Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 26 Kekasih Baru


__ADS_3

Ezra dan Irene melihat Bella sendirian masuk ke kelas. Mereka tampak kebingungan karena tidak ada Kayra bersamanya.


"Loh, Bel? Kiara di mana?" Tanya Irene.


"Tadi sih katanya ada urusan mendadak" Bella langsung duduk di bangkunya.


Tak lama kemudian jam pelajaran pun akan segera di mulai. Kayra bergegas masuk ke kelas.


Ketiga temannya langsung menanyakan pertanyaan padanya.


"Lo habis dari mana Ki?"


"Kok lama baliknya?"


"Aman aja kan?" Mereka bertiga serempak memberikan pertanyaan. Kayra bingung harus mulai menjawab dari mana.


"Aa... Itu, gue habis dari toilet, sakit perut!" Bohong Kayra.


"Oalah, kalau ada apa-apa jangan sungkan ya Ki!" Ucap Irene.


"Oke!"


...****************...


Keesokan harinya Devan mulai terang-terangan menyuruh Kayra melakukan apa yang ia inginkan. Siswa dan siswi banyak yang memperhatikan mereka.


Salah satu teman kelas 12-3 yang melihatnya langsung buru-buru memberitahu pada ketiga teman Kayra.


"Eh, Ren! Teman Lo jadi bahan gosip nih!"


"Hah? Siapa? Gosip apa?" tanya Irene.


"Itu si Kiara! Banyak yang liat Devan selalu ngajak Kiara, enggak tau tuh ngapain"


"Ada yang dengar juga sih, Devan nyuruh Kiara buat lakuin sesuatu gitu" Ucap satu temannya lagi.


"Tuh kan, berarti bener! Waktu di acaranya Devan juga dia manggil Kiara ke panggung... Pasti ada sesuatu nih!" Kata Bella.


Ezra yang mendengar itu langsung cepat pergi keluar dan mencari keberadaan Kayra.


"Ezra pergi tuh! Ikutan yok!" Bella dan Irene juga mengikuti Ezra dari belakang.


Ezra mencari di kelasnya namun tidak ada Devan dan Kayra di sana. Ia pun memutuskan untuk berjalan lagi.


Sampai akhirnya sebuah tangga yang menghubungkan ke rooftop terlihat Kayra bersama Devan. Ezra buru-buru menggenggam tangannya.


"Kiara!"


"Ezra?! Lo ngapain?"


"Harusnya gue yang tanya, Lo ngapain di suruh- suruh sama Devan?"

__ADS_1


"Hah! Merepotkan ya punya teman protektif" Sindir Devan.


"Sibuk Lo! Lo punya hak apa huh nyuruh Kiara?"


"Lo mau tau?"


"Udah... Udah... Ezra, gue enggak apa-apa beneran! Tadi Devan cuman minta tolong aja sama gue. Gue enggak keberatan sama sekali kok" Kata Kayra menenangkan Ezra.


"Tapi Ki! Kalau Lo keseringan di suruh-suruh?"


"Enggak Zra..."


"Pokoknya kalau dia sampai ganggu Lo dan nyentuh Kiara seujung kuku Lo, awas aja lo!" Ancam Ezra.


"Kalau udah selesai gue ke kelas" ucap Kayra pada Devan. Kayra dan Ezra kembali ke kelas bersama Irene dan juga Bella yang dari tadi hanya melihat dari bawah tangga.


"Ingat ya Ki, kalau Lo merasa terganggu langsung kasih tau kita aja!" Kata Bella.


"Iya Bel! makasih ya..."


Begitulah hari-hari Kayra sekarang di sekolah. Setiap jam istirahat ada saja perintah dari Devan. Ia mulai menyuruh Kayra mulai dari membawakan tasnya ke kelas, membelikan apa yang dia mau ke kantin, dan lain sebagainya


Namun Devan tak sama sekali berniat jahat untuk mengganggu atau melukai Kayra.


"Sampai kapan sih Kiara terus sama anak itu!" Gerutu Ezra.


"Wah... wah... ada yang cemburu sepertinya!" Kata Bella.


Ezra menyukai Kiara sejak lama, namun saat itu Kiara sudah bertemu dengan Dion dan menjadikannya kekasih. Alhasil Ezra hanya memendam dan sudah nyaman dengan hubungan pertemanan sekarang ini.


