PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
KANKER OTAK


__ADS_3

Suara pintu terbuka dan langkah kaki yang mendekat membuat Aisyah membuka matanya. Aisyah melihat pemilik suara langkah kaki itu. Seorang dokter muda tampan Hafiz tengah berjalan menghampiri Aisyah yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Kak Hafiz,apa yang terjadi dengan ku...kenapa aku terbaring di sini?" Aisyah bingung melihat dirinya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Kamu ceroboh Ais" Ucap Hafiz sambil menjentikkan jarinya dengan lembut di kepala Aisyah.


"Memangnya kenapa kak?" Tanya Aisyah lagi.


"Kamu tadi pingsan saat di rumah umi" Jelas Hafiz singkat.


Aisyah berusaha mengingat kejadian itu sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri. Ia merasakan sakit pada kepalanya yang begitu hebat,sehingga ia tak mampu menahannya dan pingsan.


"Apa yang terjadi...?" Tanya Hafiz


"Maksud kakak...?"


"Kamu lalai dengan kesehatan mu,ceritakan apa yang terjadi sehingga kamu bisa pingsan!" Hafiz ingin tau apa yang diderita Aisyah.


Aisyah pun menceritakan tentang rasa sakit di bagian kepala yang sering ia rasakan akhir-akhir ini.


"Apa Bastian mengetahuinya?"


"Tidak kak,ini cuma sakit kepala biasa aku mohon jangan beritau dia. Semua akan baik-baik saja,jangan membuatnya khawatir!" Ucap Aisyah.


*


**


Di kantor Bastian


Bastian berjalan modar-mandir di depan dinding kaca ruangan itu. Ia bingung memikirkan keputusan Aisyah. Aisyah memintanya untuk menikahi Hafizah.


Flashback


"Mas,aku mau kamu menikah dengan Hafizah"

__ADS_1


"Apa-apaan sih kamu Ais?"


"Aku ingin melihat kalian bahagia,aku merestui kalian. Aku ingin kelak Hafizah lah yang akan merawat anak dan suami ku setelah aku tiada" Aisyah berbicara dengan linangan air mata namun bibirnya tetap tersenyum.


"Ais...apa yang kamu bicarakan,tidak ada kata menikah lagi,kamu lah yang akan merawat ku dan anak-anak ku sampai akhir nanti" Ucap Bastian menegaskan kepada Aisyah.


****


"Apa yang terjadi pada mu Ais...?" Gumam Bastian.


Hafiz mengantarkan Aisyah pulang ke rumahnya,sesuai permintaannya. Aisyah menolak ketika Hafiz hendak menghubungi Bastian untuk menjemputnya.


Di sepanjang perjalanan Hafiz memikirkan apa yang terjadi kepada Aisyah.


'Apa mungkin Aisyah menderita suatu penyakit?' Hafiz


'Tapi kenapa kamu tak mau berbagi dengan ku Ais,kenapa kamu memikulnya sendiri. Setidaknya beban itu akan terasa sedikit ringan' Hafiz bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.


Sementara Hafiz bingung dengan pikirannya,Aisyah justru tersenyum manis di sepanjang perjalanan pulang,seakan kebahagiaan selalu terukir di wajah wanita cantik berhijab itu.


Kini keputusan Aisyah untuk mempersatukan Bastian dan Hafizah semakin mantap. Semakin hari rasa sakit yang ia derita semakin parah,ia berusaha mengembalikan cinta sejati pada tempatnya sebelum kepergiannya.


Aisyah menderita kanker otak,diam-diam ia telah memeriksakan kesehatannya di rumah sakit lain agar tak di ketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Ia selalu berdoa agar diberi kesempatan untuk melahirkan buah hatinya sebelum ia menghadap Allah.


*


**


Di suatu malam ia tengah berbincang dengan suaminya sebelum mereka tidur. Bastian mengelus perut Aisyah yang besar.


"Mas,bayi kita nanti pasti lucu ya,dia pasti cantik seperti aku!" Ucap Aisyah,tangannya menyusul tangan Bastian yang mengelus perutnya.


"Iya dia tak hanya cantik,tapi juga baik hati dan mengagumkan seperti mamanya" Bastian tersenyum membayangkan wajah putri mereka kelak.


Bayi dalam kandungan Aisyah berjenis kelamin perempuan. Bayi itu sangat sehat walau kondisi ibunya sedang sakit.

__ADS_1


"Mas berjanjilah pada ku,kamu akan membuat ku bahagia" Aisyah.


"Pasti sayang,aku berjanji akan membuat mu bahagia sekarang dan selamanya" Bastian.


"Kalau begitu kamu pasti akan mengabulkan apa pun yang ku minta kan mas?" Aisyah.


"Iya pasti!" Bastian.


"Apa pun itu?" Aisyah.


"Ya..." Bastian mulai berpikir tentang permintaan Aisyah untuk menikahi Hafizah.


Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui tentang penyakit Aisyah termasuk Bastian. Semenjak divonis menderita kanker otak Aisyah selalu menolak jika Bastian ingin mengantarnya memeriksakan kandungannya.


Sakit kepala hebat semakin sering kambuh.


"Ya Allah,beri hamba kesempatan sedikit lagi,hamba ingin mengantarkan bayi ini ke dunia" Aisyah berdoa.


Aisyah akan melahirkan secara cesar,karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk bisa melahirkan secara normal.


Jadwal operasi telah di tentukan,semua Aisyah sendiri yang memutuskan. Sebenarnya dokter kandungan Aisyah sudah mengetahui tentang penyakit Aisyah karena itu ia menyarankan Aisyah untuk melahirkan secara cesar. Namun Aisyah juga telah meminta dokter itu untuk menutupi semuanya dari siapa pun.


"Dokter Aisyah,sebaiknya anda menceritakan semuanya kepada suami anda,bagaimanapun ia adalah orang yang bertanggung jawab atas anda" Ucap dokter kandungan Aisyah.


"Dokter,lakukan saja seperti yang saya minta,saya tidak mau membuat mereka semua khawatir. Saya tidak mau ada raut kesedihan di wajah mereka,mereka harus selalu bahagia" Jelas Aisyah.


"Baiklah jika anda memaksa,tapi bagaimana dengan resikonya?" Tanya dokter itu lagi.


"Tidak akan ada resiko apa pun yang berbahaya saat persalinan,saya akan baik-baik saja. Anda harus yakin itu. Lakukan saja sebaik mungkin tanpa mereka tau yang sebenarnya!" Aisyah.


Cesar akan dilakukan seminggu lagi,Aisyah sangat menikmati disisa-sisa hidupnya. Ia terus melakukan kebaikan-kebaikan kepada setiap orang. Ia juga semakin mendekatkan diri kepada Allah. Aisyah selalu tersenyum dalam sakitnya. Ia juga selalu merindukan Allah,setiap hembusan nafasnya ia selalu menyebut nama Allah. Hanya itu yang bisa membuatnya tenang menghadapi semua ini.


*****


Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin

__ADS_1


__ADS_2