
Proyektor itu menyala dan memancarkan sinarnya ke arah layar tersebut. Terlihat sebuah video singkat di dalamnya.
Kayra merasa tak asing melihat gadis bersama lelaki di sampingnya. Setelah itu muncul sebuah foto yang terlihat jelas siapa dua orang itu yang tengah melakukan hal yang tak pantas ia lihat
Hah? Kiara?! Laki-laki itu pasti tidak salah lagi, Dion! Batin Kayra.
...****************...
"Hentikan!" Kata Kayra. Video dan foto itu terus berulang-ulang.
"Apa? Gue enggak dengar!" Kata Devan yang sebenarnya dia mendengarnya.
"Gue bilang hentikan semua itu!"
Devan mendekati Kayra. Ia duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya.
"Bagaimana? Sangat menarik bukan! Jadi jangan salahkan gue, kalau ngatain Lo cewek murahan"
"Ini semua pasti kerjaan Lo kan!?"
"Kok Lo main nuduh ke gue sih? Gue juga dapat dari seseorang. Dari pada itu, kayaknya Lo enggak takut sama sekali kalau sewaktu-waktu video ini bakal gue sebar. Atau bisa aja sekarang!"
Kayra terdiam dan menatap Devan dengan sinis nya. Ia tau ini sebuah ancaman untuk Kayra.
"Apa yang Lo mau dari gue?" kata Kayra tegas.
"Ternyata Lo cukup peka juga ya, gue kira Lo cuman bisa marah-marah atau tidur bersama pria lain" Kata Devan.
"Kalau masih lama, mending gue keluar dari sini!" Kayra mulai melangkahkan kakinya untuk pergi keluar namun di halang oleh Devan.
"Eitts.. Mau ke mana? Urusan kita belum selesai"
...****************...
"Cek... Cek... Hari ini banyak sekali para hadirin yang datang ya... Baiklah acaranya akan kita mulai saja. Tuan-tuan dan nyonya- nyonya pasti tau hari ini adalah hari apa. Yap! Hari ini adalah hari ulang tahun putra dari keluarga Adhitama yang ke 18 tahun, mari kita sambut Devan Mahesa Adhitama!" Sang MC memanggil Devan dari belakang panggung. Devan pun menaiki panggung tersebut diikuti tepuk tangan yang meriah dari para hadirin.
Kayra baru saja kembali dan langsung menghampiri teman-temannya.
"Kia! Lama amat Lo ke toilet!" Ucap Bella.
"Ah... Tadi agak antri sedikit" Kayra duduk di samping Irene dan melihat Devan yang menjadi bintang tamu pada malam hari ini.
"Silahkan tuan Devan ingin memberikan kue nya untuk siapa dulu? Atau jangan-jangan ingin memberikan pada ehem.. gebetan mungkin..." MC itu mengerjainya. Devan hanya tersenyum-senyum.
Devan telah menyuapi kedua orang tuanya dan adik perempuannya. Setelah itu Devan membisikkan sesuatu pada MC itu.
"Hoho... Sepertinya tuan Devan ingin memberikan suapan pada seseorang... Baiklah kita panggil saja dia, Kiara Kusuma Wardani! Nona Kiara merupakan anak dari Dennis Kusuma Wardani, kita semua pasti tau itu"
Para hadirin langsung melihat ke arah Kayra serentak.
"Hah? Kiara? Lo di panggil?" Ucap Ezra tak percaya.
Kayra pun bangkit dari duduknya dan naik ke atas bersama Devan. Mereka berdua saling berhadapan. Devan mulai memberikan sesendok kue itu pada Kayra. Tanpa ba-bi-bu Kayra pun menerimanya.
"Apa yang terjadi? Setauku mereka tak pernah akur" Gumam Kenzo.
"Kan beda orang, sayang. Bisa aja ternyata dia akrab sama Kayra" Bisik Ayu agar tidak kedengaran orang.
__ADS_1
"Kayaknya Lo suka ya sama kue ini? Ni makan lagi yang banyak!" Devan memberikan potongan kue itu ke mulut Kayra.
"Apaan sih lo! Udah beres kan? Gue mau turun!" Kayra langsung turun dari sana.
Ketiga temannya itu sangat kebingungan sekali dengan tingkah Kayra yang tak biasanya.
"Lo kesambet apa Ki?"
"Iya nih, tumben amat Lo?"
"Gu-Gue juga kaget tiba-tiba nama gue di panggil, ya gue maju aja. Btw kue nya enak!" Kayra terkekeh kecil.
Akhirnya Kayra dan yang lainnya memutuskan untuk kembali karena Kayra harus bersekolah esok hari. Acara tersebut masih berlangsung sampai dini hari.
"Maaf ya paman Eric, kami harus kembali lebih awal" Ucap Kenzo.
