Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 24 Pesta Adhitama


__ADS_3

Hari ini seperti biasanya Kayra pergi ke sekolah. Pagi-pagi sekali ia sudah berangkat. Mungkin berbeda sekali dengan Kiara yang selalu berangkat lebih lambat.


Kayra memasuki kelas. Hanya ada beberapa orang saja yang sudah tiba di kelas. Tak lama kemudian, Ezra dan Irene pun datang. Irene sama sekali tidak ingin melihat wajah Kayra. Ia langsung duduk di depannya.


Sedangkan Ezra cengar-cengir melihat ke arah Kayra.


"Pagi Kia!" Sapa Ezra.


"Pagi Zra!"


"Oh iya, Bella ada hubungi Lo?"


"Enggak ada, kenapa dia?"


"Hari ini dia enggak turun, katanya sih ada urusan mendadak. Huft... Palingan persiapan untuk pesta malam ini." kata Ezra.


"Ohh.. Gitu ya, eum.. Lo nanti malam datang?"


"Ya pasti lah! Selaku pewaris perusahaan Irfandi harus sekali untuk menghadiri" Ucap Ezra.


Ternyata teman-teman Kiara ini kebanyakan orang yang berpengaruh sekali ya. Batin Kayra.


"Kalau Lo nanti malam-- Eh lupa, Lo mana suka yang begituan. Pasti Lo mau ketemua-- Ah... maaf" Ezra hampir saja membahas Dion. Mereka semua sangat tau sekali Kiara memang tidak suka menghadiri acara-acara seperti itu. Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan kekasihnya. Namun karena sudah tidak ada hubungan bisa saja ia akan pergi.


"Enggak apa-apa Zra! Kemarin sih di ajakin kak Kenzo, mungkin gue bakal ke sana juga" Kata Kayra.


"Serius? Bagus deh, kita ketemuan nanti malam!"


KRINGG!


Waktu istirahat telah berbunyi, Kayra pergi ke toilet melanjutkan hukumannya. Lebih tepatnya hukumannya Kiara semasa sekolah dulu.


Kali ini dia hanya sendiri membersihkannya. Tapi itu tak masalah baginya. Seseorang datang ke toilet tempat Kayra berada dan mendekatinya.


"Hai Kia!" Sontak Kayra menoleh ke belakang.


"Winda? Ah.. Mau ke dalam? Enggak apa-apa lewat aja Win!" Ucap Kayra mempersilahkan.


"Enggak kok, aku cuman mau bantuin kamu aja!" Winda mengambil perkakas di dekatnya dan mulai membantu Kayra membersihkan toilet.


"Eh jangan! Ini tugas gue--"


"Enggak apa-apa, hitung-hitung membalas waktu kejadian kemarin. Lagian aku udah biasa kok" Winda kembali melanjutkannya.


"Makasih ya!"


Di sisi lain, Irene tengah mondar-mandir ke depan pintu dan kembali ke bangkunya. Ezra yang sibuk memainkan ponselnya merasa terganggu melihat Irene.


"Lo ngapain sih!? Kalau Lo mau ke sana ya ke sana aja" kata Ezra.


"Ishh! Gue lagi bingung ini! Bantu kek gitu" ucap Irene.


"Lo tinggal datangin Kiara terus bilang, gue minta maaf ya"


"Ngomongnya aja yang mudah!"


"Lo pasti khawatir ke Winda kan pas kemarin? Udah, mungkin dia mau ngucap terima kasih karena Kiara udah bantu dia kemarin" jelas Ezra.

__ADS_1


"Huft... Oke kalau gitu gue ke sana dulu deh!" Irene bergegas pergi ke tempat Kayra.


"Semoga berhasil! Sekalian numpang ngaca Lo, haha!" Ezra kembali melanjutkan ke ponselnya.


Di perjalanan Irene sangat gugup sekali. Namun ia harus melakukannya. Karena setiap kali ada masalah seperti ini mereka pasti menyelesaikan dengan cepat.


Ketika telah sampai di sana, tepat di depan pintu langkah Irene terhenti. Ia mendengar suara Kayra dan juga seseorang yang mungkin ia pernah dengar suaranya.


"Sudah Win, sisanya gue aja! Lo istirahat aja!" Kata Kayra.


"Enggak Kiara, nanggung banget ini" Ucap Winda.


Irene tidak percaya mendengar hal itu. Ia pun bergegas pergi kembali ke kelas.


Di kelas Ezra melihat Irene berlari masuk ke kelas.


"Eh kok cepat banget? Eh Ren! Udah Lo ketemu Kiara?"


"Nanti gue bilang, setelah pulang sekolah aja" ucap Irene datar. Ia langsung duduk kembali ke bangkunya dan terdiam di sana.


Seperti yang dikatakan Irene, sepulang sekolah Irene menahan Kayra di kelas yang sudah sepi. Ada Ezra yang menunggu mereka di depan pintu kelas. Mereka sangat canggung sekali.


