PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
NICOLAS PART 1


__ADS_3

Di suatu kesempatan, Romi mengungkapkan perasaannya kepada Hafizah.


"Fizah, aku minta maaf jika selama ini membuatmu tidak nyaman! sepertinya aku menyukai mu, dan aku berharap kamu mau menjadi pendamping hidup ku" ucap Romi.


"Tak apa Rom, aku merasa nyaman dengan kebersamaan kita, Bastian, Aisyah dan yang lainnya. Tapi untuk yang itu..." ucapan Hafizah menggantung.


Hafizah tidak bisa memberikan jawaban untuk cinta Romi. Ia sendiri sampai saat ini masih menganggap Romi sebagai sahabat.


"Tak apa Fizah, kamu tidak harus menjawabnya sekarang. Yang penting aku sudah mengungkapkan perasaanku, aku akan menunggu, kapanpun itu aku akan tetap menunggu!" Romi berharap dengan penantian yang sabar akan membuahkan hasil yang sempurna.


Beberapa hari kemudian


"Fizah, siang ini kamu ada waktu? aku mau mengajakmu makan siang!" tanya Aisyah kepada Hafizah di telepon.


"Oh...siang ini aku ada janji makan siang dengan Romi kak!" jawab Hafizah.


"Oh begitu? baiklah lain kali saja!" ucap Aisyah.


Aisyah ingin beretemu dengan Hafizah secara pribadi karena ada yang ingin ia bicarakan.


'Tumben kak Aisyah mengajaku makan siang, ada apa ya?' Hafizah.


Hafizah melanjutkan pekerjaannya, ia masih memikirkan tentang Aisyah yang mengajaknya makan siang.


Tiga puluh menit sebelum jam makan siang, Romi menghubungi Hafizah, ia memberitahukan bahwa ia tidak bisa menemani Hafizah makan siang kali ini karena ada urusan pekerjaan yang mendesak.


"Aku minta maaf Hafizah, maaf sekali, aku harap kamu mengerti! sebagai gantinya aku akan membawakan makan malam untuk mu dan juga abi, kita makan malam bersama di rumah mu" ucap Romi.


"Haha...tak apa Rom, santai saja! kamu tak perlu minta maaf berlebihan seperti itu!" jawab Hafizah.


"Baiklah terima kasih atas pengertianmu, sampai jumpa nanti malam! Assalamualaikum" Romi menutup panggilan.


"Waalaikumsalam" jawab Hafizah.


Hafizah tersenyum melihat tingkah Romi yang menjadikannya prioritas. Namun ia tak berani membalas cinta Romi, ia takut jika nantinya akan membuat Romi kecewa.


Hafizah memikirkan Aisyah, ia segera menghubungi Aisyah dan mengatakan bahwa ia ada waktu untuk makan siang bersamanya.


Mereka pun membuat janji makan siang di restoran dekat rumah sakit Aisyah.


"Tapi kak, mungkin Fizah bisa terlambat karena harus naik taksi!" ucap Hafizah.


"Baiklah, kalau begitu di resto dekat kantor mu saja" ucap Aisyah.


Mereka pun sepakat akan makan di restoran tempat mereka biasanya makan siang bersama, di dekat kantor Bastian.


Jam makan siang pun tiba, Aisyah bergegas menuju restoran itu.


Begitu pula dengan Hafizah, ia segera keluar dari ruangannya dengan membawa tas selempangnya. Ia berlari keluar kantor menuju restoran yang berada di seberang.

__ADS_1


Seperti yang diinginkan, Hafizah selalu tiba lebih dulu ketika membuat janji.


"Huh...ternyata kak Aisyah belum datang" Hafizah berbicara dengan nafas tersengal.


Lima menit kemudian Aisyah datang.


"Assalamualaikum" sapa Aisyah.


"Waalaikumsalam kak" jawab Hafizah.


"Sudah lama?" tanya Aisyah.


"Baru sekitar lima menit" jawab Hafizah lagi.


"Kita langsung pesan makanan ya kak?" tanya Hafizah.


"Tunggu Fizah! ada seseorang yang akan bergabung dengan kita" ucapan Aisyah membuat Hafizah bingung.


"Siapa kak? kak Bastian?" pertanyaan Hafizah tidak di jawab oleh Aisyah.


Aisyah menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Assalamualaikum, kamu dimana?" tanya Aisyah kepada seseorang di seberang telepon.


"Kami sudah menunggumu, cepatlah!"


"Siapa kak?" Hafizah semakin penasaran.


"Nanti kamu akan tau" jawab Aisyah dan tersenyum mulai memilih menu yang akan ia pesan.


"Assalamualaikum" sapa seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Hafizah.


"Waalaikumsalam" jawab Aisyah dan Hafizah bersamaan.


