PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
CAPTAIN MARVEL


__ADS_3

Aisyah dan Hafizah menyusup ke dalam gedung tua itu.


"Sini pria lemah, sudah lama aku tidak berolah raga" ucap Hafizah sambil melompat-lompat kecil melakukan pemanasan.


"Iya Fizah, rasanya tubuhku sudah mulai kaku, tangan ini sudah terlalu lama tidak mendarat di wajah pria-pria bodoh seperti mereka" Aisyah sengaja memancing emosi para penjaga itu.


Perkelahian terjadi antara Hafizah dan Aisyah melawan beberapa orang penjaga. Tentu saja Aisyah dan Hafizah dengan mudah bisa mengalahkan mereka, karena Aisyah dan Hafizah sudah menguasai ilmu bela diri sejak kecil.


Setelah musuh tersungkur, mereka berlari menaiki tangga darurat, karena tempat penyekapan Bastian ada di lantai atas.


Sejenak terlintas di benak Aisyah, tentang penculikannya beberapa tahun silam yang dilakukan Bastian.


Aisyah berhenti sebentar dari larinya, lalu ia tersenyum.


'Karena rasa cintaku, aku harus melupakan kejadian itu, dan sekarang aku bahagia bisa menjadi penyelamat untukmu suamiku' Aisyah melanjutkan larinya mengejar Hafizah.


Beberapa anak buah Beny yang berjaga di lantai atas menahan mereka untuk masuk. Perkelahian kembali terjadi, mendengar itu para penjaga yang lain langsung membantu teman mereka untuk menyerang Aisyah dan Hafizah.


Aisyah dan Hafizah mulai kuwalahan. Salah satu penjaga berlari untuk melapor kepada Beny.


"Bos...ada...ada penyerang menyusup!" ucap penjaga itu dengan nafas tersengal-sengal.


"Apa...? Siapa dia? berani-beraninya!" Beny lalu berjalan ke arah keributan itu.


Beny terkejut setelah menyaksikan kejadian itu. Ia tidak menduga bahwa penyusupnya adalah dua wanita berhijab.


"Siapa kalian?" teriakan Beny membuat mereka menghentikan perkelahian.


"Oh...ternyata kamu bosnya mereka?" ucap Aisyah lalu berjalan mendekat ke arah Beny.


Seketika anak buah Beny bersiap untuk menyerang Aisyah.


"Perkenalkan, aku Siti Aisyah, istri dari Bastian Putra Anggara tawananmu itu!" dengan bangga dan berani Aisyah memperkenalkan dirinya di hadapan Beny.


"Hahaha...ternyata kamu yang namanya Aisyah, dokter muda, cantik dan berhijab yang telah meluluhkan hati Bastian?" ucap Beny sembari tersenyum nakal dan berjalan mengelilingi Aisyah.


"Kamu menarik juga" Beny mencolek dagu Aisyah.


Aisyah terkejut, ia lalu bersiap menyerang Beny.


Hafizah yang menyaksikan hal itu tidak bisa menahan diri lagi, ia akan memberi pelajaran kepada Beny dan anak buahnya.


"Hiiiyaaaak..." Hafizah berteriak dan menyerang anak buah Beny dengan membabi buta. Tendangan demi tendangan, pukulan demi pukulan mendarat sempurna di setiap tubuh dan wajah anak buah Beny.


Lagi-lagi Beny terkejut menyaksikan pertunjukan dua wanita itu. Ia pun dengan sigap menarik tangan Aisyah dan menguncinya, Beny meletakan pisau di depan leher Aisyah.


Sebagian besar anak buah Beny sudah tersungkur pingsan. Namun Hafizah tidak bisa melanjutkan aksinya, nyawa Aisyah dalam bahaya.


"Kak Aisyah...!" teriak Hafizah.

__ADS_1


Dari dalam ruang penyekapan, Bastian mendengar seorang perempuan meneriakkan nama Aisyah.


'Hah...Aisyah' Bastian lalu menendang-nendang barang terdekat dengan kedua kakinya yang terikat, berusaha berkomunikasi dengan Romi.


Romi melihat ke arah Bastian, namun karena mulut yang ditutup, mereka hanya berbicara dengan mata.


Di luar ruangan, Hafizah masih bingung tidak bisa berbuat apa-apa.


'Kak Hafiz dimana kamu? kenapa kamu tidak segera menyusul kami?' Hafizah.


Tiba-tiba Hafiz muncul di belakang Beny, ia memukul bagian belakang tubuh Beny dengan sebuah balok. Beny pun jatuh tersungkur.


Polisi sudah mengepung mereka. Ternyata Hafiz sedikit terlambat menyusul Aisyah dan Hafizah karena ia menemui polisi terlebih dahulu.


"Jangan bergerak!" ucap salah satu anggota polisi itu dan menodongkan pistol ke arah Beny dan kawan-kawan.


Akhirnya polisi meringkus mereka dan membawanya ke kantor polisi.


"kita harus temukan Bastian!" ucap Aisyah lalu berlari mencari ruangan tempat Bastian dan Romi di sekap.


