Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 23 Undangan


__ADS_3

"Sudah Ren, jangan ganggu dia lagi! Yang dia katakan barusan memang benar, ibunya sedang sakit sekarang! Masalah bersihkan toilet juga udah clear kan! Kita enggak apa-apa kok, itu kan hukuman untuk gue dan Bella" Kata Kayra meninggikan suaranya di hadapan Irene.


"Eh.. Eh... Ada apa?" Bella menyusul ke tempat kejadian.


"Kia? Lo baik-baik aja kan?" Tanya Ezra mengernyitkan keningnya.


"Kiara? Lo... Argh! Lo urus tuh sendiri!" Irene pergi meninggalkan tempat itu.


"Irene!" Bella melihat Kayra dan Ezra bergantian. Bella pun mengikuti Irene.


"Nah sekarang Lo bisa pergi Winda" Kata Kayra.


"Makasih Kiara!" Winda buru-buru pergi.


"Kia! Entah kapan gue ngerasa Lo kayak bukan Kiara yang gue kenal lagi... Dan tadi juga Lo beda banget... Sebenarnya Lo itu..." Ezra kembali curiga dengan Kayra.


Sepertinya Ezra juga curiga sama gue! Apa yang harus gue bilang sama dia? Batin Kayra.


"Ah.. Itu, sebelumnya gue minta maaf Ezra. Bukan maksud gue tadi marah sama Irene. Gue cuman... Huft... Sebenarnya gue masih kepikiran masalah gue sama Dion, Lo ingatkan?"


"Apa? Terus hubungannya sama ini apa?"


"Aaa... Itu gue jadi ngerasa apa karena gue selalu jahat kali ya sama yang lain dan gue mau menebus kesalahan gue" Kayra merasa apa yang dikatakan itu kurang masuk akal, namun hanya itu yang bisa ia lakukan.


"Ya ampun Ki! Kan udah gue bilang kalau ada masalah apa pun itu Lo bisa cerita, mau Lo ulang-ulang tu cerita kita bakalan dengerin kok, dan bakal kasih solusi. Mending Lo ngomong baik-baik aja dulu sama Irene biar enggak ada salah paham kayak tadi" Kata Ezra.


Kayra menghela nafas lega. Ezra dapat mengerti maksud dari dirinya.


"Iya nanti gue cari waktu yang pas"


"Mau ke kelas? Atau masih mau di sini?"


"Kayaknya gue di sini aja dulu"


"Ya udah, gue hampiri Irene dulu ya, bye" Ezra pergi meninggalkan Kayra sendiri di sana.


Kayra hanya berdiam diri, sesekali ia melihat langit yang membuatnya merasa tenang. Saatnya ia kembali ke kelas.


Saat ia sedang menuruni tangga, Kayra bertemu anak yang tidak ia kenal. Ia berniat untuk mengabaikan saja namun sepertinya dua laki-laki itu mengenalnya.


"Wah... Wah... Ada Kiara nih!"


"Panggil Devan, ini harus di undang, hahah"


Kayra hanya terdiam mematung di sana. Ia merasa dua lelaki ini adalah teman Kiara.


Mereka ini siapa? Perasaan kami enggak satu kelas. Tapi mungkin mereka temannya Kiara. Batin Kayra.


"Kenapa?" Devan datang menghampiri kedua temannya dan melihat ke arah Kayra. Ia tersenyum sinis padanya.


"Lo enggak undang dia nih?"

__ADS_1


"Yahh... Tanpa enggak gue undang pun, dia bakal di undang sama bokap gue." kata Devan.


"Iya ya, gue lupa. Ulang tahun Lo kan semua keluarga terpandang bakal di undang termasuk keluarga nya Kiara."


"Tapi melihat wajahnya yang memelas seperti itu, gue bakal ngundang si cewe murahan ini. Nih!" Devan memberikan undangan ulang tahunnya pada Kayra.


"Apa maksud Lo ngatain gue cewe murahan?" Ucap Kayra. Devan mendekatkan mulutnya di telinga Kayra dan membisikkan sesuatu.


"Lo kan emang cewe murahan... Kalau Lo mau tau maksud gue lebih lanjut, Lo harus datang di pesta gue!" Devan langsung melemparkan undangan tersebut dan pergi meninggalkannya.


...****************...


"Kiara mana sih? Bentar lagi pelajaran nya mau mulai loh!" Kata Bella. Tak lama setelah Bella mengatakan hal itu Kayra datang dan menuju ke bangkunya.


