Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 17 Kepergian Bi Rini


__ADS_3

"Apa maksudmu hah!? Mau kamu apakan Kayra? Dia tu enggak tau apa-apa!"


"Dengar ya kak! Aku punya rencana ku sendiri. Aku bakal pertahanin dia (Buah hatinya) dan juga sekolah ku, aku udah minta tolong sama Kayra untuk gantiin aku selama sekolah nanti dan dia setuju! Sekarang tinggal keputusan kakak aja, kakak mau ngasih tau semua orang silahkan! Kalau itu terjadi, aku terpaksa meninggalkan dia! Aku enggak akan maksa kakak kok... Hiks... Terserah kakak.... Karena ini memang salah ku.... Hiks"


Tanpa sadar air mata Kiara terjatuh membasahi wajahnya. Kemudian ia berlari pergi meninggalkan Kenzo sendiri di sana.


Kayra yang dari tadi melihat itu semua, menjadi prihatin pada Kiara. Pantas saja, ia meminta hal itu padanya.


"Baiklah, aku akan membantu Kiara sebisa mungkin!"


Tiba-tiba seseorang tepat di belakang Kayra mendekati dirinya.


"Hei, Lo ngapain disini?"


"Hah?!" Sontak Kayra menoleh dan terkejut melihat seseorang di hadapannya.


...****************...


"Gue mau mau balik aja! Malas lama-lama di sini!" Gumam Kiara. Ia berlari ke arah kamar inap Bi Rini. Setelah ia masuk, ia melihat Ayu yang sedang panik dekat Bi Rini.


"Kia! Dimana? Dimana Kenzo sama Kayra!" Kata Ayu panik. Tepat di sebelahnya Bi Rini kesusahan bernafas.


"Hah? Tadi kak Kenzo di luar, kalau Kayra enggak tau! Sudah panggil dokter nya kak?" Tanya Kiara yang tidak kalah paniknya.


"Aku sudah tekan tombol itu, tapi mereka lama banget datang nya, kamu tunggu sini ya!" Ayu bergegas pergi mencari dokter atau perawat.


Tak lama setelah Ayu pergi, Kenzo datang dan melihat kondisi Bi Rini.


"Hah?! Bibi!" Kenzo berlari ke arahnya.


"Bibi kenapa, Ki?" Tanya Kenzo.


"Aku enggak tau kak!"


"Bi! Bertahanlah sebentar bi! ku mohon!" Kenzo menekan tombol itu berulang kali. Karena menurutnya itu tidak bekerja, ia ingin keluar mencari seseorang untuk membantunya.


Tetapi tangan Kenzo di tahan oleh Bi Rini. Seketika langkah Kenzo terhenti.


"Bibi... Aku mau pergi cari dokter dulu ya Bi" Kata Kenzo lembut dan dengan pelan melepaskan genggaman dari Bi Rini.


Bi Rini hanya menggelengkan kepalanya. Mulut Bi Rini bergerak seakan-akan ingin mengatakan sesuatu. Kenzo mendekatkan kepalanya.


"Nak... Hosh... Kamu kakak yang baik... Hosh... Jadi... Hosh... Jagalah... Hosh... Mereka... Hosh... Kayra... Dan... Kiara.... Hosh..."


"Bibi!"


Tiba-tiba Ayu datang membawa dokter dan dua orang perawat. Mereka lalu menyuruh mereka keluar untuk memeriksa Bi Rini.


...****************...


"Eng... Aaa..."


Aduh, siapa lagi ini? Batin Kayra.

__ADS_1


"Lo kenapa sih? Jadi gagap gitu ketemu Gue?" Kata orang itu.


"Hahah... Eng... Enggak..."


"Lo ngapain di sini? Jenguk orang sakit atau Lo yang sakit?"


"Itu... Anu... Eum... Jenguk temannya kakak gue! Lo sendiri?"


"Ohh gitu, sama lagi jenguk temannya nyokap gue"


Nyokap itu istilah apa lagi. Batin Kayra.


"Eh Ki! Lo beneran enggak mau ke pantai nih? Rugi banget loh!"


"Hah? Ke pantai! Gue mau!" Pekik Kayra semangat.


"Oke deh, nanti gue hubungi lagi. Gue duluan ya"


"ke pantai! Lama benget enggak ke pantai... Eh tapi dia itu siapa ya? Pastinya dia kira gue Kiara. Nanti gue kasih tau Kiara ah..." Kayra kembali ke dalam rumah sakit.


Dari kejauhan ia melihat Kenzo, Ayu, Rian, dan Kiara sedang menunggu di luar.


"Loh? Kok di luar semua?" Tanya Kayra yang baru saja sampai.


