
Dion masih menunggu di depan sekolah. Akhirnya yang tunggu pun keluar dari sana. Dion kembali mengikuti Kayra.
Anehnya Kayra bukan melewati arah jalan pulang namun arah lain yang membuat Dion semakin penasaran.
Ternyata Kayra ingin menemui Kiara dan tidak sadar ada seseorang yang sedari pagi mengikuti dirinya.
TOK... TOK..
"Kiara!" panggil Kayra di depan pintu rumah.
Jadi ini rumah Kiara? Batin Dion.
CEKLEK...
"Ayo masuk!" Kayra pun masuk ke dalam.
Dion pun juga meninggalkan tempat itu dan kembali mengambil motornya.
...****************...
"Halo?"
"... Ini Kiara. Kita bisa ketemuan enggak?"
Kiara tengah menunggu seseorang di sebuah cafe yang tak jauh dari rumahnya. Mungkin lokasi itu sedikit jauh dari rumah Irene. Karena Kiara juga ingin menghindari orang-orang yang ia kenal.
Dari kejauhan terlihat Irene yang sedang turun dari mobil. Tak lama kemudian mobil itu pun melaju pergi.
Irene masuk ke cafe itu dan mencari Kiara yang sudah janjian sebelumnya.
"Ah... Makasih udah datang..." Ucap Kiara. Ia sedikit malu menampakkan wajahnya di depan Irene.
"Oh iya, nih gue pesanin minuman caramel macchiato" Sambung Kiara.
"Makasih" Ucap Irene. Mereka hanya saling diam. Tenggelam pada pikiran masing-masing.
"Eum... Gue... Aduh jadi bingung mau ngomong apa" Kiara terkekeh kecil. Pertama kali baginya merasa canggung pada teman yang sudah ia anggap saudari sendiri.
"Santai aja sama gue"
"Jujur gue merasa malu banget, banyak salah gue ke kalian semua. Tapi gue enggak sanggup buat cerita ke kalian semua..." Kiara mulai menceritakan perasaannya.
"Dan hanya satu kata yang saat ini gue bisa bilang... Maaf..."
Irene menghela nafas panjang. Ia juga merasa sedih atas apa yang di timpa temannya itu. Ia pun bangkit dari duduknya dan berpindah ke bangku yang ada di sebelah Kiara.
"Iya ki! Kalau gue yang ada di posisi Lo sekarang, mungkin gue juga bakal ngelakuin hal ini" Ucap Irene. Entah mengapa begitu mendengar hal itu hati Kiara perlahan lega. Air matanya mulai jatuh di pipinya.
Irene langsung memeluknya dengan hangat. Kiara pun membalas pelukan itu.
Selang beberapa waktu, hubungan mereka mulai membaik. Sekarang mereka berpindah ke sebuah taman yang juga dekat dengan cafe itu.
__ADS_1
"Jadi... Dion sudah nyuruh Lo buat gugurin tapi Lo nya enggak mau?" Ucap Irene. Kiara hanya bisa membalas dengan anggukan kecil.
"Dasar emang tu cowok! Gue emang udah firasat, Dion itu aneh banget anaknya..." kesal Irene.
"Haha... Memang yaa... Cinta itu buta dan tuli. Huft... Dan sekarang ini yang gue dapat!" Ucap Kiara.
"Gue bisa ngerasain apa yang Lo rasain sekarang. Ya mungkin enggak sepenuhnya sih. Jadi kembaran Lo itu... Siapa tadi namanya?"
"Kayra. Selama di sekolah dia banyak cerita tentang kalian. Gue rindu banget masa-masa itu"
"Kalau misalnya, Ezra dan Bella tau gimana?"
"Gue juga enggak tau harus ngapain, Ren! Yang pasti mereka kecewa banget, apalagi Ezra. Selama ini gue cewek yang peka-an. Gue enggak tau sejak kapan Ezra suka sama gue..."
"Gue yakin mereka enggak sekecewa itu kok sama Lo"
Kiara melihat jam di tangannya. Langit juga mulai gelap.
"Makasih ya Ren, untuk hari ini... Kalau mau ketemuan lagi, Lo bisa ke rumah gue. Nanti gue minta tolong Kayra untuk--"
"Cewek itu lagi?" Tanya Irene. Entah mengapa dia sedikit jengkel pada Kayra.
"Lo masih enggak suka ya sama dia?"
