
"Lo kok jadi aneh banget sih! Biasanya selalu dukung gue! Ini kok tiba-tiba..." Bella mulai curiga dengan tingkah Kayra.
Kayra yang menyadari itu langsung memikirkan sesuatu untuk mengalihkan semuanya.
Kayra mengambil air dan meng-cipratkan ke wajah Bella.
"Hahah..." Kayra tertawa kaku.
"Lo... Lo ngapain basahin muka gue!" pekik Bella.
"Ya enggak apa-apa! Pengen aja main air"
"Ishh.. Lo ya! Sini gue balas Lo!" Bella pun juga membalas ke arah Kayra. Mereka berkejaran di dalam toilet dan bermain di sana.
Entah mengapa saat itu hari Bella sangat senang sekali. Walaupun ia senang seperti biasanya namun ini tampak berbeda sekali.
"Hahah.. Yes! Muka Lo basah semua! Hahah" Bella tak henti-hentinya tertawa.
Kayra merasa lega ia dapat menghilangkan kecurigaan Bella.
...****************...
"Hahah... Lo sih mulai duluan!" Bella masih saja tertawa setelah sampai di kelas.
"Hehe..."
Ezra yang melihat Kayra dan Bella basah kuyup hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ya ampun Kia? Bella? Lo bersihin toilet atau mandi?" Kata Irene yang terkejut melihat pakaian keduanya basah.
"Aduh... Capek gue! Ngapain sih Lo marah-marah Ren! Baru nyampe juga!" Kata Bella.
"Tadi kami habis main air, jadi agak basah sedikit... Hehe!" Kata Kayra.
"Hadeh... Ampun gue!" Gumam Irene.
KRING... KRING...
Tak terasa waktu sudah menunjukkan kepulangan para siswa dan siswi SMA 1 Negeri. Mereka langsung bubar dari kelas dan menuju ke rumah masing-masing.
"Bye semua!" Kata Irene dan Ezra.
"Bye!" Mereka semua berpencar ke arah pulang. Kayra sangat senang sekali hari pertama berjalan dengan lancar.
Di perjalanan tak sengaja ia bertemu Winda, gadis yang ia temui di toilet tadi.
"Eh Lo Winda kan?" Kata Kayra. Winda langsung terkejut melihat Kayra ada di hadapannya.
"Aaa... I-Iya Kia! Ada apa ya?" kata Winda. Ia seperti orang ketakutan.
Aneh... Padahal cuman nanya doang, ekspresinya sama kayak waktu di rumah sakit waktu itu. Batin Kayra.
"Enggak apa-apa. Oh iya Lo ingat enggak kita juga pernah ketemu di rumah sakit? Itu benar Lo kan?" Kata Kayra meyakinkan.
"Iya Itu aku"
"Ternyata benar. Siapa yang sakit?"
"Ibu aku lagi sakit. Jadi aku dan adikku harus pulang balik rumah sakit" jelas Winda.
"Ohh gitu, gue doain ya semoga ibu Lo cepat sembuh. Kalau gitu gue duluan. Bye!" Setelah mengatakan itu Kayra pergi meninggalkan Winda.
"Apa aku enggak salah liat? Kiara kok jadi care gitu sih?" Gumam Winda.
__ADS_1
"Aku pulang!"
Ayu yang mendengarnya di kamar langsung keluar dan menyambut kedatangan Kayra.
"Gimana sekolahnya? Aman aja kan?" tanya Ayu.
"Iya kak... Aman terkendali kok!" Kata Kayra. Walaupun tidak mau membahas soal hukuman yang dilakukan Kiara.
"Baguslah kalau gitu. Ayo makan dulu!"
"Oke kak!"
Kayra bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian lebih santai. Kemudian ia pergi ke ruang makan.
"Wah... Kelihatannya enak semua ini!"
"Oh iya tadi ada Kiara ke sini, dia habis beli keperluan dapur"
"Ahh gitu ya... Sayang banget enggak ketemu"
"Udah.. Enggak apa-apa, nanti kan bisa telponan"
"Iya ya" Kayra pun melanjutkan makannya dengan lahap.
...****************...
Keesokan harinya Kayra pergi sekolah dengan berjalan kaki. Kini ia mulai terbiasa dengan keadaan sekarang.
Setelah pelajaran pertama dan dilanjutkan dengan istirahat semua siswa dan siswi berhamburan pergi ke kantin. Ada juga yang masih di kelas ataupun di lapangan.
Berbeda dengan Kayra dan Bella mereka harus melanjutkan membersihkan toilet.
"Lama-lama capek juga ya Ki!" Kata Bella yang kelihatan lemas.
