PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
HAFIZ DAN REYSA PART 2


__ADS_3

Hari itu pak Doni beserta istri dan anaknya harus kembali ke kota dimana mereka tinggal. Sebelum keberangkatannya pak Doni mengajak keluarganya termasuk Aisyah dan Bastian untuk sekali lagi berkunjung ke rumah pak Abdullah dan umi Maryam. Umi Maryam tidak menempati rumah yang dihadiahkan Bastian, ia memilih tetap tinggal di pesantren.


Aisyah dan Bastian menggunakan mobil sendiri, mereka juga membawa serta Abella. Sedang Pak Doni dan keluarga menggunakan mobil milik Pak Doni dan akan langsung meluncur ke luar kota.


Dua mobil berjalan beriringan sampai di kediaman Pak Abdullah, mereka disambut hangat oleh pemilik pesantren itu.


"Assalamulaikum..." ucap Pak Doni.


"Waalaikumsalam..." sahut Pak Abdullah.


Mereka dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu. Ternyata Umi Maryam juga sudah berada di rumah itu, beliau duduk dengan seorang pria muda.


Reysa terkejut saat masuk ke ruang tamu rumah Pak Abdullah.


'Hah...Hafiz? benar itu Hafiz kan? aku tak salah lihat kan?' Reysa bengong.


Semua berjabat tangan dan kemudian duduk di kursi tamu.


'Ahh...ternyata Hafiz putranya Pak Abdullah,jodoh memang ga kemana' Reysa senyum-senyum sendiri dengan pikirannya.


'Bukannya itu wanita yang menabrak ku kemarin? ah ternyata dia adik tirinya Bastian' Hafiz.


"Maaf, saya ke belakang dulu" ucap Hafiz tiba-tiba berpamitan. Ia seperti menghindari Reysa. Hafiz berjalan menuju pintu belakang rumah.


"Kenapa aku harus ketemu wanita itu lagi sih..? wanita memyebalkan!" gerutu Hafiz.

__ADS_1


Sementara itu di ruang tamu, mereka bercakap-cakap.


"Pak Abdullah maaf, apa dokter Hafiz itu putra bapak?" tanya Reysa tiba-tiba.


"Iya nak Reysa,Hafiz putra bapak satu-satunya. Nak Reysa mengenal Hafiz?" Pak Abdullah bertanya kepada Reysa. Reysa menjawab dengan senyuman dan anggukan.


Obrolan basa basi berlangsung, dan pada akhirnya Pak Doni berpamitan bahwa hari ini mereka akan kembali ke kota mereka.


Pak Abdullah mendoakan keluarga Pak Doni agar selamat sampai tujuan. Pak Adullah juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan itu.


Mereka berpamitan untuk pulang,tapi Hafiz belum juga keluar,Pak Doni pun memanggilnya.


Hafiz menyusul mereka di ruang tamu. Reysa curi-curi pandang kepada Hafiz dan senyum-senyum sendiri. Sedangkan Hafiz memilih membuang pandangannya ke arah lain agar mata mereka tak bertemu.


'Ih dasar..! tapi kamu tipe aku banget...! Aku pasti bisa memenangkan hati mu suatu saat nanti!' Reysa.


Mereka pun saling berjabat tangan,tapi Pak Abdullah dan Hafiz hanya mebgatupkan kedua tangan mereka saat hendak berjabat tangan dengan Bu Diana dan Reysa. Reysa mendengus kesal karena Hafiz tak mau berjabat tangan.


Waktu berlalu,aktifitas seperti biasa berjalan lancar. Abella semakin hari semakin pintar dan cerdas. Reysa sering menghabiskan waktu liburnya di rumah Aisyah. Mereka selalu berlibur bersama.


Reysa sering menanyakan perihal Hafiz kepada Aisyah. Ia ingin menjadi seseorang yang berarti untuk Hafiz. Ia belajar banyak tentang Islam kepada Aisyah, ia juga telah memantapkan hatinya untuk merubah penampilannya.


Bastian dan Aisyah tentu saja menyadari tentang perilaku dan perasaan Reysa. Mereka senang dan berharap Reysa bisa istiqomah.


Suatu hari Aisyah sedang berlibur bersama keluarga kecilnya, ia membawa serta Reysa. Aisyah juga meminta Hafiz dan umi untuk ikut bersama mereka. Mereka memilih daerah pantai sebagai tempat berlibur kali ini. Dan akan menginap satu malam di vila dekat pantai.

__ADS_1


Tentu saja Abella sangat senang bermain di pesisir pantai bersama orang-orang yang menyayanginya.


"Mama, Bella mau berenang dong ma" Bella merengek agar Aisyah mengijinkannya berenang.


"Boleh sayang tapi harus ada yang menemani ya..." jawab Aisyah.


"Tante Reysa temani Bella berenang ya.." Abella meminta Reysa menemaninya berenang di pinggir pantai.


"Boleh sayang,ayo..." mereka pun berjalan menuju pinggiran pantai. Reysa selalu menggandeng tangan Abella saat berenang.


"Jangan terlalu ke sana sayang, di situ terlalu dalam untuk anak-anak" ucap Reysa mengingatkan Abella.


"Iya tante tenang saja" sahut Abella.


Hafiz secara diam-diam memperhatikan Reysa dan Abella dari kejauhan. Senyum terukir di bibir Hafiz, ia mulai mengagumi Reysa, karena usahanya dalam memperbaiki diri sesuai ajaran islam. Kini Reysa lebih lembut bahkan hampir sejajar dengan Aisyah.


Reysa menggandeng tangan Abella berjalan ke pinggir pantai untuk bergabung kembali dengan Aisyah,umi dan Bastian. Sedangkan Hafiz masih duduk sendiri dengan bibir yang terus tersenyum dan pandangan mengarah ke Reysa. Hafiz tak menyadari jika Reysa sudah berjalan ke arahnya.


"Om, om Hafiz melamun ya..?" suara Abella membangunkan Hafiz dari lamunannya. Hafiz terkejut ketika menyadari Reysa dan Abella sudah berada di depannya. Hafiz pun tersenyum dan meninggalkan Reysa dan Abella, ia berjalan menuju penginapan. Hafiz berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Sepertinya Reysa akan berhasil memenangkan hati Hafiz. Entah kenapa Hafiz yang selama ini tak pernah bisa melihat wanita selain Aisyah, kini perlahan ia mulai membuka hati dan dapat menyadari kehadiran Reysa di depannya. Namun Hafiz pun tak yakin dengan perasaannya.


Mungkin ini hanya sebatas mengagumi, karena Reysa sekarang sering membantunya dan juga Aisyah. Reysa juga pernah menyelamatkannya.


Saat itu Hafiz, Bastian dan Reysa sedang berada di lantai atas rumah Bastian, mereka membantu Bastian untuk menyiapkan pesta kejutan untuk Aisyah di hari ulang tahun pernikahan Aisyah dan Bastian. Hafiz terpeleset dan hampir jatuh dari lantai atas, dengan sigap Reysa meraih tangan Hafiz dan menariknya. Berkat Reysa, Hafiz selamat dan tak terluka sedikit pun. Jika Reysa tak meraih tangannya bisa saja Hafiz terjatuh dan mengalami luka parah karena rumah Hafiz terdiri dari tiga lantai.

__ADS_1


Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin


__ADS_2