
"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas kebohongan yang sudah saya lakukan. Saya benar-benar menyesal. Kalau memang Kiara harus di keluarkan, tidak masalah. Karena sekarang ia juga belum sadarkan diri sampai sekarang... Dan begitu juga dengan Kayra, ia juga terlibat dalam masalah ini..." Ucap Kenzo pada seluruh rekan-rekan guru dan juga kepala sekolah.
Berita itu cepat menyebar sampai ke telinga guru. Namun bersamaan dengan berita yang keluar Kenzo langsung menemui pihak guru sekolah Kayra.
"Benar sekali pak Kenzo! Perbuatan anda memang sangat salah, walaupun kami tidak dirugikan sekalipun, namun ini akan berjangkit pada masalah siswa yang telah hamil di luar nikah..." ucap kepala sekolah.
"Sesuai peraturan, Kiara terpaksa kami keluarkan. Dan untuk Kayra--"
"Permisi pak! Maaf menyela perkataan bapak. Mungkin untuk Kayra bisa kita pertimbangkan kembali. Karena selama ia bersekolah, tidak membuat masalah selama sekolah dan dengan nilai-nilai yang cukup baik dapat membuktikan Kayra pantas untuk melanjutkan sekolah di sini..." ucap pak Norman.
"Iya pak, saya setuju juga! Kayra aktif di kelas. Bagaimana pun juga Kayra masuk ketika awal pembelajaran. Kita bisa memasukkan dia dengan data siswa yang pindah sekolah" ucap ibu Friska.
"Terima kasih kepada bapak dan ibu telah membimbing Kayra selama ini, tapi kita pasti perlu keputusan dari kepala sekolah" ucap Kenzo.
"Saya tidak keberatan jika Kayra harus keluar dari sekolah ini..." sambung nya lagi.
"Begini saja pak Kenzo! Mendengar dari sebagian guru di sini memberikan pendapat yang positif. Kalau begitu bagaimana jika keputusannya besok akan kami sampaikan..."
"Baik pak, terima kasih banyak dan... Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya." Ucap Kenzo sembari membungkuk sopan.
Akhirnya Kenzo kembali pulang ke rumah menyampaikan kepada Kayra.
"Kakak! Bagaimana? Apa tadi baik-baik saja?" Ucap Kayra.
"Iya baik-baik saja! Keputusannya akan di beritahu besok" Ucap Kenzo sambil mengelus lembut kepala Kayra.
"Apa mama sama ayah masih di rumah sakit?" Tanya Kenzo.
"Iya kak! Nanti malam kami akan gantian dengan mereka"
Waktu mulai menunjukkan pukul 8 malam. Kayra dan Ayu bergegas pergi ke rumah sakit untuk bergantian dengan Dennis dan Lia.
"Kami datang!" ucap Ayu.
"Mama sama ayah boleh pulang kan sudah ada kami" kata Kayra.
"Ah... Tapi mama masih ingin di sini..."
Kayra menggelengkan kepalanya.
"Jangan ma, kan tadi sudah, mama sama ayah harus istirahat..."
"Baiklah..." Lia langsung memeluk anak yang selalu ia rindukan selama menghilang.
"Kalau gitu Kayra, Ayu! Kami duluan ya!"
"Iya ayah! Hati-hati!"
Setelah kejadian yang cukup tragis itu pun, Dion di nyatakan meninggal dunia. Begitu juga dengan bayi Kiara yang saat itu baru berusia 7 bulan.
Dion di makamkan bersebelahan dengan anaknya. Sementara Kiara masih belum kunjung bangun.
...****************...
Keesokan harinya, Kenzo dan Kayra datang ke sekolah. Entah mengapa perasaan Kayra sangat gugup sekali karena berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Ketika mereka masuk, beberapa siswa dan siswi banyak melihat ke arah mereka. Kenzo tak menghiraukan tatapan itu. Namun Kayra merasa risih sekali.
__ADS_1
"Selamat pagi!" Ucap Kenzo sembari masuk ke ruangan tersebut setelah di persilahkan masuk oleh staf sekolah.
"Selamat pagi pak Kenzo! Ah hari ini datang bersama Kayra ya! Bagaimana kondisi Kiara?" ucap kepala sekolah.
"Yah... Saat ini belum ada perkembangan pak!"
"Baiklah tidak apa-apa! Kami semua di sini mendoakan agar Kiara cepat siuman."
"Terima kasih banyak pak!"
"Kalau begitu kita membahas yang perihal kemarin ya? Eum... Jadi kami sudah memutuskan untuk Kayra... Bisa kami pertahankan untuk dia sekolah di sini"
Kayra yang mendengarnya sangat senang sekali.
"Tapi, untuk keputusan selanjutnya saya berikan lagi ke Kayra, apakah dia masih mau lanjut sekolah sebagai siswa pindah sekolah" lanjutnya.