"Kamu sudah datang? silahkan duduk" Aisyah mempersilahkan pria itu duduk bersama mereka.


Hafizah masih bingung dengan yang ia lihat. Aisyah tiba-tiba membawa pria asing untuk makan siang bersama mereka.


"Kita pesan makanannya ya...?" tanya Aisyah langsung memilih menu.


Mereka pun memesan makanan yang diinginkan, dan makan bersama dengan tenang.


Makan siang telah usai, Aisyah akan memulai pembicaraannya dengan Hafizah.


"Fizah, mungkin ini sulit dipercaya! tapi, aku sudah menyelidikinya, dia adalah Nicolas!" ucapan Aisyah bagaikan sambaran petir untuk Hafizah.


Hafizah benar-benar terkejut dan tak percaya.


"Kakak apaan sih? jangan bercanda berlebihan!" Hafizah menundukan pandangannya.

__ADS_1


"Fizah, apa kamu sudah melupakan aku? sehingga kamu tak mengenaliku!" ucap pria itu.


"Bagaimana kamu mengakui bahwa kamu Nicolas? wajah kalian saja jelas sangat berbeda, aku mengenal Nicolas dengan baik! jangan mengada-ada!" ucap Hafizah kesal.


Aisyah pun menengahi mereka, ia menceritakan dengan detail yang dialami Nicolas.


Flashback on


Setelah kecelakaan yang dialami Nicolas, ada seorang pria paruh baya yang menemukannya dalam keadaan pingsan. Wajah Nicolas tidak bisa dikenali, ia juga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.


Tak disangka pria itu adalah seorang pengusaha ternak yang kaya di perkampungan dekat lokasi jatuhnya pesawat.


Setelah melakukan operasi patah tulang yang pertama, Nicolas sadar dari komanya. Ia tersadar dengan apa yang dialaminya, ia pun segera menghubungi orang kepercayaannya di Cina.


Semua dapat terselesaikan, ia sangat berterima kasih atas pertolongan dari pria itu. Terlebih lagi pria itu tak mau di berikan ganti rugi atas biaya rumah sakit Nicolas.


"Tuan, saya sangat berterima kasih atas semua pertolongan anda! anda seharusnya menerima pemberian saya sebagai ganti biaya yang sudah anda keluarkan untuk saya" ucap Nicolas.


"Tak apa nak Bastian, dan jangan panggil saya tuan, panggil saja bapak. Saya senang bisa menolong nak Bastian, dan saya akan lebih senang jika kita bisa berteman baik" ucap pria itu dengan tersenyum.


Untung saja Nicolas tidak hilang ingatan, ia masih bisa mengingat dengan baik. Berbagai macam operasi ia lakukan agar ia tak mengalami cacat fisik sedikitpun. Ia tetap ingin tampil sempurna di depan Hafizah.


Hingga akhirnya semua berjalan sesuai yang diharapkannya, walau wajahnya sangat banyak berubah bahkan nyaris seperti bukan dirinya. Setelah itu ia memutuskan untuk menemui Hafizah, ia ingin meminta maaf karena pernikahan mereka yang harus tertunda.


Flasback off


Hafizah tak bisa menahan air matanya, ingin rasanya ia berteriak meluapkan semua yang ia rasakan.


"Fizah, aku minta maaf, sungguh minta maaf sebesar-besarnya! karena aku, peenikahan kita tertunda sangat lama, dan aku juga minta maaf karena telah membuatmu menderita, membuat mu khawatir bahkan aku sudah membuat mu merasakan kehilangan aku! masih adakah diriku di hatimu?" Nicolas meminta maaf panjang lebar.


Hafizah tak bisa menjawab, hanya air matanya yang semakin deras.


"Em...Nicolas sebaiknya kita bicara di tempat lain!" ucap Aisyah.


"Baik Ais, Fizah kita harus bicara!" Nicolas takut jika Hafizah tidak mau mendengarkan penjelasannya.


"Fizah, sebaiknya kamu ikut dengan Nicolas, bagaimanapun semua harus dibicarakan! aku akan memintakan ijin ke kantor kamu!" jelas Aisyah.


Hafizah tidak ada pilihan, karena ia juga ingin mendengarkan penjelasan Nicolas.


Nicolas membawa Hafizah ke suatu tempat, ia menjelaskan semuanya dan meminta maaf kembali kepada Hafizah.


Hafizah menangis tersedu-sedu, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia memang masih sangat mencintai Nicolas, ia selalu berharap ada keajaiban yang mempertemukannya dengan Nicolas lagi.


"Fizah, masih maukah kau menikah dengan ku?" tanya Nicolas penuh harap.


Hafizah menjawabnya dengan mengangguk, mulutnya tidak bisa mengucapkan apapun, ia terlalu bahagia sehingga air matanya pun tidak bisa berhenti.


Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin

__ADS_1


__ADS_2