
Dua tahun kemudian
Gedung bertingkat yang megah,bangunan yang difungsikan sebagai rumah sakit swasta yang diberi nama Family Medical Center milik seorang dokter cantik Siti Aisyah. Kini rumah sakit tersebut sudah beroperasi.
Hari ini pemilik gedung tersebut untuk pertama kalinya berkunjung ke tempat itu. Semua yang mendengar berita tersebut seolah tak percaya. Dokter Siti Aisyah yang tertulis sebagai pemilik,dua tahun lalu ia telah dikabarkan meninggal dunia karena penyakit kanker otaknya,pada saat itu ia sedang menjalani pengobatan di luar negri sehingga jasadnya pun dimakamkan di negara tersebut,begitu berita yang diterima oleh keluarga dan masyarakat.
Tapi ternyata kini ia datang dan berkunjung ke Rumah Sakit miliknya. Aisyah berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit diiringi senyuman yang selalu menghiasi bibirnya. Ia memakai setelan jas putih dengan jilbab berwarna tosca,dua orang pria yang juga mengenakan setelan dokter berjalan mengiringi langkahnya dari belakang.
Semua perawat dan pekerja di rumah sakit itu sangat terkejut dengan kedatangan Aisyah,orang yang telah di kabarkan meninggal kini tiba-tiba datang.
"Dokter Aisyah.." Sapa salah seorang perawat yang mengenali Aisyah. Perawat itu berdiri mematung sambil menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Aisyah membalas dengan senyuman. Sampailah ia pada sebuah ruangan,yg sangat luas. Ruangan pemilik Rumah Sakit akan bekerja. Selama ini ruangan itu kosong,penanganan Rumah Sakit dilakukan oleh Bastian,namun ia tak pernah berkunjung ke tempat itu. Semua ia lakukan dari rumah.
"Akhirnya kamu bisa kembali dan bisa menempati tempat ini Ais" Ucap Hafiz.
Selama ini memang Hafizlah yang mengatur semua pengobatan Aisyah. Karena disaat keberangkatan Aisyah tiba-tiba Bastian jatuh sakit sehingga tidak bisa menemani Aisyah. Dan Bastian hilang kontak dengan mereka dua hari setelah keberangkatan mereka. Mereka melihat berita di televisi dan internet bahwa seorang pasien kanker otak asal dari Indonesia meninggal saat menjalani operasi di salah satu rumah sakit di negara Singapura.
"Alhamdulillah kak,terima kasih atas semuanya" Ucap Aisyah
Hafiz menghubungi kepala rumah sakit,ia memberitahukan semuanya tentang kepengurusan.
Aisyah mendengar bahwa Bastian tidak pernah datang ke rumah sakit,ia juga mendengar selama ini Bastian menjalani kehidupannya dengan mengurung diri di kamar. Makan dan apapun di kamar,ia juga masih menjalani rumah tangganya dengan Hafizah. Namun selain bi Minah tidak ada yang tahu bahwa Bastian dan Hafizah tidak pernah satu kamar. Mereka tidur sekamar hanya pada saat orang tua mereka berkunjung. Jadi sampai saat ini Hafizah belum di sentuh Bastian sekali pun.
"Kak setelah ini bisakan kakak mengantar ku pulang ke rumah Bastian?" Tanya Aisyah kepada Hafiz.
"Tentu Aisyah,ini akan menjadi kejutan untuk mereka" Hafiz pun bersemangat.
__ADS_1
"Bagaimana dengan aku...?" Tanya seseorang yang ikut dengan Aisyah dan Hafiz. Seorang ahli kimia dari Indonesia namun secara tidak sengaja mereka bertemu di Singapura saat Aisyah melakukan pengobatan.
"Kamu ikut dengan kami,kita akan memberikan kejutan kepada keluarga kami" Ucap Hafiz. Mereka semua tersenyum membayangkan kebahagiaan yang akan di terima keluarga mereka.
Pria yang bersama Aisyah dan Hafiz bernama Nicolas,teman SMA Hafiz o dan sekarang menjadi seorang ahli kimia. Nicolas sekarang tinggal di Cina untuk mengembangkan penemuan obat-obatan secara herbal.
Mereka telah sampai di kediaman Bastian. Kedatangan mereka tentu mengejutkan seisi rumah. Hafizah yang sedang menyuapi Abella terkejut,ia pun berlari ke ruang tamu. Ketika melihat siapa yang datang,Hafizah tidak bisa berkata-kata lagi,ia berdiri mematung tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Bi Minah tanpa menunggu perintah langsung berlari menuju kamar Bastian untuk memberitahukan siapa yang datang.
"Tuan...tuan...buka pintunya tuan..." Ucap bi Minah sambil terus mengetok pintu kamar Bastian.
"Ada apa bi...?" Tanya Bastian sedikit kesal karena bi Minah tidak seperti mengetuk pintu tapi menggedor pintu kamarnya.
