Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 44 Pertolongan


__ADS_3

Dion mencoba melihat sekelilingnya. Ia baru menyadari sedang menaiki mobil yang entah mau ke mana.


"Ugh... Kita... Mau ke mana?" tanya Dion.


"Kita akan kembali!"


Kiara! Devan! Astaga... Bagaimana bisa gue ninggalin mereka di saat seperti ini? Tapi bagaimana juga keluar dari sini? Batin Dion.


"Tidak ada jalan keluar lagi di sini. Jangan coba-coba untuk kabur" Kata ketua seakan-akan tau apa yang di pikirkan Dion.


Huft... Gue harap mereka baik-baik saja


...****************...


Seseorang menaikkan volume dari suara musik di mobil. Sembari bersenandung di sepanjang perjalanan.


"Huh... You.. you like that! Aha... Aha... Huuu!"


BAGHH!


"Kecilkan musik bodoh itu dan suara mu itu!" pukul teman yang ada di sampingnya.


"Apaan sih? Ini lagu yang viral bro! Masa kami enggak tau!"


"Arghh! Mau Viral kek mau enggak cepat matikan! Ganggu saja! Aku mau tidur!"


"Bukan hanya kamu yang mengantuk aku juga mau, makanya aku mendengarkan lagu!"


"Ehem! Apa yang kalian ributkan?" ucap ketua.


"Ah... Ti-- Tidak ketua! Dia terlalu menganggu!"


"Apa kamu bil--"


WUSHHH!


"Eh... Eh... Apa itu?"


Mobil melaju dengan cepatnya melewati mereka.


"Aneh, memangnya ada ya pengendara selain kita?"


"Mungkin saja!"


"Atau jangan-jangan itu..."


BRAKK!


"Tutup mulut mu dan fokus mengemudi!"


Akhirnya dengan raut wajah sebal ia kembali mengendarai mobil.


Dion mencoba melihat sekilas dari kaca jendela mobil. Tampak sekilas wajah Kiara di dalamnya.


Apa itu mereka? Sepertinya mereka akan kembali... Batin Dion.


TINNNN..... (anggap aja suara klakson mobil)


"Astaga! Kaget aku! Siapa lagi it--"


WUSHHH....


"Tunggu dulu... Sepertinya aku kenal dengan mobil yang ini... Hah? Ini kan mobil yang ada di villa! Apa jangan-jangan dia sedang mengejar mobil yang tadi?"


"Gawat! Cepat lajukan juga mobilnya!"


"Kiara! Lo enggak bisa telpon kak Kenzo?" Tanya Devan.


"Ihh... Udah gue coba! Tapi jaringan di sini susah! Lo fokus jalan aja" ucap Kiara.


Tidak terasa sudah tiga jam Devan mengendarai mobil. Mobil yang mengikuti pun cukup tertinggal jauh.


"Nah... Akhirnya dapat! Jaringan nya sudah ada!"


"Syukurlah! Cepet Ki telpon kak Kenzo!"


"Oke ayo kita-- Eh... Ada apa Devan?" tiba-tiba mobil berhenti dadakan di tengah mobil.


"Arghh! Bensinnya habis!" kesal Devan.


"Apa?! Sekarang bagaimana?" Pekik Kiara.


"Ayo kita turun, jalan kaki lewat hutan saja. Mobilnya kita sembunyikan juga di sana!" Devan keluar dari mobil bersama Kiara dan Kayra.


"Ayo bantu gue dorong!"


"Ah iya!"


Devan dan Kayra mendorong mobil itu agar tidak terlihat oleh mereka.


"Ayo kita jalan!"


Mereka bertiga berjalan kaki dengan jarak yang masih jauh.


"Huaa... Capek!"

__ADS_1


"Kita istirahat aja dulu, Devan!" kata Kayra.


"Ah... Baiklah!"


Dari kejauhan terlihat cahaya mobil yang terang. Mereka meyakini itu adalah mobil yang mengejar mereka.


"Cepat sembunyi di balik semak-semak!"


Mereka bertiga bersembunyi dan benar saja itu adalah mobil yang mengikuti mereka.


Kemudian mobil kedua juga ada di belakang mobil tadi.


"Bukannya tadi hanya satu mobil? Kenapa jadi dua?" tanya Kayra.


Kiara memperhatikan seksama mobil kedua itu. Terlihat Dion berada di dalam.


"Oh.. Astaga! Itu... Itu... Mobilnya... Ada Dion di dalam!" teriak Kiara.


"Eh... Aku seperti mendengar ada suara orang?" Tanya pengemudi mobil.


"Mana? Tidak ada?"


Devan menarik tangan Kiara.


"Lo ngapain sih? Kalau ketahuan gimana?"


"Gue refleks liat Dion tadi"


"Sstt.. Itu mobilnya berhenti!" bisik Kayra.


"Tadi aku dengar suara perempuan!"


"Sempat enggak ada, aku tinggal kamu sendirian di sini!"


"Ja--Jangan lah!"


Mereka bertiga menundukkan kepala agar tidak terlihat.


DRINGG... DRINGGG....


"Aisshh... Kenapa waktunya enggak tepat banget sih!" kesal Kiara.


"Cepat matikan!"


"Aihh... Iya... Iya... Eh... kak kenzo?" ucap Kiara melihat layar handphone.


"Kakak siapa tadi?" Suara itu terdengar dari atas mereka.


"Di sini ternyata kalian! Cepat tangkap mereka!"