"Bukannya enggak suka, cuman bodohnya gue enggak sadar dengan sikap aneh dia."
"Maafin kami Ren, mungkin Kayra sudah berusaha semaksimal mungkin untuk jadi diri gue di sana. Pasti dia sangat kesusahan. Jadi Gue mohon, Lo jangan benci sama dia"
"Baiklah, gue bakal coba!"
...****************...
Di kamar Kayra...
Kayra sedang mencari sesuatu di kamarnya. Ia mencari di atas meja, dalam lemari, bahkan di dalam tas pun ia mencari.
"Kemana sih flashdisk itu...?" gumam Kayra. Sudah tiga hari ia menggeledah kamarnya namun tetap saja tidak ia jumpai barang kecil yang mampu cukup banyak file.
"Kayra... Ini molen sama onde-onde nya sudah datang" Ucap Ayu yang ada di luar.
"Mending makan dulu deh.. Dari pada mikirin ini... Huft..." Dengan gontai nya ia keluar dari kamar.
"Aku bawa sebagian ke kamar ku ya kak! Masih mau belajar nih"
"Iya Kay, ambil aja"
Kayra mengambil sebuah piring dan mengisikan beberapa molen dan onde-onde. Ia pun kembali ke kamarnya.
"Aneh... Sudah di cari tetap aja enggak ketemu!" Kesal Kayra. Ia mengambil sebuah onde-onde yang berbentuk bulat. Namun tidak sengaja ia jatuhkan onde-onde itu dan menggelinding ke bawah ranjang.
"Aargh! Pakai jatuh lagi! Huaa... Capek banget!" Kayra mencoba mengambilnya. Sepertinya onde-onde itu cukup jauh sehingga sulit untuk di jangkau.
__ADS_1
Ia pun berusaha lagi mendorong badannya ke dalam. Akhirnya ia merasakan benda bulat dan ada benda lain juga yang dekat dengan tangannya.
"Huppp! Dap-- Eh ini kan? Akhirnya!!! Ketemu juga ni flashdisk!" Betapa senangnya ia menjumpai flashdisk yang ia cari-cari selama ini.
Kayra buru-buru menyalakan laptopnya dan mulai memeriksa isi dari flashdisk itu.
"Kenapa bisa flashdisk itu bisa sampai ke bawah ya?" gumam Kayra. Ia masih fokus pada layar laptopnya.
Ia melihat foto dan juga video yang masih ada di sana. Namun ada sesuatu yang aneh di dalam sana.
"Ini kan...?"
...****************...
Keesokan harinya Dion kembali datang ke rumah Kiara. Dan pas sekali Kiara keluar dari rumahnya. Ia langsung mengambil sapu halaman dan mulai membersihkannya.
Kiara mulai membersihkan halamannya sembari bersenandung kecil lagu kesukaannya. Tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang mulai mendekati dirinya.
Kiara pun berbalik badan dan terkejut melihatnya.
"Dion?! Lo kok....?"
"Kiara, ada yang mau gue omongin ke Lo!"
Dion sudah duduk di ruang tamu. Kiara terpaksa memintanya masuk karena khawatir orang-orang akan melihat mereka.
"Lo mau ngomong apa?" tanya Kiara memulai pembicaraan.
"Lo punya kembaran kan?"
"Apa maksud lo?"
"Jawab dulu pertanyaan gu--"
"Sekarang, apa Lo bisa jelasin semua hal yang Lo lakuin ke gue?" Ucap Kiara mengalihkan pembicaraan. Dion berusaha memahami perkataannya.
"Lo... Lo ngelakuin ini atas perintah orang lain kan?" sambung Kiara.
"Kalau iya kenapa?" ucap Dion dingin.
"Kenapa Lo... Ughh! Siapa?! Siapa orang yang nyuruh Lo ngelakuin begini? Pasti Laura juga atas suruhan orang itu kan?!" pekik Kiara.
"Lo enggak tau apa-apa Ki! Dengar, sekarang Lo harus sembunyi dan selalu di dalam rum--"
"Kenapa tiba-tiba Lo care sama gue? Apa ada lagi yang nyuruh Lo ngelakuin ini semua? Huh!? Mending Lo pergi dari rumah gue dan jangan sampai gue liat wajah Lo lagi!" pekik Kiara.
Dion pun dengan berat hati pergi dari rumah Kiara.
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