
"Ah... Bukannya flashdisk itu sama Lo ya? Selain bukti di flashdisk itu gue enggak ada nyimpan bukti lain, Ki!" Ucap Devan.
"Apa? Tapi kan, gue udah nyuruh Lo bawa aja"
"Iya tapi gue pikir sebaiknya Lo aja yang nyimpan flashdisk itu"
"Memangnya Lo taruh di mana?"
"Di meja belajar. Jangan-jangan Lo enggak ada liat lagi"
"Iya gue enggak tau sama sekali"
Aneh... Siapa yang membocorkan bukti itu? Di lihat dari raut wajah Kiara sepertinya dia juga kebingungan. Wajar saja dia menuduh gue... Batin Devan.
"Tenang, Ki! Gue juga akan ikut bantu Lo kok!" Ucap Devan.
"Makasih banyak ya..."
...****************...
"Ah... Di mana ya?" Gumam Kayra. Ia sedang menggeledah isi kamarnya mencari flashdisk itu. Barang yang kecil itu memang cukup sukar untuk di cari. Beberapa flashdisk yang temui adalah milik Kiara dan juga Kayra.
"Kenapa enggak ada sih? Jangan-jangan di bawa--"
Driingggg.... Dringgg.... (suara nada dering)
Kayra mengambil handphone di saku bajunya. Terlihat nama Kiara di layar handphone.
"Ah.. Halo, Kia?"
"Halo, Kay! Eh Lo mau enggak cari pelakunya?"
"Memang bisa? Gimana?"
"Kan di sekolah ada CCTV, Lo cari aja petugas keamanannya. Terus Lo bilang mau liat CCTV karena ada barang yang tertinggal kemarin...."
"Benar juga ya, nanti gue coba deh"
Keesokan harinya Kayra mulai melaksanakan apa yang di katakan Kiara semalam. Ia mendatangi petugas sekolah setelah istirahat.
"Eh, Kia? Mau ke mana buru-buru?" ucap Devan yang tak sengaja bertemu di lorong-lorong sekolah.
"Ah, Devan! Gue mau ketemu sama petugas sekolah, mau liat CCTV. Siapa tau ada terekam pelakunya."
"Wah... Benar juga, kalau gitu gue ikut deh!" Kayra dan Devan pun berlalu pergi.
"Eh Van! Lo mau ke mana?" Ucap Bian.
"Kalian duluan aja ke kelas! Gue ada urusan!" ucap Devan.
"Yah... Kita di biarin aja.." Gumam Bian.
"Sudah lama enggak liat Devan deket gitu sama cewek.." Sambung Heksa.
"Iya yah..."
Sesampainya di sana ia bertemu dengan pak Ucok selaku petugas keamanan di sekolah.
"Permisi pak!"
"Iya ada apa?" tanya pak Ucok yang sedang menikmati kopi panasnya.
"Eum..." Kayra melirik Devan. Ia agak ragu untuk mengatakannya.
"Kami bisa liat CCTV enggak, pak?" ucap Devan.
"Untuk apa? Apa ada barang kalian yang hilang?"
"Iya pak, Kalau enggak salah sudah tiga hari yang lalu pak, mungkin bapak bisa memperlihatkan kami rekamannya" ucap Kayra.
__ADS_1
"Baik... Tunggu sebentar" Pak Ucok mulai mencari rekaman.
"Nah ini!" Pak Ucok mulai memperlihatkan video rekaman. Suasananya masih biasa-biasa saja. Terlihat siswa dan siswi lalu lalang di area sekolah.
"Coba pak pas waktu malam gitu..." pinta Kayra.
"Oke!"
"Hmm... Enggak ada yang aneh" Gumam Devan.
Pak Ucok mulai melajukan durasinya. Sampai akhirnya video itu terpotong.
"Loh pak, kenapa?"
"Sepertinya hari itu sempat mati lampu mendadak. Kalau enggak salah sekitar jam 2 atau 3 ya... Saya lupa"
"Mungkin orang itu sudah merencanakan semua itu" Bisik Devan.
"Sepertinya iya deh"
"Kira-kira berapa jam pak mati lampunya?" kata Devan.
"Sekitar setengah jam aja sih. Ohiya tapi di tempat masih hidup lampunya. Jadi saya coba memastikan masuk ke dalam. Tau-tau sudah hidup lampunya...."
"Nah kan berarti bener!"
"Kalau begitu makasih ya pak sudah membantu kami"
"Iya iya... Sama-sama!"
Devan dan Kayra kembali masuk ke dalam sekolah.
