PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
HAFIZAH


__ADS_3

Hafizah merasakan hal yang sama dengan Bastian,akhir-akhir ini dia sering melamun. Ia sendiri tak memahami perasaannya,ada kebahagiaan bercampur rasa sakit di hati ketika melihat Aisyah dan Bastian bersama.


"Astagfirullahal'ajim..." Hafizah mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Tak seharusnya aku seperti ini,aku akan pergi dari sini,aku harus membuang perasaan ini jauh-jauh" Hafizah berjalan menuju pesantren asrama putri. Ia ingin bermain dan mengaji bersama dengan para santriwati.


Pak Abdullah menyadari sikap putrinya akhir-akhir ini. Ia pun memperhatikan Hafizah yang sedang berjalan menuju asrama putri dari balik jendela kaca rumahnya.


'Nak,apa yang membuat mu gelisah? Tak biasanya kau seperti ini' Pak Abdullah.


Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Hafiz telah pulang dari rumah sakit. Ia keluar dari mobil dan menuju pintu depan rumah.


"Assalamualaikum..." Hafiz mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam..." Jawab pak Abdullah.


Hafiz tersenyum dan menghampiri pak Abdullah yang tengah berdiri di depan jendela kaca ruang tamu dan mencium tangan lelaki tua itu.

__ADS_1


"Ada apa abi..? Apa yang abi lakukan di sini?" Tanya Hafiz yang melihat abinya terus memandang keluar.


"Hafiz,apa kau sudah shalat Ashar? Tanya pak Abdullah.


"Sudah abi,tadi Hafiz shalat di mushola rumah sakit" Jawab Hafiz.


"Kalau begitu cepat ganti pakaian mu,lalu temui abi di taman belakang! ada yang mau abi bicarakan" Ucap pak Abdullah lalu pergi meninggalkan Hafiz.


Hafiz segera berjalan menuju kamarnya,dengan cepat ia mandi dan berganti pakaian. Ia menggunakan baju koko dan peci,begitulah keseharian Hafiz di rumah. Ia tampak tampan dan agamis,benar-benar pria idaman.



"Assalamualaikum abi.."


"Waalaikumsalam..."


"Ada apa abi,sepertinya abi tampak begitu serius?" Hafiz melihat seperti ada hal penting yang akan disampaikan abinya.

__ADS_1


"Hafiz,kamu tau yang terjadi dengan Hafizah? Akhir-akhir ini dia sering melamun seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya" Pak Abdullah memulai pembicaraannya.


"Eee...itu...Hafizah..." Hafiz tampak gugup menjawab pertanyaan abinya,ia tak tahu harus bagaimana menyampaikannya. Apa mungkin abinya akan marah karena perasaan Hafizah yang salah.


"Katakan saja Hafiz! Hafizah kenapa..?" Tanya pak Abdullah semakin penasaran.


Hafiz pun menceritakan semuanya dari awal perkenalan Bastian dan Hafizah,sampai mereka bertemu kembali saat ini.


Pak Abdullah terkejut mendengar cerita Hafiz,Ia benar-benar tak habis pikir kenapa putrinya bisa memiliki perasaan seperti itu kepada suami Aisyah.


"Abi,kita tidak tau kemana cinta akan singgah,kita juga tidak bisa memilih kepada siapa cinta akan berlabuh. Yang bisa kita lakukan hanyalah menjaga agar cinta tidak melakukan kesalahan,agar cinta tetap bisa melihat jalan yang benar" Hafiz berbicara tentang cinta di depan abinya seperti cintanya yang selalu tulus kepada Aisyah tanpa melakukan kesalahan. Ia selalu menjaga cinta itu agar tetap sejalan dengan logika. Karena cinta tak harus memiliki.


Sementara itu Hafizah tengah membaca kitab suci Al Quran bersama para santriwati. Suaranya begitu merdu,lantunan ayat suci yang dibaca dengan benar sesuai tanda baca membuat hati yang mendengarnya merasa damai dan sejuk.


"Wahhh...suara kak Fizah sangat merdu,sudah lama sekali aku merindukan suara ini" Ucap salah satu santriwati saat Hafizah telah menyelesaikan bacaannya,mereka dulu sering mengaji bersama.


"Kamu berlebihan,suara mu juga merdu.." Ucap Hafizah memberi pujian juga kepada santriwati itu.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu dengan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran sampai waktu magrib hampir tiba.


__ADS_2