"Itu tuan...tuan segera turun..." Ucap bi Minah gemetaran tapi penuh kebahagiaan.
"Siapa memangnya yang datang bi..." Tanya Bastian yang langsung turun karena penasaran.
Aisyah tersenyum dan mengucapkan salam menyapa semuanya. Ia melihat bayi perempuan berumur sekiatar dua tahun di gendong bi Minah,ia tahu pasti itu Abella anaknya.
Aisyah segera menghampiri Abella.
"Sayang...anak mama sudah gede ya.." Aisyah meraih Abella dari tangan bi Minah. Namun Abella malah menangis karena tak mengenali ibunya.
Bastian berjalan menuju dimana Aisyah berdiri.
"Aisyah...benarkah ini dirimu? Aisyah ku? Aisyah yang selama ini ku rindukan?" Bastian berbicara dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Iya mas,ini aku Aisyah mu..." Ucap Aisyah dan langsung meraih tangan Bastian dan menciumnya. Tangisan pun pecah ketika Bastian memeluk Aisyah. Semua yang ada di ruangan itu,menangis bahagia. Bastian membawa Aisyah duduk di ruang tamu Hafizah memangku Abella,Hafiz dan Nicolas duduk bersebelahan. Setelah saling menanyakan kabar,mereka menantikan cerita Aisyah bagaimana ia bisa kembali setelah kabar yang mereka terima tentang Aisyah.
Flashback on
Hari itu ketika Aisyah akan berangkat ke Singapura untuk pengobatannya,tiba-tiba Bastian jatuh sakit sehingga tidak bisa menemani Aisyah. Dan Bastian mempercayakan kepada Hafiz untuk menemani Aisyah.
Mereka terbang menuju Singapura. Sesampainya di bandara Singapura mereka akan menuju sebuah hotel yang berdekatan dengan rumah sakit dimana Aisyah akan dirawat.
Di perjalanan menuju hotel tiba-tiba taksi yang mereka tumpangi hilang kendali karena ban mobil taksi tersebut pecah dan menyebabkan kecelakaan. Aisyah tak sadarkan diri,Hafiz yang panik dengan keadaan Aisyah tak lagi menghiraukan barang-barang berharga mereka. Sepertinya ada yang memanfaatkan situasi itu. Mereka kehilangan ponsel,uang dan barang berharga lainnya. Sesampainya di rumah sakit Hafiz baru menyadarinya.
,
Tidak ada yang bisa ia lakukan. Namun Allah tak membiarkannya kesulitan,ia bertemu teman SMAnya di halaman rumah sakit itu.
Nicolas adalah teman Hafiz semasa SMA,kini Nicolas menjadi seorang ahli kimia dan ia mendirikan sebuah rumah pengobatan herbal di Cina. Saat itu ia hanya berkunjung ke Singapura untuk suatu keperluan.
Mereka saling menyapa dengan obrolan basa-basi. Nicolas pun bertanya tentang tujuan Hafiz ke Singapura dan sekarang berada di rumah sakit. Hafiz menceritakan semuanya,tentang tujuannya dan hal yang mereka alami.
Nicolas menawarkan bantuan agar Aisyah dirawat di rumah pengobatannya di Cina. Sudah terbukti banyak pasien dengan penyakit kronis yang sembuh dengan pengobatannya.
Hafiz menyetujuinya,dan mereka pun terbang ke Cina berkat bantuan Nicolas. Hafiz ingin sekali menghubungi keluarganya,namun tak satu pun no telepon keluarga yang diingatnya. Dari dulu hanya no ponsel Aisyah yang ia hafal.
Aisyah ditangani Nicolas tanpa operasi,ia menggunakan rumuan-ramuan herbal yang ia ciptakan sendiri untuk membunuh perkembangan kanker di kepala Aisyah. Dengan kesabaran dan jerih payah Nicolas yang dibantu Hafiz dan seorang perawat perempuan berhasil membuat keadaan Aisyah semakin membaik.
Bagaimana pun kondisi mental Aisyah juga sebagai kunci kesembuhannya,Hafiz sebisa mungkin membuat Aisyah merasa nyaman dan bahagia. Kini kedekatannya bukan lagi sebagai pria yang menyukai seorang Aisyah namun lebih sebagai seorang kakak.yang ingin melindungi adik tersayangnya.
Butuh waktu lama untuk kesembuhan dan pemulihan kondisi Aisyah. Aisyah tak ingin pulang dengan kondisi yang belum sepenuhnya baik. Kini penantian Aisyah berbuah hasil,ia sudah dinyatakan sembuh total dari kanker otak tanpa operasi,sungguh sebuah keajaiban. Allah telah mendengar dan mengabulkan doanya. Allah telah menunjukan kuasaNya. Aisyah kembali ke tanah air dengan selamat,ia ingin memberikan kejutan yang luar biasa ini kepada keluarganya.
__ADS_1
Flashback off
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin