PENGORBANAN AISYAH

PENGORBANAN AISYAH
DUDA KAYA


__ADS_3

Setahun setelah kepergian Hafizah, semuanya tak ada yang berubah, hanya saja Abella semakin merindukan Hafizah.


Hafizah hanya bertukar kabar dengan keluarganya lewat pesan singkat juga telepon.


Hari ini Hafizah akan berkunjung ke rumah abi,setelah setahun lamanya. Sebagai seorang kakak Hafiz tentu merasa sangat senang, sekarang adik tersayangnya itu akan pulang kembali bersama-sama dengan mereka lagi.


"Fizah baik-baik saja kak, dan Fizah juga sangat bahagia. Lusa Fizah akan pulang karena ada kabar gembira yang harus kalian dengar." Pesan singkat dari Hafizah itu membuat Hafiz gembira, ia pun memberitahukan kabar itu ke seluruh anggota keluarga termasuk Aisyah.


"Assalamualaikum Fizah" Hafiz menghubungi Hafizah karena hari ini Hafizah akan berangkat dari Malang menuju Martapura.


"Waalaikumsalam kak" sahut Hafizah.


"Jam berapa pesawat mu mendarat? nanti biar kakak jemput!" ucap Hafiz.


"Tidak usah kak, kakak tak perlu repot-repot menjemput ku, aku bisa sendiri kak!" Hafizah.


"Tumben sekali tak mau dijemput, ya sudah jika itu mau mu. Kakat tutup dulu teleponnya, hati-hati di perjalanan! Assalamualaikum" Hafiz.


"Waalaikumsalam." Panggilan terputus. Hafizah tampak bersemangat ingin segera sampai di bandara Banjarbaru. Ada seseorang yang sedang melakukan perjalanan yang sama dengannya menuju bandara itu. Mereka akan bertemu di bandara.


Pesawat Hafizah lebih dulu mendarat,sehingga Hafizah harus menunggu seseorang yang akan pulang bersamanya itu.


Hampir satu jam kemudian seseorang itu muncul di hadapan Hafizah. Hafizah menyambutnya dengan senyuman manis.


"Assamulaikum tuan putri" ucap orang itu.


"Waalaikumsalam" Hafizah menjawab salam dengan malu-malu.


"Bisakah kita berangkat sekarang tuan putri?" dan Hafizah mengangguk seraya tersenyum.

__ADS_1


Mereka berangkat dari Bandara Samsudinor Banjarbaru menuju kota Martapura menggunakan taksi. Sesampainya di depan gerbang pesantren taksi berhenti,sudah ada Hafiz yang menunggu.


Hafizah turun dari taksi tersebut diikuti seorang pria. Betapa terkejutnya Hafiz ketika tahu pria yang mengantar adiknya pulang adalah sahabatnya.


"Assalamualaikum kak" ucap Hafizah.


"Waalaikumsalam..." sahut Hafiz bengong tak percaya mereka pulang bersama.


"Kalian...?" pertanyaan Hafiz menggantung.


"Iya kak,nanti aku jelaskan di depan abi, sekarang bisakah kita masuk?" tanya Hafizah.


"Oh iya tentu, mari..." mereka berjalan menuju rumah abi. Hafiz membawakan koper milik Hafizah. Sedangkan pria itu membawa koper miliknya sendiri. Mereka saling menanyakan kabar sambil berjalan beriringan.


Abi sudah berada di teras rumah menunggu putra dan putrinya. Abi juga terkejut melihat siapa tamu yang dibawa putrinya.


"Assalamualaikum abi..." ucap Hafizah yang berjalan paling depan.


"Iya abi..." Nicolas dan Hafizah mencium tangan abi.


Abi mempersilahkan mereka masuk. Mereka pun lalu duduk di kursi ruang tamu. Hafiz mengambilkan minuman untuk mereka.


"Nak Nicolas apa kabar?" tanya abi.


"Alhamdulillah abi, saya sehat. Bagaimana dengan abi?" Nicolas bertanya balik tentang keadaan abi.