"Buruan! Jangan diam-diam gitu dong!" Sindir Ezra sambil terkekeh geli melihat mereka berdua.


"Dasar tu anak! Eum... Ki! Gue minta maaf soal kemarin"


"Enggak Ren, Lo enggak salah kok. Gue yang minta maaf bukan maksud gue marah-marah sama Lo"


"Jadi maksud Lo karena Lo banyak masalah gitu?" Ucap Irene yang seperti sudah tau dari Ezra.


"Ah.. Itu mungkin Lo udah dengar dari Ezra, semenjak gue putus sama Dion, gue ngerasa terlalu banyak salah gue sama kalian ya terutama Winda. Apalagi kurang lebih setahun lagi bakal keluar dari sekolah ini. Gue mau meninggalkan kesan baik. Gue harap kita semua bisa menjadi lebih baik sekarang." Ucap Kayra.


"Iya... Maaf ya Ren!" Kayra memeluk Irene hangat, begitu pun Irene membalas pelukan itu.


Masalah kita memang udah clear, tapi kalau masalah anak itu masih belum selesai. Batin Irene.


"Ayo pulang, Ohiya Lo nanti malam bakal datang?"


"Iya, Lo juga Ren?"


"Iya, setelah ini gue mau ke mall sama nyokap gue!"


"Sama dong, kak Kenzo ngajakin gue jalan nanti"


"Bakal ketemuan nih nanti, hahah"


...****************...


Acara malam itu yang dilaksanakan di gedung perusahaan Adhitama sangat ramai sekali. Belum lagi parkiran yang penuh dengan mobil-mobil dengan kualitas tinggi.


Keluarga Kusuma Wardani memasuki aula tempat acaranya berlangsung. Kenzo dan Ayu mulai berhati-hati lagi memanggil Kayra.


"Nak Kenzo beserta keluarga Wardani! Terima kasih sudah menyempatkan hadir di acara ulang tahun anak saya!" Ucap seorang lelaki yang hampir seumuran dengan Dennis.


"Sama-sama paman Eric! Maaf hanya kami yang datang, orang tua kami sudah lama kembali ke kediamannya" Balas Kenzo.


"Tidak apa!" Eric mengalihkan pandangannya pada Kayra tepat di samping Kenzo. Ia melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki.

__ADS_1


"Kiara! Hoho, lama sekali tidak berjumpa! Jarang sekali kamu hadir di acara seperti ini"


"Selamat malam paman, senang berjumpa dengan paman" Kata Kayra sopan.


"Baiklah kalau begitu silahkan menikmati hidangan yang telah di siapkan, aku permisi dulu!" Eric pun berlalu pergi.


Kayra melihat ketiga teman-temannya sedang bercengkrama tak jauh dari dirinya. Ia pun meminta izin pada Kenzo.


"Kak, aku mau ke sana dulu"


"Sama teman-teman mu ya? Jangan jauh-jauh!" ucap Kenzo.


Kayra berlari kecil menghampiri ketiga temannya.


"Malam semua!" sapa Kayra.


"Eh Kia! Cantik banget Lo hari ini" Puji Ezra.


"Makasih, Lo juga tampan malam ini"


"Ehemm! Giliran Kiara aja di puji-puji..." Sindir Bella.


"Hahaha... Akhirnya bisa juga kita kumpul bareng di acara beginian" Kata Irene.


"Benar juga ya, gue aja kaget Kiara bakal datang"


Di saat yang bersamaan Kayra tak sengaja melihat Devan yang melihat dirinya dari tadi. Tatapannya seperti mengatakan pada Kayra untuk mengikuti dirinya.


Ah... itu Devan! Batin Kayra.


"Gue ke toilet dulu ya!" Kayra langsung berlari agar bisa mengikuti Devan.


"Eh emangnya dia tau toiletnya di mana?" Ucap Bella.


"Mungkin udah di kasih kak Kenzo kali" Kata Ezra.


Beralih ke Kayra, ia berjalan di sebuah lorong yang sepi. Jarang orang lewat di sana. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Devan.


"Datang juga Lo ya ke pesta gue!"


"Katanya Lo mau bilang sesuatu sama gue?"


"Sabar dong, tapi enggak enak kalau kita di sini, ayo ikut gue ke dalam!" Devan masuk ke dalam ruangan yang besar sekali. Kayra pun mengikuti dari belakang.


Di sana terdapat sebuah proyektor dan juga layar yang besar. Lalu meja panjang dengan kursi yang tersusun rapi.


"Sepertinya ini ruang pertemuan" Gumam Kayra.


Proyektor itu menyala dan memancarkan sinarnya ke arah layar tersebut. Terlihat sebuah video singkat di dalamnya.


Kayra merasa tak asing melihat gadis bersama lelaki di sampingnya. Setelah itu muncul sebuah foto yang terlihat jelas siapa dua orang itu yang tengah melakukan hal yang tak pantas ia lihat


Hah? Kiara?! Laki-laki itu pasti tidak salah lagi, Dion! Batin Kayra.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2