PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
JATUHNYA TALAK


__ADS_3

Malam itu mereka telah berkumpul di kamar Aisyah,satu kepala keluarga dengan dua orang istri. Aisyah,Hafizah dan Bastian mereka akan membicarakan tentang kelanjutan rumah tangga mereka.


"Fizah,aku sangat berterima kasih kepada mu. Kamu sudah merawat dan membesarkan putriku dengan penuh kasih sayang,dan terima kasih juga sudah menjadi istri yang baik untuk mas Bastian" Ucap Aisyah.


"Tidak perlu berterima kasih kak,aku ikhlas melakukannya,Abella dia juga putriku" Jawab Hafizah.


Ketiganya tampak canggung,bingung ingin memulai darimana. Aisyah yang ingin menanyakan perasaan Hafizah kepada Bastian dan Hafizah yang menginginkan talak dari Bastian.


"Emmm Fizah...apa selama ini kamu bahagia hidup bersama mas Bastian?" Pertanyaan Aisyah selanjutnya,ia memberanikan diri mengucapkan pertanyaan itu.


Hafizah menatap Aisyah dan Bastian bergantian.


"Aku bahagia kak sudah diberi kesempatan menjadi ibu dari anakmu. Tapi bolehkah aku meminta sesuatu kepada mas Bastian?" Ucap Hafizah memandang ke arah Bastian. Bastian pun mengangkat kepala dan menatap Hafizah.


"Apa itu Hafizah?" Tanya Bastian.


"Aku ingin kamu menceraikan aku mas!" Jawaban Hafizah membuat Aisyah terkejut.


"Biarkan aku bahagia dengan jalanku sendiri,aku tak mau berada diantara kalian" Hafizah tertunduk dan air matanya menetes.


"Jika kamu bahagia kenapa harus ada perceraian?" Tanya Aisyah,memang Hafizah sebelumnya berkata ia bahagia namun akan lebih baik ia bercerai.


"Kak aku mohon mengertilah..." Jawab Hafizah.


Bastian tersenyum menatap kedua istrinya,dan ia berkata "Hafizah,Aisyah,kalian adalah istriku mendekatlah" Ucap Bastian. Keduanya pun menurut dan mendekat,mereka duduk berdampingan,Aisyah di sebelah kanan dan Hafizah di sebelah kiri,sedang Bastian berada di tengah.


"Maafkan aku,aku tidak bisa menjadi imam yang baik untuk kalian" Bastian memeluk keduanya.


"Dan maafkan juga jika aku tidak seperti yang kalian inginkan,aku sudah berusaha adil kepada kalian,namun tetap saja aku tak bisa. Bahkan sebelum Aisyah kembali pun,aku sudah berusaha menerima Hafizah sebagai satu-satunya istriku,tetapi tetap saja gagal" Bastian malu atas semua sikapnya selama ini kepada Hafizah,ia semakin mengeratkan pelukannya,mendekap kepala kedua istrinya sehingga tersandar di dadanya.

__ADS_1


'Kenapa kamu lakukan ini mas disaat aku ingin lari dari mu' Hafizah.


'Andaikan saja kamu selalu bisa seperti ini mas,mungkin tak perlu ada perceraian' Aisyah.


"Aku harap kalian bisa memaafkan ku,dan untuk Hafizah apapun keputusan mu aku akan berusaha mengabulkannya asalkan itu membuat mu bahagia. Untuk Aisyah,aku harap kamu jangan lagi memaksakan kehendak kepada orang lain,belum tentu orang itu akan bahagia" Bastian seperti seorang raja dengan dua permaisuri,berusaha bersikap adil dan bijaksana.


"Maafkan aku mas,aku janji tidak akan seperti itu lagi" Ucap Aisyah lalu tersenyum manis.


Hafizah senang sekali karena pada akhirnya ia mendapatkan titik terang untuk kehidupannya.


"Fizah,sekali lagi kami minta maaf telah menyeret mu ke dalam masalah ini" Ucap Bastian.


"Iya Fizah maafkan kami,aku pikir kamu akan bahagia,ternyata ini malah membuat mu menderita. Maafkan aku" Aisyah berbicara sungguh-sungguh dengan menggenggam tangan Hafizah di atas pangkuan Bastian.


