
Semua keluarga telah berkumpul di rumah sakit,hari itu sebelum Aisyah melakukan cesar,ijab qabul pernikahan Bastian dan Hafizah akan dilaksanakan. Semua keluarga terpaksa menyetujui kemauan Aisyah,mereka tak ingin membuat Aisyah terluka lebih dalam,walaupun tidak dapat dipungkiri pernikahan ini pun membuatnya terluka.
Pak Abdullah sendiri yang akan menikahkan putrinya. Mereka menikah tanpa ada pesta maupun gaun pengantin. Semua dilakukan hanya semata-mata karena Aisyah.
Bastian tidak tega melihat Aisyah yang menangis dalam senyuman,tapi ia khawatir jika ia menolak Aisyah akan semakin terluka dan tak mampu melewati masa sulitnya. Walaupun Bastian masih menyimpan cinta untuk Hafizah namun cinta itu tak sebesar cintanya kepada Aisyah.
Hafizah pun tak bisa berkata-kata,ia memang mencintai Bastian namun ia tak mau merebut Bastian dari Aisyah. Ia tak mau merusak kebahagiaan sepasang suami istri itu. Namun dengan alasan Aisyah yang memaksa demi kebahagiaannya agar dapat melewati masa sulit melawan penyakitnya,Hafizah terpaksa menyetujuinya.
Semua yang ada di ruangan itu meneteskan air mata saat Bastian mengucapkan ijab qabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Siti Hafizah binti Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai"
"Sah"
"Sah"
Tangisan umi dan Hafizah pecah.
"Selamat ya mas,Fizah..." Ucap Aisyah.
"Ais...." Bastian memeluk erat tubuh Aisyah.
"Mas,harusnya kamu memeluk pengantinmu...cium keningnya dan biarkan dia mencium tangan mu" Aisyah minta Bastian mencium kening Hafizah.
Hafizah masih dalam pelukan umi Maryam,Hafiz tak sanggup menyaksikan ini,ia memilih untuk keluar menuju parkiran dan menangis sejadi-jadinya di dalam mobil.
Hari ini semua permintaan Hafizah dipenuhi,ia tak mau ada satu pun permintaan yang ditolak.
Bastian benar-benar memberikan ciuman di kening Hafizah dan Hafizah mencium tangan Bastian.
"Mas,Fizah...mendekatlah!" Kata Aisyah.
Bastian dan Hafizah mendekat,mereka ada di samping kiri dan kanan Aisyah. Aisyah memegang tangan keduanya.
"Mas,berbahagialah dengan Hafizah,jangan takut aku tak akan marah,justru aku akan bahagia. Dan jangan takut kehilangan aku,aku tetap bersama mu" Ucap Aisyah kepada Bastian.
__ADS_1
"Kak Hafiz tak akan mengambil ku dari mu" Ledek Aisyah lagi,saat melihat Hafiz membuka pintu ruangan Aisyah.
"Fizah,sekarang Bastian adalah suami mu,kamu berhak atas dia,kamu harus membuatnya bahagia...dan kalian tidak boleh mengecewakan aku" Ucap Aisyah.
Sungguh peristiwa yang tidak bisa dibayangkan,seorang istri menikahkan suaminya dengan wanita lain. Namun itulah Aisyah selalu berkorban untuk kebahagiaan orang lain.
Hafiz berjalan mendekati Aisyah,Bastian masih mengenggam erat tangan Aisyah.
"Ais..." Ucap Hafiz saat sudah berdiri di samping Aisyah. Aisyah melihat ke arah Hafiz.
"Aku sudah memenuhi janji ku,sekarang giliran mu untuk memenuhi janji mu" Ucap Hafiz mengingatkan Aisyah akan janjinya untuk melewati masa-masa ini dengan bahagia.
"Iya kak,aku ingat janji ku,kakak jangan khawatir. Insya Allah aku akan berjuang melewati semua ini,kalian harus berdoa untuk ku" Aisyah akan berusaha memperjuangkan bayinya,itulah yang harus ia lakukan saat ini.
Dokter datang dengan seorang perawat untuk membawa Aisyah ke ruang operasi,jadwal operasi telah tertunda satu jam karena acara pernikahan itu.
"Dokter Aisyah,anda sudah siap?" Ucap dokter Ririn,dokter kandungan Aisyah.
Aisyah mengangguk. Mereka pun memindahkan Aisyah ke kursi roda,Bastian mendorongnya menuju ruanga operasi,semua keluarga mengikuti dan akan menunggu di ruang tunggu. Sedangkan Bastian menemani Aisyah ke dalam ruang operasi.
Semua keluarga tampak berdoa,mendoakan Aisyah agar persalinannya berjalan dengan lancar,bayi dan ibunya selamat.
Aisyah sudah berada di dalam ruang operasi ditemani Bastian,mereka juga berdoa agar semuanya bisa terlewati,Aisyah dan bayinya akan selamat.
