
Setelah Kiara pergi dari perumahan Dion, ia merasa ada seseorang yang dari tadi mengikuti dirinya.
Ia pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
Benar saja perempuan yang menjadi kekasih Dion itu mengikuti Kiara.
"Ah.. Ma-maaf kak!" Ucap Laura.
"Lo dari tadi ngikutin gue ya?" tanya Kiara.
"Iya... Tadi gue dengar semua pembicaraan kakak sama Dion, apa itu benar?" Kata Laura sambil melihat perut Kiara.
...****************...
Kiara mengajak Laura ke rumahnya. ia akan membahas mengenai Dion pada Laura.
Laura pun kembali izin pada ibunya untuk pulang agak lambat. Ibunya mengizinkan selama Laura bersama teman perempuannya. Namun jika ketahuan Laura bersama dengan lelaki, orang tua Laura akan marah besar.
Laura dan Kiara memiliki kemiripan yang sama. Orang tua Laura dan Kenzo tidak menyukai Kiara berpacaran dengan Dion.
Laura dan Kiara justru berpacaran tanpa sepengetahuan mereka. Namun bedanya Kiara sudah mendapatkan balasan yang ia dapatkan sedangkan Laura hampir saja menjadi seperti Kiara.
"Jadi kakak, mantannya Dion?"
"Iya gue mantannya Dion. Btw... Panggil Kiara aja, sepertinya kita seumuran deh"
"Baik Kiara, ah iya nama gue Laura."
"Salam kenal Laura!"
"Jadi, bayi itu juga..."
"Iya ini anak gue sama Dion. Tapi Lo pasti sudah dengar kan, Dion sama sekali tidak mau bertanggung jawab. Dan gue mau Lo harus hati-hati dengan dia. Gue enggak mau Lo harus menderita sama kayak gue" kata Kiara.
Laura terdiam tak percaya. Apalagi Kiara menceritakan kejadian di kamar Dion. Kalau saja tidak ada Kiara saat itu bisa saja ia akan di posisi yang sama dengan Kiara.
"Terima kasih banyak Kiara karena sudah menolong gue! Gue enggak tau harus balas apa?"
"Enggak apa-apa Laura, intinya Lo harus hati-hati dengan cowok aneh kayak dia."
"Benar! Ohiya apa kita bisa berteman?" Kata Laura.
"Tentu saja!"
"Syukurlah! gue akan sering-sering main ke sini!" Ucap Laura senang.
"Tapi jangan sampai Dion tau ya kalau gue tinggal di sini"
"Ah iya Kiara!"
...****************...
Kembali ke Kayra. Sekarang ia di ajak Devan pergi ke rumahnya. Kayra sudah meminta izin pada Kenzo untuk pergi ke rumah Devan.
Sebuah mobil berhenti di depan rumah Kayra. Ia di jemput oleh Devan.
"Sebenarnya Lo mau ngapain sih ajak gue ke rumah lo?" Tanya Kayra yang sudah di dalam mobil.
"Eum... Enggak apa-apa, cuman mau main aja!" Ucap Devan.
Mereka telah tiba di kediaman Devan. Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Ayo ikut gue sini!"
Kayra mendengus kesal. Ia mengikuti Devan dari belakang Devan mengajak Kayra pergi ke kolam renang miliknya.
"Hari ini kita akan berenang! Kalau begitu gue mau siap-siap dulu" Ucap Devan sambil berlalu pergi.
"Be-berenang? Kayaknya Lo aja deh yang berenang..."
"Kenapa? Enggak punya baju renang? Tenang gue ada... Siapkan baju renang untuk dia!" Kata Devan pada asistennya.
"Baik tuan Devan!"
Bentar... Baju renang itu bukannya yang terbuka itu enggak sih... Gue pernah liat di majalah... Kalau gue pakai di depan Devan, ihh... gue enggak mau! Batin Kayra.
"Mari ikut saya nona!" Ucap asisten Devan.
"Gu-gue enggak usah aja enggak apa-apa kok!"
"Ini perintah dari tuan Devan"
BYURR!
"Huaaa... Segarnya! Cepetan Kiara!" Pekik Devan. Ia berenang dengan lihainya.
Kayra keluar dari ruangan dan menuju kolam renang. Ia sudah memakai baju renang yang sudah di siapkan.
"Huft... Untung nya bukan baju renang yang terbuka itu" Gumam Kayra. Ia memakai baju renang yang tertutup berwarna navy.
"Lo harus berenang!" Perintah Devan.
"Dengar ya, lebih baik Lo suruh gue ambil minum kek dari pada berenang! Gue enggak bisa!" Kata Kayra.