"Tidak apa-apa nak Kenzo, terima kasih kepada kalian yang sudah hadir ya.. Sering-seringlah main ke rumah Kiara!" Ucap Eric.
"Baik paman"
Mereka keluar dari gedung itu dan masuk ke dalam mobil. Kenzo mulai melajukan mobilnya.
"Kay, kamu memang dekat ya sama Devan?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
"Ah.. Enggak juga kak"
Apa gue kasih tau aja ya tentang itu? Kak Kenzo kan juga tau masalah Kiara. Batin Kayra.
"Ya baguslah kalau kamu dekat sama dia, akur-akur ya kalian!"
"Apa maksudmu Kay?" Tanya Ayu.
"Tadi..."
Kayra membicarakan kembali mengenai kejadian tadi.
Sesampainya di rumah, Ayu masuk duluan ke kamar bersama Rian. Sementara Kayra dan Kenzo masih di ruang tamu membicarakan hal tadi.
"Enggak bisa gitu Kay? Dia pasti bakal manfaatin kamu!"
"Aku tau kak, tapi mau gimana lagi? Aku enggak mau berita itu sampai ke sebar. Memang bukan aku yang lakuin tapi sekarang aku bertukar peran dengan Kiara. Dan ini pasti akan terpengaruh dengan perusahaan kakak" Jelas Kayra.
Sebelumnya Kayra menginginkan agar video dan foto-foto itu tidak tersebar namun ada syarat yang harus Kayra penuhi yaitu melakukan apapun yang Devan inginkan.
Mau tidak mau Kayra harus menuruti perintah dari Devan. Seperti yang ia lakukan waktu memberi kue ulang tahun.
"Tapi kamu yakin, memang bukan dia pelakunya?"
"Aku yakin kak, dia juga dapat dari seseorang"
"Tetap saja kita harus waspada dengan Devan."
"Makanya aku punya rencana dengan dia memanfaatkan aku. Aku akan mencari pelaku sebenarnya"
...****************...
"Melihat kamu yang sudah tidak terlambat lagi ke sekolah, hukuman mu saya anggap selesai!" Ucap pak Badrul.
__ADS_1
"Dan kamu Bella! Hari ini hari terakhir mu, jadi kalau kamu masih suka terlambat lagi bukan toilet lagi yang kamu bersihkan, tapi seluruh ruangan kelas kamu bersihkan!"
"Hah, buset dah.." Gumam Bella.
"Kamu mengerti!?"
"Mengerti pak!" Kayra dan Bella keluar dari kantor.
"Huft... Ck! Capek gue!" Pekik Bella.
"Ayo gue temenin, hari ini kan terakhir hukuman Lo"
"Iya sih, ya udah deh, ayok!"
Bella pun membersihkan toilet sendirian, sedangkan Kayra hanya menunggu di luar. Setelah selesai membersihkan toilet, mereka pun berencana kembali ke kelas.
Dari arah berlawanan terlihat Devan yang memakai topi menutupi wajahnya melewati Kayra dan Bella.
"Ikut gue!" Bisik Devan pada Kayra. Kayra Menghentikan langkahnya.
"Kenapa Ki?" tanya Bella.
"Eum... Lo duluan aja ke kelas, nanti gue nyusul. Ada hal yang harus gue lakuin!" tanpa persetujuan Bella, Kayra buru-buru pergi.
"Eh.. eh.. Buru-buru banget.." Gumam Bella. Ia pun kembali ke kelas sendirian.
"Kayaknya dia ke arah rooftop deh... Apa gue salah ya?" Kayra melihat Devan menaiki tangga yang menghubungkan ke arah rooftop. Ia pun membuka pintu dan melihat seorang lelaki membelakanginya.
"Seru juga, Sini lo!" Kata Devan. Kayra dengan malasnya mendekati Devan.
"Nih, Lo habisin yah..." Devan meletakkan sekantong plastik berukuran sedang ke atas meja. Di dalamnya terdapat banyak Snack-snack.
"Apa maksudnya ini? Jangan-jangan kadaluwarsa lagi!"
"Eh, sembarangan Lo ya kalau ngomong! Ini dari fans gue, mana mungkin ngasih yang kadaluwarsa!"
"Tapi gue enggak mau makan, gue pergi dulu!" ucap Kayra.
"Eh.. Makanannya mau gue buang?"
"Ya terserah, makanan punya Lo, ya suka-suka Lo lah..."
Kayra hendak pergi dari sana namun Devan dengan cepat menahan tangan Kayra.
"Eits... Siapa suruh Lo boleh pergi! Gue mau main game online, Lo harus tungguin gue di sini!"
"Ya ampun, lebay amat sih minta di tungguin segala,"
"Ohh... Lo lupa ya, apa videonya sekalian gue sebarin aja?"
Kayra merasa muak mendengarnya. Akhirnya ia mendengarkan apa yang Devan minta.
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1