PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
ASISTEN MANAGER


__ADS_3

Seorang pria memang sedang menunggu Aisyah di lobi.


'Siapa dia?' Aisyah.


"Assalamualaikum, anda mencari saya?" sapa Aisyah.


"Waalaikumsalam, Aisyah...?" jawab pria itu.


"Siapa anda? anda mengenal saya?" tanya Aisyah kembali, Aisyah sedikit bingung, karena sepertinya pria itu mengenal dekat dirinya.


"Aku akan menjelaskan semuanya, tapi apa kamu ada waktu? aku butuh pertolonganmu?" ucap pria itu.


"Maaf, saya sedang ada rapat sekarang, dan staf saya sudah menunggu di ruang rapat!" ucap Aisyah.


"Tapi pertolongan apa yang bisa saya berikan untuk anda? apa anda terluka? kalau begitu silahkan daftarkan diri anda di bagian pendaftaran! para dokter akan memberikan penanganan kepada anda! saya permisi, Assalamualaikum" ucap Aisyah panjang lebar.


Aisyah lalu meninggalkan pria itu menuju ruang rapat.


'Aisyah....benarkah kau tidak mengenali ku lagi?' Pria itu terlihat frustasi.


Sementara itu, di kantor Bastian.


"Siapa yang kau tolong? sehingga membuatku kelaparan seperti ini!" tanya Bastian kepada Romi setelah menyelesaikan makan siangnya.


"Seorang Captain Marvel yang cantik luar biasa" jawab Romi sambil membayangkan wajah Hafizah.


'Apa...? jangan-jangan...?' Bastian.


"Kamu jangan bicara sembarangan, Captain Marvel itu milikku! jangan berani memikirkannya walau cuma sekali!" Bastian mengancam Romi.


"Apa..? bukannya dia...? atau jangan-jangan kalian...?" Romi berfikir Bastian dan Hafizah belum benar-benar bercerai.


'Lalu surat cerai yang ku urus itu? apa semua itu hanya sandiwara?' Romi.


"Apa maksudmu?" tanya Bastian.


"Ee...tidak...lupakan saja!" Romi memilih tidak menanyakan apapun kepada Bastian, ia akan menyelidiki sendiri.


Beberapa hari kemudian, Hafizah mendapatkan panggilan kerja dari salah satu perusahaan. Hafizah melakukan serangkaian tes, dan ia berhasil. Hafizah diterima untuk bekerja di perusahaan Bastian.


"Alhamdulillah...akhirnya aku mendapatkan pekerjaan dengan jerih payahku sendiri" ucap Hafizah.


Bastian dan Romi memang tidak tau tentang Hafizah yang melanar pekerjaan di perusahaannya. Semua diurus oleh bagian personalia, karena posisi yang diterima Hafizah memang bukan posisi yang tinggi, sehingga penerimaannya pun tak perlu pertimbangan dari presdir.


"Abi...Hafizah diterima kerja bi...!" seru Hafizah menghampiri abinya.


"Benarkah sayang? selamat ya...!" jawab abi sambil mengusap kepala Hafizah.


"Terima kasih bi, ini semua berkat doa abi" Hafizah begelayut manja.

__ADS_1


Keesokan harinya Hafizah mulai masuk kerja. Dengan semangat ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang kantor Bastian.


Semua rekan-rekan kerja Hafizah menyambutnya dengan ramah. Hafizah pun memberikan hasil terbaik di setiap pekerjaannya.


Sudah berbulan-bulan Hafizah bekerja di kantor Bastian, namun Bastian maupun Romi masih tidak menyadarinya. Karena prestasi kerjanya yang memuaskan, kini Hafizah diminta untuk menggantikan salah satu karyawan yang berhenti sebagai asisten manager pemasaran. Nasib Hafizah memang selalu beruntung dalam karir walaupun tanpa bantuan orang dalam.


"Bos, hari ini ada laporan bahwa asisten manager pemasaran mengundurkan diri, alasannya ia harus pindah dari kota ini mengikuti suaminya. Namun mereka sudah mendapatkan gantinya dari bagian resepsionis" Romi membacakan isi laporan yang ia terima.


"Hah...mana mungkin dari resepsionis ke asisten manager? yang benar saja mereka? seperti apa kemampuan resepsionis itu? kita harus memeriksanya secara langsung!" ucap Bastian.


"Kenapa kita? bukankah itu tugasmu?" tanya Bastian.


"Iya, tapi maksud ku, kamu harus meminta orang itu menemui mu, dan melihat langsung kemampuannya!" jelas Romi.


"Tidak perlu, mereka selalu menempatkan orang terbaik sesuai kemampuan, hari ini ada rapat pengembangan pasar kita di Vietnam, kita akan bertemu dan melihat kemampuan asisten baru itu dalam rapat!" ucap Bastian panjang lebar.


"Ah...kamu benar, kamu memang terlalu jenius untuk hal seperti ini!" puji Romi.


"Hei, aku ini bos mu, berbicaralah yang sopan dengan seorang bos!" Bastian menggerutu.


"Siap bos" Romi memberi hormat layaknya seorang militer.


Rapat akan segera dumulai, betapa terkejutnya Bastian dan Romi setelah melihat Hafizah memasuki ruang rapat bersama manager pemasaran.