Pintu demi pintu yang ada dilantai itu di buka oleh Aisyah, namun ia tak menemukan Bastian.


Kini pintu ke lima di buka.


"Bastian...?" Aisyah berlari ke arah Bastian, membuka ikatan tali yang melilit tubuhnya, kemudian Aisyah memeluk erat tubuh Bastian.


Air mata Aisyah menetes dalam pelukan Bastian. Rasa haru menyelimuti suasana di ruangan itu.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Hafiz.


"Iya, kami sedikit terluka tapi kami baik-baik saja!" jawab Romi.


Aisyah masih menempel di tubuh Bastian, sepertinya ia sangat ketakutan jika harus kehilangan Bastian.


"Kita harus segera meninggalkan tempat ini, malam semakin larut" ucap polisi yang masih mengikuti mereka.


"Ah iya benar!" jawab Hafiz.


Mereka pun berjalan menuju pintu keluar gedung itu. sesampainya di depan mobil,


"Terima kasih atas bantuannya pak!"'ucap Hafiz mengulurkan tangan kepada polisi itu.


"Sama-sama pak, nanti saya akan menghubungi kalian sebagai saksi" polisi itu menjabat uluran tangan Hafiz.


"Oh ya pak, ini rekaman cctv yang dipasang di mobil suami saya, mungkin bisa dijadikan bukti" Aisyah menyerahkan bukti rekaman itu kepada polisi.


"Baik, terima kasih atas kerja samanya, kalau begitu saya permisi" ucap polisi itu setelah menerima bukti rekaman beserta kartu nama Bastian kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Rom, sepertinya kamu terusir dari mobil bosmu, kamu harus ikut dengan ku!" ucap Hafiz yang melihat Aisyah masih bergelayut manja di lengan Bastian.

__ADS_1


"Okey...jiwa jombloku juga tak akan sanggup melihat mereka seperi itu" ledek Romi lalu masuk ke dalam mobil Hafiz.


Mereka semua tersenyum, kemudian masuk ke dalam mobil masing-masing.


Aisyah mengemudikan mobil untuk Bastian. Karena Bastian terluka dan seluruh tubuhnya terasa sakit. Mobil melaju perlahan meninggalkan tempat itu.


"Ternyata istriku keren! lebih keren dari captain marvel!" puji Bastian seraya membelai kepala Aisyah.


"Kamu gombal ah mas" jawab Aisyah dengan tersenyum.


"Benar sayang, kamu itu keren, ga cuma cantik, soleha, pinter, pemberani, pokoknya keren...keren...aku salut sama kamu!" puji Bastian lagi.


Sementara itu di dalam mobil Hafiz, Hafizah duduk seorang diri di belakang, sedang Hafiz yang mengemudi dan Romi duduk di samping Hafiz.


Romi memperhatikan Hafizah yang terlelap dari kaca spion depan yang tergantung di atas kepalanya.


'Wanita luar biasa, cantik, soleha, pemberani, kenapa dulu Bastian menceraikannya?' Romi.


'Tapi pastinya Aisyah juga tak kalah keren!' Romi senyum-senyum sendiri.


'Hafizah oh Hafizah...aku tak keberatan jika harus menggantikan Bastian ataupun Nicolas di hatimu, dengan senang hati aku akan menerima mu, aku akan membuat mu bahagia, kamu tak pantas menderita seperti ini!' Romi berangan-angan sambil menatap kaca spion di atas kepala dengan mengernyitkan dahinya.


Hafiz menyadari itu, lalu ia berdehem. Romi gelagapan mendengar Hafiz berdehem.


"Eh...Hafiz bagaimana kalian bisa menemukan kami?" tanya Romi mengusir rasa canggungnya.


"Berapa lama kamu bekerja dengan Bastian?" tanya Hafiz balik.


"Apa...?" Romi tak mengerti kenapa Hafiz malah bertanya balik seperti itu.


"Harusnya kamu tau semua tentang bosmu, sehingga kamu bisa melindunginya!" ucap Hafiz.


"Di mobil Bastian, dipasang alat pendeteksi lokasi dan perekam camera. Jadi Aisyah bisa mengetahui dimana lokasi mobil Bastian. Bukan karena Aisyah tak percaya dengan Bastian, tapi mereka memang seperti itu, selalu berbagi lokasi untuk memberikan kabar saat tidak bersama. Juga untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini akan terjadi" jelas Hafiz panjang lebar.


"Oh...." Romi mengerti, ia semakin terkagum-kagum dengan tiga sosok manusia itu, Hafiz, Hafizah dan Aisyah.


'Mereka benar-benar luar biasa' Romin.


Beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah, mereka tiba sebelum subuh.


Semua menuju rumah Bastian, sesampainya di rumah, mereka menuju kamar masing-masing yang sudah di siapkan bi Minah.


Tubuh yang letih dan sakit membuat mereka langsung terjatuh di atas tempat tidur setelah mandi dan shalat subuh di kamar masing-masing.


Untuk para readers semoga kalian suka ya....


Jangan lupa like komen positif dan votenya


Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!

__ADS_1


__ADS_2