PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
HADIAH UNTUK UMI


__ADS_3

Pagi itu Bastian dan Aisyah ingin berkunjung ke rumah umi Maryam. Mereka ingin memberi tahu umi tentang hadiah rumah untuk umi.


Bastian dan Aisyah sudah berangkat,mereka membawa oleh-oleh untuk para santri dan santriwati di pesantren. Aisyah juga membawakan kue buatannya sendiri untuk umi.


"Semuanya udah siap mas?" tanya Aisyah saat mereka berada di halaman rumah


"Sudah sayang,ayo kita berangkat!" Bastian membukakan pintu mobil untuk Aisyah kemudian ia masuk dan duduk di belakang


kemudi.


Mobil telah melaju perlahan menyusuri jalan perkotaan yang tampak sepi kendaraan,para pengguna jalan lebih banyak bersepeda di hari minggu seperti ini.


Tak lama kemudian mobil telah memasuki halaman rumah umi Maryam.


Aisyah ingin segera turun namun Bastian menarik tangan Aisyah.


"Tunggu sebentar" Aisyah menghentikan tangannya ingin membuka pintu. Ia menatap Bastian penuh tanya.


"Aku harap kamu bisa jaga jarak dengan Hafiz!" Ucap Bastian lalu mengecup kening istrinya. Ia pun segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah.


Mereka berjalan bergandengan tangan menuju pintu rumah umi.


Kebahagiaan Bastian begitu sempurna,seharusnya ia tak perlu khawatir lagi jika Aisyah akan meninggalkannya karena saat ini Aisyah pun juga sangat mencintai Bastian. Tapi entah mengapa ketika bertemu Hafiz ia merasa ketakutan kehilangan Aisyah muncul. Mungkin ia menyadari bahwa Hafiz juga tipe pria idaman,ia begitu sempurna dan berahlak baik.


Pintu rumah umi tampak terbuka,seperti ada tamu di dalam.


"Mas ada tamu di rumah umi...siapa ya?" Tanya Aisyah namun Bastian hanya mengangkat kedua bahunya menandakan tidak tahu.


"Assalamualaikum..." Ucap Aisyah


"Waalaikumsalam..." Sahut orang yang berada di dalam.


Aisyah terkejut melihat siapa yang ada di dalam. Seorang gadis cantik yang sempurna. Gadis yang dulu di masa kecilnya ia kenal sebagai anak tomboy sekarang sudah tumbuh dewasa,semakin cantik dan anggun.


"Kak Aisyah..." Hafizah berlari dan memeluk Aisyah.


"Hafizah...kau kah ini??" Tanya Aisyah sambil berpelukan dengan Hafizah.


"Iya kak,kak Aisyah apa khabar?"

__ADS_1


"Baik"


Hafizah menarik lengan Aisyah lembut untuk duduk bersamanya dan umi.


Hafizah tidak memperhatikan pria yang bersama Aisyah.


Mereka duduk di ruang tamu. Aisyah mencium punggung tangan umi Bastian pun juga.


"Kalian sehat?" Tanya umi saat Bastian mencium tangannya


"Alhamdulillah umi,kami sehat" Jawab Bastian


Mendengar suara itu Hafizah baru menyadari keberadaan seorang pria di tengah mereka. Ia melihat ke arah pria yang duduk di samping Aisyah. Ia terkejut ternyata ia mengenal pria itu.


'Bastian...?'


'Apa benar dia suami kak Aisyah?' Hafizah


" Oh ya Fizah kenalin ini suami kakak mamanya Bastian!" Ucap Aisyah memperkenalkan suaminya.


Bastian menatap Hafizah seperti teringat sesuatu,wajah Hafizah seperti tak asing bagi Bastian.


Bastian tersenyum membalas perkenalan Aisyah.


Memori Bastian seperti berputar mengingat sesuatu tentang Hafizah.


Mereka berbincang-bincang saling menanyakan kabar. Bastian memilih diam berusaha mengingat siapa Hafizah. Terlalu banyak wanita yang dikenal Bastian saat dulu sebelum menikah. Ia selalu bergonta-ganti wanita setiap malamnya hanya sekedar menemaninya minum.


Ia tidak pernah tidur bersama wanita,jika ia menginginkannya itu hanya sebatas bercumbu saja.


'Tapi mana mungkin Hafizah adalah salah satu wanita ku dulu' Bastian


'ahhh masa bodoh,siapa pun Hafizah pasti dia bukan orang yang penting bagi ku' Bastian


Untuk sekarang tidak ada wanita yang lebih penting untuknya selain Aisyah.


Aisyah memberitahukan tentang kehamilannya kepada umi.


"Sungguh sayang?" Ucap umi Maryam seperti tidak percaya sebentar lagi ia akan menimang cucu.

__ADS_1


"Iya umi...Aisyah sedang hamil" Imbuh Bastian dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Alhamdulillah..." Ucap umi menadahkan tangan kemudian mengusapnya ke wajah.


Bastian juga memberitahukan soal hadiah rumah untuk umi.


"Kapan pun umi siap,umi bisa menempatinya" ucap Bastian.


"Tapi umi lebih senang tinggal di sini nak Bastian,bukannya umi menolak tapi seharusnya nak Bastian tidak perlu repot seperti ini!" Tutur umi.


"Sama sekali tidak repot umi,bahkan semua yang Bastian berikan kepada umi tetap tidak sebanding dengan pengorbanan dan jerih payah umi menjaga dan membesarkan kekasih hati Bastian" Ucap Bastian dengan melirik ke arah Aisyah dan menggenggam erat tangan Aisyah.


Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya,yang menurutnya rasa takut kehilangan dirinya sangat berlebihan. Tapi Aisyah tak mempermasalahkan itu,ia justru menikmatinya.


"Umi papa juga menghadiahkan satu perusahaan atas nama umi" ucap Bastian lalu mengeluarkan sebuah map berisi sertifikat rumah baru umi dan surat kepemilikan perusahaan.


"Saya dan papa berharap umi tidak menolaknya" tambah Bastian seraya menyerahkan map tersebut kepada umi.


"Nak Bastian ini berlebihan"


"Tidak umi,ini tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan umi untuk Aisyah dulu" ucap Bastian berharap umi bisa menerimanya.


"Saya dan papa akan senang sekali jika umi mau menerimanya dan kami akan sangat kecewa jika umi menolak" Bastian memaksa umi untuk menerima pemberiannya.


"Baiklah jika nak Bastian memaksanya,semoga berkah,Aamiin..." ucap umi.


"Aamiin..." Ucap yang lain menjawab


Hafizah melihat yang lain dari diri Bastian. Bastian menjadi pria baik dan peduli sesama.


'Ternyata kamu baik juga orangnya,lalu apa benar yang kak Hafiz ceritakan saat kamu berbuat jahat dan memaksa kak Aisyah menerima mu?' Hafizah.


'Apa kak Aisyah telah membuatmu berubah?' Hafizah bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.


Emmm....kira-kira apa hubungan Hafizah dan Bastian di masa lalu,tapi kenapa Bastian tidak mengingat siapa Hafizah? Yuk tebak-tebak....!


Untuk para readers semoga kalian suka ya....


Jangan lupa like komen positif dan votenya

__ADS_1


Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!


__ADS_2