Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 35 Foto Itu Mulai Tersebar


__ADS_3

Winda berhenti di Mading (Majalah dinding) lantai bawah. Di sana Winda menempelkan sesuatu di dalamnya.


"Ngapain, Win?"


"Ah... Ini biasanya kalau jarang ada yang ngisi Mading, aku yang memasukkan nya dulu agar terlihat ramai.. Memang sih hanya kata-kata biasa...." Ucap Winda sambil menggaruk kepalanya.


"Jangan lupa berdoa sebelum melakukan aktivitas! Semangat ujiannya!" Kayra membaca tulisan Winda.


"Wah.. Bagus juga nih, kapan-kapan gue mau juga ah nulis di sini" Kayra melihat lagi tulisan milik orang lain. Namun seketika pandangannya terhenti di sebuah foto yang tidak asing baginya.


"Ini... Bukannya..." Kayra mendekatkan sedikit matanya ke foto itu.


"Astaga? Kenapa foto ini ada di sini?" Pekik Kayra.


...****************...


"Foto siapa?" Winda melihat ke arah foto tersebut.


Kayra cepat-cepat mengambil beberapa foto itu. Foto yang di tempel di Mading adalah foto yang ada di flashdisk.


Kenapa foto Kiara sama Dion ada di sini? Apa jangan-jangan ada orang lain yang mulai membeberkannya? Tapi siapa? Batin Kayra.


"Winda! Ayo cepat kita ke lantai 2!" Kayra buru-buru naik ke atas bersama Winda. Setiap tingkatan memiliki Mading nya tersendiri.


Kayra mempunyai firasat bahwa ada foto lain di atas. Dan ternyata benar sekali dugaan Kayra. Ada foto yang sama di Mading itu.


"Tidak mungkin! Winda gue butuh pertolongan Lo!"


"Iya Kiara! Kalau gitu aku cari di atas lagi, semoga belum ada yang lihat"


Kayra kembali turun memastikan di luar sekolah tidak ada lagi foto-foto yang akan merusak reputasi Kiara.


Tak sengaja Kayra bertemu dengan Devan yang baru saja sampai.


"Eh? Kia! Lo mau ke mana buru-buru?" Tanya Devan.


"Devan! Hosh... Hosh..."


Masa sih Devan yang ngelakuin semua ini? Tapi dia baru aja datang. Batin Kayra.


Devan melihat Kayra yang hanya terdiam. Ia melihat sebuah foto di tangannya.


"Foto siapa ini?" Devan terkejut melihat foto tersebut.


"Ki! Inikan foto Lo yang... Kenapa bisa ada--"


"Fotonya gue Nemu di mading! Gue enggak tau siapa yang ngelakuin ini!" Kayra tertunduk lesu.


"Mau gue bantuin nyari lagi?"


Kayra membalasnya dengan anggukan. Devan mulai mencari keluar sekolah. Yang pertama ia datangi adalah lapangan sekolah. Di sana juga terdapat papan pengumuman yang biasanya menjadi tempat untuk memberitahu informasi.


"Ternyata benar ada di sini! Tapi bagaimana bisa foto ini ada yang sebar?" Gumam Devan.


"Kiara!"


"Devan? Gue udah nyari di tempat lain, tapi sudah enggak ada"


"Iya... Lo tenang aja, semuanya aman kok! Ini terakhir gue Nemu di lapangan. Siswa-siswi yang lain juga belum ada banyak yang datang, jadi semoga aja mereka enggak ada liat"


"Ah... Makasih"


Tak lama setelah itu Winda datang menghampiri Kayra.

__ADS_1


"Ini Ki! Tadi di Mading lantai 3 juga ada. Gue baru sadar kalau fotonya begitu..." Winda terperanjat melihat Devan di samping Kayra.


"Loh? Bukannya Lo anak sekelas gue ya?" Tanya Devan memastikan.


"Ah iya"


"Oh iya, siapa nama Lo tadi? Gue lupa"


"Win- Winda!"


"Winda ya?"


"Kiara? Dia juga... tau?" Bisik Winda.


"Iya, makasih banyak ya" Ucap Kayra.


"Tenangin diri Lo dulu, bentar lagi mau ujian, harus fokus!" Ucap Devan menyemangati.


Kok aku enggak tau kalau Devan ternyata sudah tau soal ini? Batin Winda.


Kalau dilihat dari anak itu kayaknya dia sudah tau soal foto itu? Batin Devan.


Mereka bertiga pun kembali ke kelas masing-masing.


...****************...


Di rumah Kiara. Kayra sedang menceritakan apa yang terjadi di sekolah tadi.