"Tapi apa enggak aneh ya, tiba-tiba aja Kiara sebegitu nya sama Devan? Padahal yang kita tau mereka enggak ada akur-akurnya sama sekali" Kata Bella. Mereka semua menjadi bingung.


"Apa mungkin ada sesuatu kali ya di antara mereka?"


"Tapi mungkin pengen akur aja kali, setau gue bokap Kiara sama bokap nya Devan kan Deket juga, jadi wajar aja sih" Ucapan Bella justru membuat Ezra semakin kesal. Sekarang ini tidak ada hal yang harus ia lakukan.


...****************...


Sudah memasuki 5 bulan usia kandungan Kiara. Ia menghidupi dirinya sendirian dan juga menunggu sang buah hati.


Kiara juga mulai bekerja sebagai penjaga sebuah toko. Ia tidak mungkin berharap pada kakaknya, Kenzo yang selalu mengiriminya.


Kiara juga berkali-kali menghubungi Dion, ia ingin Dion menganggap bahwa bayi yang ia kandung adalah anaknya. Namun selalu saja sangat susah untuk di hubungi.


Sampai suatu hari setelah pulang bekerja, Kiara melihat sebuah motor yang sangat mirip dengan milik Dion. Tak lama setelah itu seorang lelaki dan perempuan menuju ke motor.


"Dion! Akhirnya gue bisa nemuin dia! Tapi... Dia sama siapa?" Gumam Kiara.


Dion melajukan motornya bersama perempuan itu. Kiara tak mau ketinggalan, ia bergegas mencari ojek untuk di tumpangi nya.


Setelah menemukan ojek Kiara langsung mengikuti Dion walaupun hampir ketinggalan namun Kiara bisa menemukannya lagi.

__ADS_1


Dion membawa perempuan itu ke sebuah perumahan yang sangat besar. Kiara langsung mengetahui ke mana arah pergi mereka.


Akhirnya Kiara memutuskan untuk berhenti di depan sebuah pos ronda dan ia masuk ke dalam perumahan itu.


Dion tinggal di salah satu perumahan tersebut. Sewaktu mereka berpacaran Dion selalu mengajak Kiara ke rumahnya.


...****************...


"Ini rumah mu? Kamu tinggal sendirian?" Tanya Kiara. Ia melihat interior rumah yang sangat cantik.


"Iya ini rumah ku, tapi ini juga bakal jadi rumahmu kok, jadi aku enggak tinggal sendirian..." Kata Dion.


"Iihhh... Kamu bisa aja sih!" Kata Kiara tersipu malu.


...****************...


Begitulah terakhir kali Kiara mengingat percakapan antara dia dan Dion. Namun sekarang ceritanya berbeda.


Dion dan perempuan itu pun masuk ke dalam sambil berpegangan dengan mesra. Kiara dengan yakin beranggapan perempuan itu adalah kekasih baru Dion.


Kiara dengan pelan juga mengendap masuk melewati dapur. Ia cukup tau mengenai denah rumah Dion.


"Wah... Rumah mu besar banget, beb!" Kata perempuan itu.


"Ah.. Masa sih... Enggak juga kok. Kamu duduk dulu, aku buatkan minum ya, kamu pasti haus" kata Dion.


"Enggak usah repot-repot beb!"


"Enggak apa-apa, aku juga sekalian mau minum kok..."


Akhirnya Dion meninggalkan gadis itu di ruang tamu. Ia langsung menyiapkan dua gelas lalu membuatkan minuman untuk mereka.


Kiara mengintip dari balik jendela, ia melihat Dion membuat minuman itu. Namun ada hal yang sedikit berbeda. Dion seperti memasukkan sesuatu di salah satu gelas itu.


"Ini dia minumannya!" Dion duduk di samping perempuan itu dan memberikan segelas minuman.


"Makasih ya beb!" Perempuan itu pun meminumnya.


"Siang ini enaknya ngapain ya beb?" Tanya Dion.


"Hmm... Nonton film aja, kayaknya seru!"


"Oke aku siapin dulu"


Mereka berdua pun menonton film. Kiara masih memperhatikan mereka. Ingin rasanya ia masuk dan memanggil Dion namun terlalu berat bagi Kiara apalagi mengetahui dia memiliki kekasih baru.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2