
Hari ini Aisyah merencanakan sesuatu yang akan menjawab semua kegundahan hatinya. Ia akan mengundang Hafiz dan Hafizah untuk makan malam bersama di rumahnya,hanya dia,Bastian,Hafiz dan Hafizah.
Ia segera menghubungi Hafiz dan juga Hafizah untuk meminta mereka datang ke rumahnya pada saat makan malam nanti.
Hafiz bersedia begitupun Hafizah. Mereka tidak ada yang curiga dengan rencana di balik makan malam ini.
Hafizah juga telah memberitahukan kepada Bastian agar pulang lebih awal dan Bastian pun setuju.
Semua telah dipersiapkan dengan sempurna oleh Aisyah. Menu makan malam yang ia masak sendiri dibantu asisten rumah tangganya serta segala sesuatu yang akan terjadi di balik rencananya.
Bastian telah pulang dari kantor,ia benar-benar menepati janjinya kepada Aisyah.
"Assalamualaikum sayang.." Ucap Bastian yang melihat Aisyah tengah duduk di depan rumah menunggunya.
"Waalaikumsalam sayang...sini aku bawakan tasnya" Jawab Aisyah dan langsung mencium tangan Bastian dan meraih tas kerjanya.
Bastian tersenyum dan mencium kening Aisyah. Mereka pun bergandengan tangan masuk ke dalam rumah menuju kamar.
"Sayang,memangnya kamu mau kemana meminta ku pulang lebih awal?" Tanya Bastian yang sedang melepas jas dan sepatunya dibantu oleh Aisyah.
"Aku cuma mau makan malam saja mas,bareng sama kamu juga" Jawab Aisyah.
"Biasanya aku juga menemani mu makan malam kan...?" Ucap Bastian.
"Tapi ini beda mas,aku mengundang kak Hafiz dan Hafizah juga untuk makan malam bersama kita" Jelas Aisyah.
"Deeeg...." Hati Bastian berdebar saat Aisyah menyebutkan bahwa Hafizah akan makan malam bersama mereka.
Waktu makan malam telah tiba,Hafiz dan Hafizah datang menepati janji mereka.
"Assalamualaikum..." Ucap Hafiz yang baru datang.
"Waalaikumsalam..." Bastian dan Aisyah menjawab bersamaan.
"Kalian sudah datang...mari masuk" Aisyah menyambut tamunya,ia menggandeng tangan Hafizah untuk masuk bersamanya dan Hafiz mengikuti dari belakang.
"Kita langsung ke meja makan saja ya...sudah ku siapkan" Ucap Aisyah. Dan mereka pun berjalan bersama menuju meja makan.
Mata Bastian dan Hafizah sempat bertemu,ada desiran di hati masing-masing,tampak keduanya begitu canggung. Aisyah masih menggandeng tangan Hafizah. Ia juga menyadari rasa canggung dari Hafizah dan suaminya.
'Mas aku semakin yakin,kamu dan Hafizah memang saling menyukai,entah sejak kapan rasa itu tumbuh aku pun tak tau' Aisyah.
__ADS_1
Mereka telah duduk di kursi masing-masing. Hafizah di samping Hafiz dan berhadapan dengan Bastian,sedang Aisyah berhadapan dengan Hafiz. Ia sengaja mengatur tempat duduk seperti itu agar Bastian dan Hafizah berhadapan,karena dengan posisi seperti itu mereka akan sering bertemu pandang dan Aisyah bisa menilai yang terjadi.
Sebelum makan tak lupa mereka berdoa,suasana di meja makan begitu hening. Mereka menikmati makanan di piring masing-masing. Bastian tidak berani menampakkan kemesraannya dengan Aisyah,entah kenapa keberaniannya untuk bersikap romantis kepada istrinya kali ini hilang,ia seperti tidak tenang.
Makan malam telah selesai,Aisyah membereskan meja makan dan Hafizah membantunya.
"Fizah..." Aisyah ingin menanyakan sesuatu kepada Hafizah.
"Iya kak..." Jawab Hafizah.
"Eh tidak...tidak ada apa-apa" Aisyah mengurungkan niatnya.
'Aku tidak mungkin menanyakan perasaan Hafizah terhadap suami ku,ia tidak akan menjawab dengan jujur' Aisyah.
'Sebenarnya kenapa kak Aisyah,sepertinya ada yang mengganggu pikirannya' Hafizah
"Hafizah,kita sudah lama sekali saling mengenal,bahkan kita bersama saat kecil. Kamu sudah seperti adik ku sendiri dan aku seperti kakakmu. Aku harap hubungan ini akan terus terjaga,aku juga tidak mau ada yang tidak jujur diantara kita,aku tidak mau ada yang disembunyikan" Ucap Aisyah panjang lebar.