"Iya pak, saya masih mau melanjutkan di sini! Tidak apa kan kak?" tanya Kayra ke Kenzo.
"Yaa aku tidak masalah selama kamu senang di sini!"
"Tapi masalahnya pak Kenzo, semua siswa dan siswi di sini pasti sudah mendengar berita mengenai anda. Kami juga sudah menutup mulut kami agar hal ini juga tidak menggangu aktivitas sekolah. Mungkin dari anda dapat menyelesaikan hal ini"
"Hmm... Begitu ya, baiklah saya akan usahakan"
"Sekarang jika Kayra ingin masuk ke kelas di persilahkan!"
"Baik pak!" terima kasih banyak!"
"Iya sama-sama!"
Setelah berpamitan dengan Kenzo, Kayra langsung bergegas ke kelasnya. Arah menuju kelasnya melewati kelas Devan. Dan saat itu pas sekali guru yang ada di sana sedang mengabsen para siswanya.
"Enggak ada bu!"
"Dia kan sudah pindah bu!"
"Ohh gitu ya? Berarti di absen ini ibu coret saja ya namanya..."
Kayra yang mendengar namanya itu entah mengapa merasa sedih dan ada perasaan rindu pada Devan. Setelah pindah, Devan juga jarang memberi kabar kepada Kayra.
Tidak apa-apa! Hari ini adalah hari baru! Jadi ayo! Semangat! Batin Kayra.
TOK... TOK...
"Permisi bu!" ucap Kayra sopan.
"Ah iya? Eh Kayra ayo masuk!" Ucap bu Friska selaku guru bahasa Indonesia.
"Berhubung kamu di sini sebagai murid pindahan, jadi silahkan perkenalkan nama mu"
"Baik bu... Eum... Hai teman-teman! Nama ku Kayra Kusuma Wardani. Sekarang aku sebagai murid pindahan. Di sini aku minta maaf pada kalian semua karena telah berbohong pada kalian! Aku harap teman-teman semua mau memaafkan aku dan juga Kiara saudara kembar ku yang saat ini masih ada di rumah sakit" ucap Kayra.
Seisi kelas terdiam semua melihat ke arah Kayra. Entah apa yang mereka pikirkan. Tiba-tiba Anggi berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Kayra.
"Iya kami semua sudah maafin Lo kok! Kayra..."
PLOKK... PLOK....
__ADS_1
"Kayra! Senang bertemu dengan mu!"
"Kayra mirip banget kayak Kiara?"
"Ya iyalah mereka kan kembar, gimana sih?"
Semua teman-teman Kayra menyambut senang kedatangannya. Tanpa sadar air mata Kayra jatuh.
"Ya ampun kenapa nangis sih?"
"Hiks... Hiks... Makasih semua! Makasih banyak bu Friska!"
"Iya sama-sama! Kedepannya semangat ya!"
"Yeyayy!"
...****************...
"Sudah dong Bel... Di makan itu... Baksonya!" ucap Irene.
Bella duduk berhadapan dengan Kayra dan menatapnya sinis. Lalu bergantian menatap Ezra dan Irene.
"Kalian tega ya? Kenapa enggak kasih tau sebelumnya sih!"
"Ya ampun Bella! Kan sudah kita bahas"
"Enggak!"
"Ya udah terserah Lo deh" ucap Ezra.
Setelah makan di kantin, mereka kembali ke kelas. Namun Kayra dan Bella pergi ke rooftop atas permintaan Kayra.
"Maafin gue ya Bel... Sebenarnya Kiara mau ngasih tau Lo juga tentang ini, tapi saat itu ada kecelakaan yang sangat tiba-tiba... Lo kalau benci sama gue enggak apa-apa kok! Tapi jangan dengan Irene, Ezra, dan juga Kiara..."
"Jadi Lo kira gue marah karena enggak di kasih tau tentang ini duluan? Enggak Kayra... Gue tau pasti berat banget buat kalian ceritain ini ke kami..."
"Ah.. Jadi? Lo enggak marah?"
"Ya enggak lah... Tadinya sih sempat kesal... Tapi sekarang enggak kok... Gue cuman... Senang ketemu Lo! Lo juga udah banyak bantuin gue kan... Gue cuman kesal karena Ezra sama Irene duluan kenal sama Lo di banding gue!"
"Haha... Bella! Kita kan bisa jadi teman sekarang!"
"Iya ya! Haha... Oh iya! Nanti gue mau ke rumah sakit! Setelah pulang sekolah Lo mau ke sana kan?"
"Iya, tapi gue ganti baju dulu!"
"Oke deh! Nanti gue jemput!"
"Ezra sama Irene?"
"Enggak usah di ajak..."
"Haha... Kok gitu sih"
"Biarin! Gue rindu Kiara! Gue mau habisin waktu sama kalian!"
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