"Hah? Foto apa?" Tanya Kiara.


Ah iya... Kiara belum tau soal flashdisk itu. Batin Kayra.


"Eum.. Jadi gue punya flashdisk yang di dalamnya ada...." Kayra pun menceritakannya kembali.


"Bukan... Bukan.. Maksud gue dia juga dapat dari.... Entahlah itu gue enggak tau, yang jelas dia bukan dalangnya." Jelas Kayra.


"Hm... Tapi agak sedikit mencurigakan enggak sih, aduh Kay! Makanya Lo jangan terlalu deket-deket sama dia" Ucap Kiara.


"Jadi bagaimana? Lo ada curigain seseorang?"


"Bentar, yang tau soal kita kembar dan kandungan gue hanya Winda sama Irene, nah yang tau soal video itu kan cuman Devan, berarti jelas itu dia!" kata Kiara kesal.


Entah mengapa dia sedikit tidak meyakinkan kalau Devan memang pelakunya.


...****************...


Kayra telah kembali dari rumah Kiara. Setelah selesai membersihkan dirinya dan menyelesaikan belajarnya, ia merebahkan tubuhnya di kasurnya.


Rasanya sangat lelah sekali menghadapi semua permasalahan yang ada. Padahal dia menginginkan waktu bersama dengan semua anggota keluarga.


Tapi bukan berarti dia menyalahi Kiara sebagai awal masalah. Karena pasti ada banyak masalah yang menunggunya di depan sana.


"Huft... Kalau memang Devan, tapi tadi di sekolah dia bantuin gue dan dia juga kaget soal itu. Winda juga datang bareng gue... Kayaknya orang itu sudah merencanakan semuanya sebelum anak-anak berangkat sekolah..." Gumam Kayra.


Matanya mulai terasa berat hingga akhirnya Kayra pun terlelap.


...****************...


"Bukan aku Kay, aku juga enggak tau kalau ada hal seperti itu..." Ucap Winda.


"Ah begitu ya... Maaf ya bukan bermaksud menuduh kok" ucap Kayra yang berada di belakang sekolah.


"Enggak apa-apa, Kay! Kalau aku di posisi mu pasti banyak mencurigai orang"

__ADS_1


Kayra tersenyum mendengar hal itu.


"Kenapa?" ucap Irene kesal. Kali ini Kayra hendak memastikan pada ketiga orang tersebut.


"Gue minta waktunya bentar, Ren.." Ucap Kayra.


"Cepetan ngomong, enggak usah basa-basi!"


"Jadi... Lo enggak ada ngasih tau tentang Kiara kalau--"


"Jadi Lo nuduh gue!?" Potong Irene.


"Bukan gitu, Ren... Gue, Gue cuman memastikan aja."


"Gue enggak ada ngasih tau!" Setelah mengucapkan itu Irene pergi meninggalkan Kayra.


Yang terakhir adalah Devan. Kayra akan mengajak bertemu setelah pelajaran selesai.


Kayra : Devan, pulang sekolah ketemuan bentar ya? Ada yang mau gue omongin...


Devan : Boleh, Ki! Mau di mana?


Kayra : Di rooftop aja


Devan : Oke👍


Begitulah isi percakapan mereka di handphone.


Akhirnya setelah selesai, Kayra buru-buru pergi ke rooftop melewati kelas Devan yang sudah kosong. Itu berarti dia sudah menunggu cukup lama di sana.


"Hosh.... Hosh... Maaf... Hosh... Gue lama!" Ucap Kayra.


"Ya ampun, enggak apa-apa Kiara" ucap Devan.


"Sebelumnya maaf ya kalau tiba-tiba jadi nuduh Lo" Ucap Kayra.


"Mau ngomong apa?"


"Mengenai foto kemarin, kan Lo yang tau soal itu."


"Ah... Bukannya flashdisk itu sama Lo ya? Selain bukti di flashdisk itu gue enggak ada nyimpan bukti lain, Ki!" Ucap Devan.


"Apa? Tapi kan, gue udah nyuruh Lo bawa aja"


"Iya tapi gue pikir sebaiknya Lo aja yang nyimpan flashdisk itu"


"Memangnya Lo taruh di mana?"


"Di meja belajar. Jangan-jangan Lo enggak ada liat lagi"


"Iya gue enggak tau sama sekali"


Aneh... Siapa yang membocorkan bukti itu? Di lihat dari raut wajah Kiara sepertinya dia juga kebingungan. Wajar saja dia menuduh gue... Batin Devan.


"Tenang, Ki! Gue juga akan ikut bantu Lo kok!" Ucap Devan.


"Makasih banyak ya..."


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2