"Hafizah" Romi tercengang. Ia lalu menghampiri Hafizah.


"Hafizah, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Romi setengah berbisik.


Melihat kejadian itu, atasan Hafizah pun meminta maaf dan mengenalkan Hafizah kepada Romi dan Bastian.


Rapat di mulai dan di pimpin oleh Bastian. Bastian mempersilahkan manager pemasaran itu untuk memperkenalkan anggota barunya.


Bastian mengagumi presentasi dari manager pemasaran. Semua peserta rapat mendukung penuh hasil presentasi itu.


"Selamat, anda berhasil memberikan ide terbaik untuk perusahaan kita" ucap Bastian.


"Terima kasih pak, jujur ini semua berkat bantuan dari asisten baru saya, dia memang luar biasa" manager itu memuji Hafizah.


Hafizah tersenyum malu, karena semua orang memujinya.


Hari demi hari berlalu, Hafizah dan Romi semakin dekat. Romi pun sudah mengetahui siapa Captain Marvel milik Bastian. Ya Aisyahlah Captain Marvelnya Bastian, sedangkan Captain Marvelnya Romi adalah Hafizah.


Di rumah sakit, Aisyah melakukan kegiatan seperti biasanya. Pasien keluar dan masuk secara bergantian untuk mendapatkan layanan kesehatan darinya.


Telepon di ruangan Aisyah berdering, Monica asisten Aisyah segera mengangkat gagang telepon tersebut.


"Halo selamat siang"


"Iya, beliau ada!"

__ADS_1


"Baik, terima kasih" Monica menutup panggilan tersebut.


"Dok, ada seorang pria yang ingin bertemu dokter!" ucap Monica.


"Siapa?" tanya Aisyah.


"Katanya temannya dokter waktu di Cina" jawab Monica.


"Teman?" Aisyah tampak berpikir, siapa temannya itu.


"Baiklah, suruh saja dia masuk!" perintah Aisyah.


Monica lalu menghubungi bagian resepsionis agar mempersilahkan pria itu menemui Aisyah di ruangannya.


'Ah...siapa sebenarnya dia? sepertinya dia pria yang beberapa bulan yang lalu mencari ku, apa maunya?' Aisyah.


Pria itu pun berjalan menuju ruangan Aisyah. Ia mengetuk pintu ruangan Aisyah, dan Monica membukakan pintu tersebut.


"Assalamualaikum" sapa pria itu.


"Waalaikumsalam, silahkan duduk!" jawab Aisyah.


Pria itu duduk di depan meja Aisyah. Aisyah menanyakan keperluan pria itu mencarinya. Dan pria itu pun berusaha menjelaskan permasalahannya kepada Aisyah.


Aisyah seperti tak percaya apa yang dia dengar. Pria itupun berusaha membuktikan semua perkataannya. Akhirnya terjalinlah kesepakatan diantara mereka, jika pria itu berhasil membuktikan perkataannya kepada Aisyah, maka tanpa dimintapun Aisyah akan membantunya dari masalah yang ia hadapi.


Beberapa hari kemudian, pria itu kembali menemui Aisyah dengan membawa bukti-bukti yang diminta Aisyah.


Aisyah semakin tak bisa mempercayai kenyataan ini, ketika semua bukti mengatakan bahwa ucapan pria itu benar.


"Tolong berikan saya waktu untuk memikirkan semua ini!" pinta Aisyah masih syok mendapati kenyataan ini.


"Baik, aku hanya bisa berharap padamu, kamulah satu-satunya orang yang bisa membantuku!" ucap pria itu.


Di pesantren


Hari ini akan diadakan syukuran ulang tahun Hafizah. Hafizah berbagi rejeki dengan para santri dan santriwati. Tak hanya mereka yang tinggal di pesantren, Hafizah juga berbagi dengan warga di sekitar.


Hafiz, Bastian dan Romi membantu Hafizah, Aisyah yang melihat kedekatan Romi dan Hafizah merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu hal yang bisa membuat keduanya sedih.


Di suatu kesempatan, Romi mengungkapkan perasaannya kepada Hafizah.


"Fizah, aku minta maaf jika selama ini membuatmu tidak nyaman! sepertinya aku menyukai mu, dan aku berharap kamu mau menjadi pendamping hidup ku" ucap Romi.


"Tak apa Rom, aku merasa nyaman dengan kebersamaan kita, Bastian, Aisyah dan yang lainnya. Tapi untuk yang itu..." ucapan Hafizah menggantung.


Hafizah tidak bisa memberikan jawaban untuk cinta Romi. Ia sendiri sampai saat ini masih menganggap Romi sebagai sahabat.


"Tak apa Fizah, kamu tidak harus menjawabnya sekarang. Yang penting aku sudah mengungkapkan perasaanku, aku akan menunggu, kapanpun itu aku akan tetap menunggu!" Romi berharap dengan penantian yang sabar akan membuahkan hasil yang sempurna.

__ADS_1


Siapa ya readers kira-kira pria yang mencari Aisyah dan apa hubungannya dengan Aisyah??? Tunggu kelajutannya ya...! Jangan lupa like, komen positif, and vote ya...kalau bisa jadikan favorite juga....!!


__ADS_2