"Ya udah Lo tunggu di luar aja atau mau istirahat juga enggak apa-apa" Kata Kayra.
"Ini tinggal sedikit juga kok!"
"Kalau gitu gue tunggu Lo di luar aja ya, capek banget gue"
Bella pun keluar dari sana sedangkan Kayra melanjutkan bersih-bersih nya.
"Huft... Akhirnya selesai juga!" Gumam Kayra. Ia pun bergegas pergi dari sana dan menghampiri Bella.
"Ayo Bel! Masih ada waktu untuk istirahat"
"Ah iya, kita langsung aja ke atas, mereka sudah nungguin"
"Oke!" Kayra paham betul maksud dari Bella. Kiara sudah memberitahu tempat yang sering mereka datangi ketika istirahat.
"Yang sampai duluan dia menang!" Sorak Kayra, ia berlari kecil menaiki tangga.
"Ihh... Kiara curang! Tunggu"
Mereka berlarian di tangga untuk sampai ke atas
CEKLEK....
"Hahah... Yeay gue menang!" kata Kayra.
"Hosh... Hosh... Gila! Cepet amat lo!"
"Hahah!" Kayra melihat sekelilingnya. Tidak ada Irene dan Ezra, namun ia mendengar suara dari kejauhan.
__ADS_1
"Ada masalah apa Lo, Huh?!"
BRUKK!
"Akhh!"
Irene mendorong Winda sampai terjatuh. Wajah Irene tampak marah. Sedangkan Ezra hanya melihat di dekatnya.
"Lo lupa, keluarga Lo punya hutang bejibun sama keluarga gue! Dan Lo dengan mudahnya menyepelekan perintah gue! Dan kata Bella Lo mulai membantah dia?"
"Bu-Bukan begitu maksudku! Ibu ku... Ibu ku masuk rumah sakit, jadi aku tidak membawa uang saku lebih dan kemarin aku harus belajar karena ada kuis--"
"Aahh! Alasan Lo ya!"
Irene mulai ancang-ancang mengangkat tangannya. Namun Kayra datang menghalangi Irene.
"Jangan Irene!" pekik Kayra.
Irene melihat Kayra dan menurunkan tangannya kembali.
"Jauh Ki! Lo ngapain di situ?" kata Irene.
"Sudah Ren, jangan ganggu dia lagi! Yang dia katakan barusan memang benar, ibunya sedang sakit sekarang! Masalah bersihkan toilet juga udah clear kan! Kita enggak apa-apa kok, itu kan hukuman untuk gue dan Bella" Kata Kayra meninggikan suaranya di hadapan Irene.
"Eh.. Eh... Ada apa?" Bella menyusul ke tempat kejadian.
"Kia? Lo baik-baik aja kan?" Tanya Ezra mengernyitkan keningnya.
"Kiara? Lo... Argh! Lo urus tuh sendiri!" Irene pergi meninggalkan tempat itu.
"Irene!" Bella melihat Kayra dan Ezra bergantian. Bella pun mengikuti Irene.
"Nah sekarang Lo bisa pergi Winda" Kata Kayra.
"Makasih Kiara!" Winda buru-buru pergi.
"Kia! Entah kapan gue ngerasa Lo kayak bukan Kiara yang gue kenal lagi... Dan tadi juga Lo beda banget... Sebenarnya Lo itu..." Ezra kembali curiga dengan Kayra.
Sepertinya Ezra juga curiga sama gue! Apa yang harus gue bilang sama dia? Batin Kayra.
"Ah.. Itu, sebelumnya gue minta maaf Ezra. Bukan maksud gue tadi marah sama Irene. Gue cuman... Huft... Sebenarnya gue..."
"...."
"Apa?"
...****************...
"Irene! Tunggu! Gue nih habis naik tangga sekarang turun tangga lagi.... Huaaa capek banget! Mau pulang!"
BRUKK!
Irene tiba-tiba berhenti di depan pintu kelas dan Bella tak sengaja menabrak Irene.
"Aduh... Sorry Ren!" Bella memegangi kepalanya.
"Lo lihat sendiri kan tadi! Kiara marah sama gue! Hahaha... Tumben banget dia marah karena gue nyiksa Winda, dia... Dia bener Kiara enggak sih?" Kata Irene. Dia benar-benar terpukul mendengar sahabatnya pertama kalinya memarahi dirinya.
"Iya sih... Tumben banget... Tapi dia bener Kiara kok! Dia menyenangkan seperti biasanya, tapi memang agak beda sih setelah masuk sekolah lagi" Kata Bella.
Irene yang masih kesal masuk ke kelas dan duduk di bangkunya diikuti Bella di belakangnya.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