"Sudahlah kak,aku sudah memaafkan kalian. Aku akan bahagia jika kalian bahagia,aku juga minta maaf jika harus mengambil jalan perceraian" Jawab Hafizah.


Mereka berpelukan seperti sebuah keluarga yang memang hidup bahagia.


"Abi sudah tau mas,aku sudah menceritakan semuanya dan kak Hafiz pun juga setuju dengan keputusan ku" Jawab Hafizah.


"Baiklah besok kita ke rumah abi,aku akan menyerahkan kamu kembali kepada abi,seperti dulu aku meminta mu padanya" Kata Bastian.


Hafizah pun kembali ke kamarnya dengan perasaan tenang,ia merasa semua keresahannya sudah tertumpahkan. Akhirnya ia bisa mengejar apa yang menjadi keinginannya.


Pagi telah tiba,matahari bersinar cerah menyambut hari yang menyenangkan. Hafizah tengah bersiap untuk pergi ke rumah abi. Seperti yang dikatakan Bastian,hari Bastian akan menyerahkan Hafizah kembali kepada abi.


Aisyah juga bersiap,ia ingin ikut dan meminta maaf kepada abi.


Selesai sarapan mereka berangkat ke rumah abi. Hafizah sudah lebih dulu memberitahukan hal ini kepada Hafiz dan abi. Hafiz juga ingin menemani abi menyambut kepulangan adiknya yang setelah itu akan menjadi tanggung jawabnya dan abi.

__ADS_1


Sesampainya di rumah abi,mereka disambut dan dipersilahkan masuk. Mereka duduk di ruang tamu.


"Abi,sebelumnya saya minta maaf,kedatangan saya kemari mungkin akan membuat abi marah,saya benar-benar minta maaf" Ucap Bastian.


"Nak Bastian katakan saja abi tidak akan marah,apakah mengatakan tujuan nak Bastian datang kemari adalah sebuah kesalan,sehingga abi harus marah?" Abi tersenyum tenang.


"Sebenarnya saya dan Hafizah sudah tidak bisa bersama lagi,kami tidak saling mencintai,dengan Hafizah terus berada di sisi saya itu akan membuat Hafizah semakin terluka. Kami sudah memutuskan untuk berpisah" Ucap Bastian sedikit gugup,ia takut jika abi akan beranggapan lain kepadanya.


"Abi,Ais minta maaf,semua ini karena Ais yang egois,Ais tidak memperdulikan perasaan orang lain,mohon maafkan Ais abi" Aisyah meminta maaf dan bersujud di kaki abi.


"Ais..." Semua terperanjak melihat yang dilakukan Aisyah.


"Ais...abi sudah tau semuanya kamu tidak perlu seperti ini" Abi membangunkan Aisyah dari posisi bersujudnya. "Hafiz sudah menceritakan semuanya kepada abi sebelum Hafizah bercerita dan abi akan menyetujui apa yang menjadi keputusan kalian,walau memang perceraian seharusnya dihindarkan namun kalian tidak ada pilihan" Jelas abi.


"Sekarang ucapkan talak kepada Hafizah!" Abi menyuruh Bastian mengucapkan talak sebagai tanda perceraian mereka secara agama.


"Baik abi...." Ucap Bastian.


Untuk terakhir kalinya Bastian mencium kening Hafizah dan sekali lagi meminta maaf,kemudian ia mengucapkan talak. Hari itu Bastian dan Hafizah telah sah bercerai secara agama.


Aisyah menitikan air mata,ia berhambur memeluk Hafizah. Hafizah tersenyum,ia sangat menyayangi Aisyah dan keluarganya.


"Maafkan aku Fizah..." Ucapan Aisyah dengan air mata berderai di pipi.


"Inilah jalan terbaik kita kak,semoga kakak selalu bahagia,kakak tidak boleh sedih dan menyalahkan diri sendiri,aku baik-baik saja,aku akan bahagia. Aku juga minta maaf tidak bisa memenuhi keinginan kakak" Hafizah dan Aisyah berpelukan erat.


"Tolong segera diurus surat perceraian untuk Hafizah nak Bastian!" Ucap abi.


"Baik abi,saya akan segera mengurusnya" Jawab Bastian.

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu,menitikan air mata. Cerita cinta dan pengorbanan yang saling mereka berikan satu sama lain membuat keistimewaan tersendiri dalam hubungan mereka.


Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin


__ADS_2