"Kenapa kak Aisyah berbicara seperti itu...apa kita pernah saling menutupi sesuatu atau Fizah pernah tidak jujur kepada kakak..?" Hafizah tak mengerti arah pembicaraan Aisyah.
"Tidak Hafizah,bahkan kamu begitu baik dan menganggap ku seperti kakak mu sendiri,kamu juga selalu jujur kepada siapa pun" Aisyah.
Mereka saling tersenyum. Dan setelah selesai mereka menghampiri Hafiz dan Bastian yang telah lebih dulu duduk di ruang tengah.
Bastian tidak sengaja melihat ke arah Hafizah,ia menyadari sikap Hafizah. Seakan-akan ia pun bisa mengerti perasaan Hafizah.
"Mas,kak Hafiz,Hafizah aku mau bertanya sesuatu tapi kalian harus menjawabnya dengan jujur,aku begitu menyayangi kalian apa kalian juga menyayangi ku?" Aisyah memulai pembicaraan.
"Kamu ngomong apa sih sayang..." Tanya Bastian tak mengerti apa yang ingin di bicarakan istrinya.
"Jawab saja..." Kata Aisyah.
"Sayang kamu tidak perlu bertanya seperti itu,kamu juga sudah tau jawabannya. Aku yakin Hafiz dan Hafizah juga sangat menyayangi mu kalian sudah seperti saudara kandung" Ucap Bastian.
"Kalau begitu kalian harus jujur..." Aisyah mengambil nafas dalam menata perasaan agar siap dengan kejujuran mereka.
"Apa kamu pernah punya hubungan dengan Hafizah mas...?" Pertanyaan Aisyah membuat detak jantung Bastian serasa berhenti.
"Kamu ngomong apa sih sayang?" Tanya Bastian.
Hafiz dan Hafizah saling tatap. Mereka tak tahu kenapa Aisyah bisa tahu tentang ini.
__ADS_1
"Jawab saja mas...Hafizah" Aisyah tersenyum dan menggenggam tangan Bastian tak mau ada kebohongan diantara mereka.
Tidak ada yang bisa menjawab,mereka hanya saling pandang.
"Bukankah kalian menyayangi ku dan berjanji akan selalu jujur pada ku,tidak akan ada rahasia di antara kita" Aisyah mengharapkan kejujuran mereka.
"Sayang,mungkin kamu sudah salah paham! Tidak ada apa-apa di antara aku dan Hafizah" Jelas Bastian "Iya kan Hafizah..?" Bastian memandang Hafizah.
"I..iiya kak Aisyah" Jawab Hafizah.
"Kalian berbohong,,,jujur saja aku tidak akan marah sedikit pun" Aisyah masih menggenggam erat tangan Bastian.
Hafiz menyaksikan Aisyah begitu sakit. Ia tidak tega jika harus membohongi Aisyah. Aisyah akan sangat marah jika dibohongi ia akan bertambah sakit,Hafiz sangat mengenal Aisyah.
"Aisyah darimana kamu tau sehingga kamu berpikiran seperti itu?" Tanya Hafiz.
"Hati tidak bisa dibohongi kak,hati ku berkata demikian" Jawab Aisyah.
Hafiz memandang ke arah Bastian di depannya kemudian Hafizah di sampingnya. Lalu ia berkata "Aisyah,dulu mereka memang mempunyai hubungan tapi tidak untuk sekarang"
Aisyah tersenyum mendengar jawaban Hafiz. Seketika Bastian dan Hafizah melihat ke arah Hafiz.
Aisyah membelai lembut pipi Bastian dan berkata "Mas aku harap kamu bisa jujur pada ku,kalian masih saling mencintai bukan..?"
Bastian benar-benar hancur,ia tak mau menjadi pecundang di hadapan Hafizah,ia pun tak tega jika harus membohongi istri tercintanya itu,namun ia juga takut jika Aisyah marah dan meninggalkannya.
"Sayang,tolong jangan tanyakan itu lagi mas tidak akan menjawabnya" Ucap Bastian.
Hafizah masih menundukkan kepala,tangannya saling menggenggam satu sama lain keringat dingin keluar. Ia benar-benar tidak berani menatap mata siapa pun yang ada di situ.
"Ais...mungkin aku harus menjelaskan sesuatu tapi aku berharap kamu bisa mengerti dan menendalikan diri" ucap Hafiz
Hafiz pun menceritakan semuanya di depan mereka,saat Bastian dan Hafizah bertemu sampai saat sekarang.
"Namun sekarang Hafizah akan pergi,ia akan bekerja di perusahaan paman di Malang. Mereka telah berusaha saling melupakan" Tambah Hafiz.
*bersambung.....
Untuk para readers semoga kalian suka ya....
Jangan lupa like komen positif dan votenya
__ADS_1
Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers*!!!