"Hah? Lo enggak bisa?"
"Hah... Payah!" celetuk Devan. Ia pun ikut duduk di samping Kayra.
"Devan! Lo beneran kan bakal ngasih bukti itu ke gue?" Tanya Kayra.
"Eum... Gue pertimbangkan lagi deh..."
"Lo udah janji kan! Tapi beneran bukan Lo kan yang merencanakan semua itu?" Kayra masih curiga pada Devan.
"Lo masih curiga ya sama gue? Huft... Gue juga Nemu flashdisk nya di meja bokap gue...."
"Apa? Jadi Lo nemu di sana? Tapi bukan paman Eric kan yang--"
"Lo jadi curiga sama bokap gue?"
"Enda sih... Maaf..." Ucap Kayra bersalah.
Devan memperhatikan Kayra. Sebenarnya ia juga merasa curiga pada ayahnya. Mengapa bisa bukti video dan foto itu ada di ruangannya.
...****************...
"Aduh... Flashdisk gue ke mana sih? Apa jangan-jangan papa yang minjem? Hah..." Devan mendengus kesal. Ia beranjak dari kamarnya dan pergi ke ruangan Eric.
"Papa? Papa di dalam?" Ucap Devan. Namun tidak ada yang menjawab di dalam ruangan itu.
Devan masuk ke dalam dan mengarah ke meja kerja Eric. Ia membuka laci satu persatu. Seketika pandangannya teralihkan melihat sebuah flashdisk yang tertumpuk kertas di atasnya.
"Nah ini dia! Padahal bisa beli malah minjem punya anaknya..." Gerutu Devan. Ia pun mengambilnya dan pergi dari sana.
__ADS_1
Ia kembali ke laptopnya dan memasukkan flashdisk tersebut. Ia mencari sebuah data yang ia cari-cari sebelumnya.
Namun ada yang aneh. Terdapat file yang ia tidak ketahui. File itu bertuliskan 'Wardani'. Ia pun membukanya. Terdapat sebuah video dan beberapa gambar.
Betapa terkejutnya ia melihat adegan yang seharusnya tak ia lihat.
"Hah? A-Apa ini?"
"Tunggu, ini Kiara? Kenapa bisa ada di flashdisk ini?" Ternyata flashdisk yang temui bukan miliknya melainkan milik Eric. Namun flashdisk itu sangat sama dengan punya Devan.
"Apa yang terjadi ini?"
...****************...
Devan bangkit dari duduknya. Sedangkan Kayra masih duduk di sana.
Tiba-tiba terdengar suara dari dalam dan menuju ke luar. Kayra melihat orang itu yang tidak asing baginya.
"Aku mohon bantuannya!"
"Baik pak, akan saya laksanakan!"
Kayra terperanjat melihat seorang lelaki yang memakai Hoodie berwarna hitam bersama Eric keluar dari rumah.
Itu... Dion!? Apa dia bakal liat ke sini? Bakal bahaya kalau dia liat gue di sini! Batin Kayra.
Devan yang saat itu di belakang Kayra, ingin sekali mengerjai dirinya.
Kiara enggak seru banget deh! Apa gue kerjain aja kali ya? Batin Devan.
Devan mendekati Kayra dengan pelan dan langsung mendorongnya ke dalam kolam renang.
BYURRR!
"Hahaha... Gimana? Asyik kan?" Ucap Devan kegirangan.
"Aaaa..." Kayra berteriak. Ia benar-benar tidak dapat berenang.
Dion yang mendengar itu langsung melihat ke arah luar.
"Suara apa itu?" Tanya Dion.
"Ah.. Itu Devan, mungkin sedang bermain dengan adiknya" Ucap Eric yang tidak tau Devan membawa Kayra ke rumahnya.
"Kalau begitu saya pamit dulu pak!" ucap Dion.
"Baik, hati-hati di jalan!"
Sementara itu di kolam renang, Devan masih sibuk menertawakan Kayra yang sedang mengepakkan tangannya.
"Gue tau, Lo pasti bohong kan tentang Lo enggak bisa berenang" Devan kembali duduk di pinggiran kolam renang menunggu Kayra yang akan naik ke atas.
Namun lama kelamaan suara Kayra perlahan menghilang. Devan melihat bayangan Kayra yang sudah tidak bergerak.
"Ki? Kiara?! Lo dengar gue kan? Cepat keluar!" Devan langsung panik Kayra benar-benar tidak bisa berenang dan tenggelam sekarang.
BYURRR!
Devan masuk ke dalam air dan melihat Kayra sudah tidak berdaya di dalam.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