"Jadi gimana Kia?"
"Huft... Enggak tau juga" Ucap Kayra lesu.
...****************...
CEKLEK...
Lelaki itu masuk dan mendekati meja kerjanya. Tak lama setelah itu, seorang lelaki lain datang dan berdiri menghadap bos nya.
"Kenapa bapak memanggil saya?" ucap lelaki yang masih terbilang muda.
"Aku hanya ingin bertanya, apakah kamu masih menemui gadis itu?" Ucap Eric.
"Siapa yang bapak maksud?"
"Kiara... Apa akhir-akhir ini kamu ada bertemu dengannya?"
Lelaki itu mencoba mengingatnya. Terakhir kali ia bertemu ketika dia di pergoki dirumahnya sendiri.
"Ah... Itu, sepertinya tidak ada"
"Apa benar dia menggugurkan kandungannya, Dion?"
"Saya... Saya tidak tau" Ucap Dion menundukkan kepalanya.
Eric memberikan sebuah foto, yang mana ada Kayra bersama Devan pada waktu pesta ulang tahunnya.
Dion mencermati foto itu. Ia melihat Kayra namun sangat berbeda sekali dengan yang ia temui waktu itu.
"Kapan anda mengambil foto ini?" Tanya Dion.
"Waktu ulang tahun anakku, kenapa? Apa kamu merasa ada yang aneh?"
"Tidak..."
"Lalu, bagaimana dengan ini?" Eric memberikan foto lain yang memperlihatkan Kiara bersama Dion yang sedang bertengkar di depan rumahnya.
__ADS_1
Ternyata anak ini mulai bisa membohongiku. Batin Eric.
"A-Apa ini? Kenapa--"
"Hmm... Sepertinya kamu cukup tertarik. Kamu bisa melihat perbedaan dari perutnya kan? Mereka kembar! Dan pasti Kenzo sudah tau hal itu dan berusaha untuk menutupinya"
"Kembar?" gumam Dion.
"Aku ingin kamu mencari bukti-bukti dari mereka berdua"
Dion hanya terdiam. Ia masih tidak percaya melihat kedua foto itu.
"Kenapa diam saja? Apa kamu masih menyukai anak itu?"
"Ah tidak, pak. Baik akan saya cari tau. Kalau begitu saya permisi dulu" Dion pun langsung meninggalkan Eric sendiri di ruangannya.
"Hn... Kamu kira aku akan percaya begitu saja? Kalian semua, keluarlah!" perintah Eric. Beberapa orang muncul dari sudut-sudut ruangan itu.
"Bawa salah satu dari mereka ke hadapan ku"
...****************...
Seseorang melajukan motornya di jalan raya. Ia pun berhenti di tempat perumahan dan memantau seseorang dari kejauhan.
"Aku berangkat ya!" Gadis itu keluar dari rumah dengan mengenakan seragam lengkap dan tas besarnya.
"Jadi itu kembaran Kiara?" Lelaki itu mengikutinya dan meninggalkan motornya.
Sampailah ia di sekolah yang tidak asing baginya. Ia selalu menjemput Kiara pulang sekolah sewaktu mereka berpacaran.
Tapi sekarang bukan Kiara lagi yang ada di hadapannya.
"Pagi Kiara!"
"Ezra? Tumben banget datang pagi?" tanya Kayra.
"Sekali-sekali-lah, hahaha" Kayra dan Ezra pun masuk ke dalam.
Dion yang masih memperhatikan Kayra baru tersadar orang-orang di sekitarnya masih belum mengetahui yang sebenarnya terjadi.
KRING.... KRINGGG...
Waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba oleh semua murid di sekolah SMA 1. Siswa dan siswi berhamburan keluar dari kelas.
"Dahhh.... Besok lagi ya!"
"Bye! Aku duluan ya..."
Dion masih menunggu di depan sekolah. Akhirnya yang tunggu pun keluar dari sana. Dion kembali mengikuti Kayra.
Anehnya Kayra bukan melewati arah jalan pulang namun arah lain yang membuat Dion semakin penasaran.
Ternyata Kayra ingin menemui Kiara dan tidak sadar ada seseorang yang sedari pagi mengikuti dirinya.
TOK... TOK..
"Kiara!" panggil Kayra di depan pintu rumah.
Jadi ini rumah Kiara? Batin Dion.
CEKLEK...
"Ayo masuk!" Kayra pun masuk ke dalam.
Dion pun juga meninggalkan tempat itu dan kembali mengambil motornya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