"LARIIII!!!" mereka bertiga lari secepatnya.


"Aaaa.... Kakak! Cep.... Kam..."


"Kiara! Kamu ngomong apa? Ini aku sebentar lagi--"


"Kalau kakak.... Ada liat... Mobil dan.... Ada yang sedang... Hosh... Hosh .. aaa.... Intinya ada mobil kak berhenti di jalanan." teriak Kiara.


"Ba--Baik... cepat cari mobil di pinggir jalanan!"


"Baik!"


"Hosh... Hosh... Aaaahhh!" Kiara tersandung ranting hingga kakinya terkilir. Sekarang ia tidak bisa berlari lagi.


"Hahah... Mau kemana lagi kamu huh?" dua lelaki mencoba menangkap Kiara.


"Jang-- Jangan!!"


BRUKK!


"Akhh!"


"Kiara! Ayo cepat pergi dari sini!" Ucap Dion. Kiara mengangguk mengerti dan kembali berlari terpincang-pincang.


"Ah... Kaki mu terkilir ya?"


"Iya..."


Dion berpikir sejenak melihat keadaan Kiara sekarang.


"Hei! Mau kemana kalian?!" Dua orang itu masih mencoba mengejar Dion dan Kiara.


"Kamu pergi sebisa mu aja dan bersembunyi! Aku akan mengurus mereka!" ucap Dion.


Kiara sempat menatap mata Dion sebentar dan kembali berjalan menjauhi tempat itu.


"Berhenti! Lawan kalian itu aku!" ucap Dion.


Perasaan Kiara berdebar kencang. Entah mengapa setelah sekian lama Dion menggunakan aku-kamu seperti waktu mereka menjadi sepasang kekasih.


PLAKK!


"Apaan sih Kiara? Ngapain Lo mikir kayak gituan!" Kiara mencoba menyadarkan dirinya.


Dari kejauhan terlihat sorot lampu dari mobil ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa itu?" Gumam Kiara.


Mobil itu berhenti tepat di depannya. Pintu mobil terbuka dan terlihat seseorang yang sudah lama Kiara tunggu.


"Kakak!" pekik Kiara. Ia langsung berlari dan memeluk Kenzo.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Kenzo.


"Kaki ku aja terkilir, tapi enggak apa-apa! Kakak bisa bantu Devan dan Kayra di dalam hutan"


"Apa? Kenapa sampai di dalam hutan?"


"Kami terus di kejar dengan penjahat itu! Terakhir aku lihat mereka di sana"


"Baiklah kamu masuk saja di dalam mobil, Kalian semua! Cepat temukan Devan dan Kayra, Jika ada pengganggu tangkap mereka!" ucap Kenzo.


"Baik pak!"


Kenzo membawa anak buahnya untuk bala bantuan.


......****************......


Devan dan Kayra masih terus berlari dan bersembunyi. Mereka kelelahan dan menyadari mereka terlalu masuk ke dalam hutan.


"Hosh... Hosh... Mereka tidak ada habisnya" Bisik Devan.


"Hosh... Iya... Hosh... gue pinjam bahu lo!" Kayra menyandarkan kepalanya di bahu Devan.


DEG!


Astaga... Kenapa jantung gue jadi berdegup kencang banget? Batin Devan.


"Kalau Lo capek, balik sender aja kepala Lo ke kepala gue?"


"Ah.. Enggak usah..."


Mereka saling diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Makasih ya" ucap Kayra.


"Untuk apa?"


"Kalian datang dan bantu gue, jujur gue takut banget..."


"Seharusnya gue yang minta maaf sama Lo! Ternyata papa gue dalang dari semua ini" kata Devan.


Kayra mengangkat kepalanya dan menatap mata Devan.


"Lo enggak salah, Van... Lo juga pasti kaget atas yang papa Lo lakuin. Gue harap Lo jangan terlalu benci sama paman Eric. Memang ada alasan paman Eric melakukan ini walaupun itu sangat fatal banget... Yahh... Intinya Lo harus kuat!" ucap Kayra.


"Iya Kayra, makasih!"


" Eh... Lo udah tau nama gue ya?"


"Loh kan dari tadi gue manggil Lo Kayra kan?"


"Haha baru sadar gue!"


Mereka tidak menyadari penjahat tadi berhasil menemukan mereka berdua.


"Hahah... Kalian lengah sekali!"


"Oh.. Tidak! Cepat lari, Kay!" pekik Devan.


Kayra langsung berlari namun Devan tidak sempat menjauh karena tangannya di tarik oleh penjahat itu.


"Sayang sekali! Teman mu sudah tertangkap. Apa kamu mau menyelamatkan teman mu ini?"


"Lari Kay! Jangan dengarkan dia!" teriak Devan.


Kayra bimbang. Ia bingung harus berbuat apa untuk menyelamatkan Devan.


DOR!


"Hah? Apa itu?"


"Aakhh!" pekik salah satu penjahat itu.


"Hei! Kamu tidak membunuhnya kan?"


"Tentu saja! Aku hanya mengenai kakinya. Untung tidak meleset"


"Si-- siapa kalian?" Pekik Kayra.


"Ah... Maafkan kami, tapi...."


DOR! DOR! DOR!


Ketiga penjahat itu tumbang kesakitan.


"Kami suruhan pak Kenzo! Beliau sedang di pinggir jalan. Mari ikut kami!"


Kayra mendekati Devan dan mengajak untuk mengikuti mereka berdua.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2