"Alhamdulillah abi juga sehat. Bagaimana bisa pulang bersama Hafizah?" tanya abi lagi.


"Iya abi, saya sengaja bertemu dengan Hafizah di bandara dan pulang bersama, karena ada yang ingin saya bicarakan dengan abi" Nicolas dengan mantap menyampaikan tujuannya.

__ADS_1


"Apa itu? bicaralah nak!" ucap abi.


"Saya berniat melamar Hafizah abi, jika abi mengijinkan. Namun saya tidak bisa membawa serta orang tua saya kemari, karena mereka sekarang tinggal di Amerika dan telah menetap di sana, mungkin jika waktunya memungkinkan mereka bisa berkunjung kemari suatu hari nanti" ucap Nicolas panjang lebar, berharap abi menerima lamarannya.


"Abi tidak bisa menentukan, semua tergantung Hafizah" abi menatap Hafizah.


Hafizah menunduk malu.


"Bagaimana Fizah, nak Nicolas bermaksud melamar kamu. Mantapkan hati mu nak, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan" tutur abi.


"Sebenarnya kami sudah membicarakan hal ini sebelumnya abi, dan kami sudah sepakat. Hafizah menerima lamaran ini abi" jawaban Hafizah membuat Nicolas dan Hafiz tersenyum lega.


Karena sebenarnya Hafiz sudah mengetahui tentang hubungan mereka, Hafizah adalah tipe seorang adik yang tak bisa menyimpan rahasia terhadap kakaknya. Namun Hafiz tak menyangka Nicolas akan secepat ini melamar Hafizah.


Nicolas mempunyai status yang sama dengan Hafizah. Ia seorang duda muda yang kaya. Dulu Nicolas nenikah karena sebuah perjodohan, namun usia rumah tangganya tidak lama. Istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan. Nicolas bukan tipe pria yang mudah berdekatan dengan wanita. Tapi saat bertemu Hafizah, ia merasakan ada sesuatu yang lain pada diri Hafizah yang tak dimiliki wanita lain. Ia pun jatuh cinta pada pandangan pertama walaupun tanpa ia ketahui saat itu Hafizah masih sah menjadi istrinya Bastian.


Percakapan mereka berakhir saat adzan ashar berkumandang. Abi berpamitan untuk shalat ashar di masjid bersama para santri. Hafizah, Hafiz dan Nicolas shalat di kamar masing-masing.


Untuk beberapa hari kedepan Nicolas akan tinggal di rumah abi. Karena ia juga berteman baik dengan Hafiz dan pernah tinggal di rumah itu juga sebelumnya.


Hati Hafizah berbunga-bunga, bagaikan taman bunga yang bermekaran di pagi hari.


Pak Abdullah juga senang, akhirnya putri tercintanya bisa bangkit dari luka lamanya dan menemukan kebahagiaan seperti yang ia inginkan.


Pak Abdullah berniat mengundang keluarga Aisyah dan Umi Maryam untuk makan malam bersama, dan menyampaikan kabar gembira ini. Pak Abdullah tidak pernah membenci Aisyah ataupun Bastian walau Hafizah pernah menderita karena mereka. Aisyah tetap menjadi salah satu putri Pak Abdullah, di mata Pak Abdullah, Aisyah yang sekarang tetaplah Aisyah yang dulu, tidak ada yang berubah ataupun harus dirubah.


Mereka menghubungi para juru masak pesantren untuk menyiapkan makan malam. Hafizah, Hafiz dan Nicolas juga ikut membantu di dapur. Mereka begitu bersemangat, saat makan malam nanti Nicolas akan menghubungi orang tuanya melalui video call. Ia akan menunjukkan betapa cantik calon istrinya kepada orang tuanya, dan akan memperkenalkan orang tuanya kepada abi.


Untuk para readers semoga kalian suka ya....

__ADS_1


Jangan lupa like komen positif dan votenya


Author sangat berterima kasih atas semua dukungan kalian,tanpa kalian author bukan apa-apa,,,thanks!!! Love you readers!!!


__ADS_2