Setelah beberapa jam kemudian,operasi selesai. Aisyah dan bayinya selamat,namun Aisyah harus melewati masa pemulihan yang ekstra dibandingkan pemulihan caesar pada umumnya. Aisyah sempat tak sadarkan diri,semua tim dokter panik begitu juga Bastian.
Setelah Aisyah sadar,mereka membawanya ke ruang rawatnya. Aisyah tersenyum memandangi bayi mungil yang sedang menyusu di tubuhnya. Wajah pucat dan air mata pun menetes,rasa bahagia yang kini ia rasakan seakan mampu mengusir rasa sakit yang selama ini ia derita.
Seluruh anggota keluarga dan rekan kerja yang berdatangan mengucapkan selamat kepada Bastian dan Aisyah. Kini berita mengenai Aisyah mengidap kanker otak sudah tersebar ke seluruh telinga orang-orang yang mengenal Aisyah. Mereka secara bergantian mendatangi Aisyah ke rumah sakit,untuk memberikan selamat dan melihat keadaan Aisyah. Mereka gembira mendengar persalinan Aisyah lancar namun mereka juga sedih mendengar Aisyah mengidap kanker otak.
Semakin hari kondisi Aisyah semakin memburuk,dokter Rizki bekerja sama dengan Hafiz,mereka sudah berusaha memberikan obat-obatan yang terbaik untuk Aisyah. Kini mereka berusaha mencari seorang ahli kimia yang mampu meracikkan ramuan herbal untuk Aisyah untuk menguatkan kondisinya sebelum operasi kanker dilakukan.
Hafizah dan umi merawat bayi Aisyah di rumah. Bayi Aisyah diberi nama Abella Ceisya Anggara yang berati bidadari surga sebagai napas kehidupan lahir dari keluarga Anggara. Seperti yang terjadi bayi itu adalah napas kehidupan untuk Aisyah.
__ADS_1
Abella terpaksa minum susu formula karena kondisi Aisyah yang memburuk dan harus dirawat di rumah sakit.
"Dokter Hafiz,kita harus segera melakukan operasi kepada dokter Aisyah sebelum semuanya semakin parah,ramuan yang di berikan tuan Habibi tidak bisa menyembuhkan,itu hanya membantu" Ucap dokter Rizki.
"Iya dok,anda benar sekali. Ngomong-ngomong karena kita sudah berteman dan kita juga seumuran bagaimana kalau panggil nama saja. Sepertinya akan terlihat lebih akrab..." Hafiz tentu tau indikasi ramuan itu,ia juga ingin terlihat lebih akrab dengan dokter Rizki,untuk itu ia ingin dipamggil nama saja.
"Baiklah,itu ide bagus" Dokter Rizki menyetujui keinginan Hafiz.
***
Pak Doni ayah Bastian telah mendengar berita ini,Bastian telah menceritakan semuanya pada ayahnya. Pak Doni ingin mengunjungi anak dan menantunya,ia membawa serta istri dan anaknya dari hasil pernikahannya yang kedua.
Pak Doni dan keluarga tiba di rumah Bastian saat sore hari. Asisten rumah tangga menyambutnya,Umi Maryam dan Hafizah turun dari lantai atas untuk menyambut mereka.
"Assalamualaikum Pak Doni" Ucap Umi dan Hafizah hanya mengekor di belakang umi,ia takut Pak Doni akan Marah ketika mengetahui Bastian menikahinya dalam situasi seperti ini.
"Waalaikumsalam Bu Maryam,Apa Bastiana masih di rumah sakit? Lalu mana cucu ku,aku akan menggendongnya!" Pak Doni berbicara lebar tanpa memperdulikan anak dan istri yang dibawanya.
"Maaf Pak,apakah Ibu dan Nona cantik ini anak dan Istri anda?" Tanya Umi yang menyadari ada dua wanita di samping Pak Doni.
"Oh iya aku hampir melupakan mereka,kenalkan Bu ini istri saya namanya Diana dan ini putri saya namanya Reysa" Pak Doni mengenalkan anak dan istrinya kepada Umi Maryam.
"Apa ini Hafizah?" Tanya pak Doni melihat Hafizah yang hanya diam dan menunduk di belakang Umi.
"Iya Pak,ini Hafizah putri Pak Abdullah,kami di sini untuk merawat bayi Aisyah" Ucap Umi.
"Kami sudah tau bu,Bastian sudah menceritakan semuanya,termasuk pernikahannya dengan Hafizah" Ternyata Pak Doni sudah tau semuanya.
Hafizah pun naik ke kamar atas untuk mengambil bayi Abella karena Pak Abdullah ingin menimang cucunya itu.
Mereka bercengkerama di ruang tengah,menimang bayi cantik Abella.
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
Jangan lupa like komen positif dan votenya
__ADS_1
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!