"Lo dari mana aja sih!? Di saat genting- gentingnya lagi!" Marah Kiara. Kayra menjadi bingung.


"Tadi gue ketemu orang yang kenal--"


Terdapat kaca kecil yang bisa memperlihatkan dokter dan perawat serta Bi Rini.


"Bibi..." Gumam Kayra. Air matanya mulai membasahi wajah mungilnya.


Kayra berusaha masuk ke dalam, tapi di tahan oleh Kenzo.


"Sabar Kay! Bibi lagi di tangani!"


"Enggak kak! aku mau masuk! Aku mau ketemu Bibi!" Tangis Kayra pecah saat itu.


Terlihat gambar detak jantung yang berdetak perlahan menjadi garis lurus. Perawat itu dengan pelan menutup wajah Bi Rini dengan kain yang ia kenakan.


Bersamaan dengan datangnya dokter, seketika pintu terbuka. Kayra langsung masuk dengan tergopoh-gopoh.


"Bibi... BIBI!"


Dengan pelan Kayra mencoba membuka kain tersebut. Wajah pucat Bi Rini sangat jelas di matanya. Rasa sakit di hatinya membuatnya melemah. Ia pun tersungkur di lantai.


"Dok... Kenapa? Kenapa Bibi saya tidak bisa di selamatkan?" Tanya Kenzo yang masih tidak percaya bibi nya telah hilang untuk selamanya.


"Huft... Maafkan saya pak. Seperti yang bapak tau, kondisinya memang sangat buruk. Kemungkinan kecil untuk nya bisa bertahan. Apalagi ia tidak ingin meminum obat yang sudah kami berikan"


Jawaban itu membuat Kenzo sangat sedih. Bi Rini ingin meninggalkan mereka. Bukan karena tidak sayang. Justru ia sangat menyayangi mereka semua. Tapi Bi Rini tidak punya harapan kehidupan setelah suaminya meninggal.


Hingga akhirnya ia berjanji akan hidup selama Kayra menemukan keluarga nya, agar ia bisa pergi lebih tenang.

__ADS_1


"Kayra! Kayra! Kak, dia pingsan" Pekik Kiara.


Buru-buru Kenzo menggendong Kayra dan berpindah ke ruangan lain.


...****************...


"Ukh-"


Mendengar rintihan Kayra, Ayu mendekatinya.


"Kay?"


"Ukh, K- Kak? Aku... Aku kenapa?" Kepalanya masih terasa sakit. Kayra berusaha bangkit namun tubuhnya terasa berat.


"Jangan bangun dulu Kay. Istirahat aja ya!" Kata Ayu lembut.


Kayra hanya mengangguk sembari mengingat hal apa yang terjadi padanya. Sampai akhirnya ia teringat oleh bibi nya.


"Hah!? Bibi! Kak aku mau ketemu bibi! Itu pasti mimpi ku kan" Pekik Kayra.


"Sebentar dulu Kay! Kamu masih lemah, jangan di paksain bangun"


Tiba-tiba Kiara datang dan menghampiri Kayra.


"Kia! Bibi masih hidup kan? Tadi aku mimpi buruk, aku mimpi bibi... Bibi sudah..." Kayra tampak seperti orang kebingungan.


"Enggak Kay! Bibi udah... Pergi untuk selamanya. Besok kita akan--"


"Hah? Enggak! Aku mau ketemu bibi!" Kayra mulai beranjak dari ranjangnya. Ayu dan Kiara sekuat tenaga menahan tubuh Kayra agar ia tidak pergi dari ruangannya.


...****************...


Rumah Kenzo berubah menjadi duka atas kepergian Bibi Rini yang mereka sayangi. Setelah proses pemakaman selesai, mereka pergi ke rumah Kayra sebelumnya untuk mengambil barang-barangnya. Mulai sekarang Kayra akan tinggal di rumah Kenzo.


"Lo bisa istirahat di sini" Kata Kiara.


Kayra masuk ke kamar Kiara dan meletakkan beberapa tasnya. Ia pun beristirahat. Tidak ada percakapan berlangsung setelah proses pemakaman. Mereka tahu bahwa Kayra butuh waktu untuk bisa menyesuaikan keadaannya.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Kenzo yang melihat Kiara membawa bantal dan selimut di tangannya.


"Mau ke kamar bawah" ucap Kiara singkat. Kiara langsung pergi ke bawah. Kamar tersebut biasanya di gunakan ketika ada tamu atau orang tua mereka datang.


"Sebelumnya ada yang mau aku bahas, tapi kalau kamu sudah mau tidur ya--"


"Belum mau tidur. Kakak mau ngomong apa?" Potong Kiara.


Kenzo melihat wajah adiknya itu. Sebagai kakak ia harus melakukan sesuatu untuk membantu nya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2