Kayra sempat berhenti di dekat Irene dan melihatnya. Namun ia membuang wajahnya. Akhirnya Kayra memutuskan untuk duduk.


"Psst... Mending Lo jangan ngomong sekarang deh! Orangnya masih badmood" Bisik Ezra.


Kayra mengangguk mengerti. Guru pun masuk dan memulai pelajaran.


Waktu pulang pun tiba. Irene langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Eh Irene! Tunggu!" Pekik Bella. Ia pun mengejar Irene. Ezra melihat ke arah Kayra. Ia tidak tega meninggalkannya.


"Kalau Lo mau duluan enggak apa-apa Zra" Kata Kayra.


"Sorry ya Ki! Gue duluan!" Ezra pun juga mengejar Irene dan Bella.


"Winda!"


"Ah.. Ki-kiara?" Terlihat sekali wajah Winda yang sangat canggung.


"Bukannya jalan pulang kita searah ya? Sekalian aja yok bareng!" ajak Kayra.


"I-iya..."


"Ohiya gimana kabar ibumu?"


"Sudah agak mendingan sih, tapi masih perlu perawatan lebih lanjut"


"Ohh gitu..."


Winda dan Kayra keluar dari bangunan sekolah. Kayra tak menyadari Irene yang tadinya ingin berbicara dengannya dan menunggu di parkiran terkejut melihat Kayra dan Winda sedang asyik mengobrol.


"Astaga... Kiara... Sama Winda? Kayaknya memang ada hubungan deh di antara mereka!" Kata Bella. Ezra yang melihatnya hanya terdiam membisu. Lalu ia melihat ke arah Irene. Wajahnya seketika berubah.


Kiara itu ngapain sih? Batin Ezra.


...****************...


"Halo Ki? Lo kenal Devan? Tadi gue ketemu sama dia" Kata Kayra yang sedang santai di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Iya gue kenal. Saran gue, Lo enggak usah dekat-dekat sama dia. Emang dia ada ngomong apa sama Lo?" Kata Kiara di telepon.


"Eum... Besok malam acara ulang tahunnya dan dia ngundang gue ke sana"


"Dasar tu anak, enggak usah datang Kay! Kalau dia lewat lagi di depan Lo, abaikan aja"


"Ah... Gitu ya, oke deh!"


Setelah menelepon Kayra pun mematikan ponselnya dan beralih ke meja belajar. Di sana ia menyiapkan buku pelajaran untuk di bawa besok.


TOK... TOK... TOK..


"Kay? Ini aku!" Terdengar suara Kenzo dari luar.


"Iya kak, masuk aja!"


CEKELK...


"Sudah mau tidur?" tanya Kenzo.


"Belum nih kak, habis siapkan buku untuk besok"


Kenzo masuk ke dalam dan duduk di kursi dekat kasur Kayra.


"Besok malam ada acara ulang tahun Devan, kalau kamu enggak tau dia itu anak dari Eric Mahesa Adhitama, perusahaan Adhitama yang cukup berpengaruh di kalangan atas"


"Apa dia juga teman dari Kiara?" tanya Kayra.


"Iya, karena ayah kita dengan paman Eric sudah berteman lama, sudah tentu mereka juga berteman, tapi ya kelihatannya kurang dekat sih. Setiap ada acara kayak gini Kiara pasti enggak mau ikut. Jadi sebaiknya kali ini kamu hadiri saja dengan ku, kamu juga harus tau bagaimana orang-orang seperti kita bersosialisasi" jelas Kenzo.


"Baik kak, akan aku usahakan untuk ikut bareng kakak"


"Oke deh! Besok sepulang sekolah, kita ke mall ya beli baju"


"Iya kak!"


"Kalau gitu selamat malam!"


"Malam juga kak!"


Kenzo keluar dari kamar Kayra. Malam itu Kayra di penuhi dengan rasa bimbang. Ia ingin sekali datang ke acara itu mengingat ada hal yang ingin di sampaikan Devan kepadanya. Namun di sisi lain Kiara menyarankan untuk tidak pergi.


"Huft... Apa aku enggak usah ikut aja ya? Kayaknya bakal menyulitkan!"


Kayra merebahkan tubuhnya di kasurnya. Lama ia menatap ke arah jendela dan tak lama setelah itu ia pun tertidur lelap.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2