukan tempat itu. Mereka segera turun dari mobil.


"Hah...tempat apa ini?" Aisyah melihat ke sekeliling.


"Sepertinya ini gedung tua yang sudah tidak difungsikan" ucap Hafizah.


Hafiz melihat dua mobil terparkir di bagian bawah gedung itu, ia pun segera berlari ke arah mobil itu.


"Sini...!" seru Hafiz mengajak Aisyah dan Hafizah mengikutinya.


Pintu mobil Bastian tidak di kunci, Aisyah segera masuk dan memeriksa rekaman camera yang ada di bagian depan.


"Laptop...kita harus cari laptop milik Bastian untuk melihat rekaman ini" ucap Aisyah.


Setelah menemukan laptop milik Bastian, mereka lalu melihat isi rekaman itu. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari gedung itu.


"Hah,Bastian!" suara Aisyah gemetar.


"Ternyata benar, kita harus lapor polisi, mereka jumlahnya lebih banyak daripada kita!" ucap Hafiz langsung mengambil ponselnya dan menfhubungi polisi.


Saat Bastian menghubungi polisi, salah satu anak buah Beny keluar untuk mencari sesuatu di dalam mobil Bastian.


"Siapa kalian?" tanya anak buah Beny saat melihat seorang pria dan dua wanita berada di dalam mobil Bastian.


Aisyah segera menyimpan bukti rekaman itu, lalu keluar diikuti Hafiz dan Hafizah.


Perkelahian terjadi antara Hafiz dan anak buah Beny. Sementara Aisyah dan Hafizah menyusup ke dalam gedung itu.


Ternyata semua di luar dugaan, mereka berjumlah puluhan. Penjagaan di setiap pintu sangat ketat membuat Hafizah dan Aisyah terpaksa meladeni permainan mereka.


Aisyah dan Hafizah mengikat bagian bawah tunic mereka, bersiap untuk bertarung.


"Sini pria lemah, sudah lama aku tidak berolah raga" ucap Hafizah sambil melompat-lompat kecil melakukan pemanasan.


"Iya Fizah, rasanya tubuhku sudah mulai kaku, tangan ini sudah terlalu lama tidak mendarat di wajah pria-pria bodoh seperti mereka" Aisyah sengaja memancing emosi para penjaga itu.


Bersambung***

__ADS_1


Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin


__ADS_2