
"Hosh... Hosh...!"
"Cepat masuk ke dalam!"
Kiara melihat seseorang masuk ke dalam. Terlihat Kayra bersama Devan masuk ke dalam mobil.
"Hah.. Kay--Kayra!" Kiara langsung memeluk Kayra dengan erat.
"Syukurlah Lo enggak apa-apa!"
"Iya Ki! Untung saja ada kak Kenzo langsung menolong kita! Haduhh... Gue capek banget!" ucap Kayra menyenderkan kepalanya di bahu Kiara.
"Eum... Maaf sepertinya kami duduk di belakang saja!" ucap Devan.
"Tapi Lo bisa duduk di sin--"
"Ada Dion! Jadi kami duduk saja di belakang"
"Ah... O--Oke kalau gitu!"
Dion dan Devan masuk dan duduk di belakang.
"Semuanya sudah beres, ayo kita kembali!" Ucap Kenzo.
"Akhirnya...." Gumam Kiara.
"Eum... Devan? Mungkin kamu tau sesuatu di mana ayah mu sekarang?" Tanya Kenzo.
"Ah... Itu, terakhir kali kami bertemu di Villa Z. Tempatnya cukup jauh dari sini. Aku tidak tau apa papa masih ada di sana atau sudah pergi"
"Begitu ya, kalau kamu Dion? Apa kamu tau sesuatu?"
"Aku tidak yakin, karena aku juga sempat di tangkap mereka waktu tiba di markas. Tapi aku dengar dia akan kembali nanti. Apa dia tidak ada di mobil yang mengejar Devan tadi?"
"Tidak ada! Semua itu anak buah Eric! Kita harus menemukan dia! Maafkan aku Devan, ayah mu sekarang menjadi tersangka sekarang" ucap Kenzo.
"Tidak apa kak! Yang di lakukan papa juga sudah sangat jahat terutama pada keluarga kakak! Kak Kenzo pasti sudah tau, papa ingin menghancurkan semua perusahaan karena papa... Terlalu serakah pada kekuasaan..."
"Hmm... Baiklah..."
Mereka pun akan kembali. Kayra menatap ke arah luar jendela.
Malam itu adalah malam yang sangat menegangkan dan banyak sekali cerita. Namun untuk saat ini hati lega menyertai mereka semua. Apakah ini akan bertahan lama?
...****************...
Setibanya mereka di perkotaan, Kenzo mengantarkan mereka di rumahnya terlebih dahulu.
"Devan, Dion! Sementara waktu kalian akan berada di rumahku. Sementara aku di luar, Istriku akan mengawasi kalian berdua, jangan macam-macam dengan adik-adik ku!" ucap Kenzo sinis.
"Baik..."
"Kakak!" Kiara dan Kayra melihat Ayu di depan pintu dan memeluknya.
"Kiara! Kayra! Kalian baik-baik saja?" Ucap Ayu.
"Iya kami baik-baik saja!"
"Baiklah ayo masuk!" Ayu mempersilahkan mereka mereka berempat masuk.
"Bersihkan saja diri kalian dulu, jika kalian lapar aku sudah menyiapkan makanan di dapur"
"Iya kak!"
"Terima kasih, maaf merepotkan!" Ucap Dion.
"Ah.. Iya kak! Maaf kami jadi merepotkan anda" lanjut Devan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ayo ku antar ke kamar" Ayu pergi ke kamar khusus tamu dan mereka berdua mengikutinya.
BRUKK!
"Ah... Lelah sekali!" Kiara merebahkan dirinya di atas ranjang.
"Maaf gue jadi melibatkan kalian semua!" Ucap Kayra.
"Apa? Lo minta maaf? Ya ampun Kay? Ngapain sih Lo minta maaf, kita kan saudara, gue enggak akan tinggal diam kalau liat keluarga gue kenapa-napa!"
"Hehe... Iya deh, makasih ya! Ohiya Lo Enggak mau mandi dulu?"
"Lo aja duluan! Gue capek banget!"
"Oke deh!"
...****************...
Pagi harinya seperti biasa siswa-siswi SMA 1 berangkat ke sekolah untuk belajar.
Ezra, Irene, dan Bella sudah tiba di kelas. Namun mereka merasa heran karena Kayra tidak kunjung datang.
"Tumben Kiara enggak masuk?" ucap Ezra.
"Iya nih, apa mungkin telat kali" Kata Bella.
Berbeda dengan kedua temannya, Irene hanya bisa terdiam melihat kursi Kayra yang kosong.
KRINGG... KRINGGG....
"Baiklah cukup sampai di sini saja pembelajaran hari ini! Jangan lupa bukunya di baca-baca lagi ya!" ucap ibu Yuli, guru sejarah.
"Baik bu!"
Setelah pelajaran pertama selesai akan dilanjutkan pelajaran kedua yaitu pelajaran matematika.
"Setelah ini apa weh?" tanya Ezra.
"Huft... Masih ada 5 menit untuk tid--" baru saja Bella ancang-ancang untuk merapatkan kedua tangannya di atas meja, guru kedua pun masuk kelas.
"Selamat pagi anak-anak!" ucap bu Nisa selaku guru matematika.
"Pagi bu!"
"Haha... Ibu... Ada yang mau tidur nih!" Ejek Ezra.
"Ishh!" Desis Bella.
"Sebelumnya ibu absen dulu ya...Alisya Naura?"
"Hadir bu!"
"... Berikutnya Bella Kemal Narendra?"
"Hadir bu"
Sampai absen seterusnya...
"Kiara Kusuma Wardani?" Tanya bu Nisa. Semua kelas hening tidak ada yang menjawab.
"Kiara? Ada?"
"Enggak ada Bu!"
"Apa dia ada izin? Mungkin ada bilang ke kalian?"
"Enggak ada sih bu, tumben juga dia enggak masuk!"
__ADS_1
"Iya juga ya, kalau gitu ibu kosongkan aja dulu, siapa tau guru lain ada informasi mengenai Kiara. Eum... Kalau enggak salah di kelas 3-1 juga ada... Oh iya Devan juga enggak masuk tanpa keterangan..." ucap bu Yuni.
Ezra, Bella dan Irene Sepertinya memikirkan hal yang sama pada Kayra.
Apa ini ada kaitannya dengan Devan juga? Batin Devan.
Waduhh... Apa mereka memang jodoh kali sampe enggak masuk aja bareng? Batin Bella.
Sepertinya ada yang enggak beres dari mereka berdua? Apa gue ke rumah Kayra aja kali ya? Batin Irene.
Mengingat Irene sudah mengetahui perihal Kayra dan juga Kiara.
...****************...
KRINGG.... KRINNGG...
"Akhirnya! Pulang juga!" pekik Bella.
"Iya nih, eh? Itu jemputan Lo ya bel?" tanya Ezra melihat mobil milik Bella.
"Ah iya! Gue duluan ya!"
"Tumben banget cepat?" tanya Irene.
"Hehe... Mau jalan sama ayang!" Bella berlari sambil tertawa senang dan melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya itu.
"Yah... Kalau gitu yok pul--"
"Gue... Ada urusan! Lo bisa balik duluan, Zra!" ucap Irene.
"Ah... Gitu ya! Oke lah!"
Irene buru-buru pergi meninggalkan Ezra dan menuju rumah Kayra. Ia sengaja tidak mengajak Ezra karena takut ini akan ada hubungannya dengan Devan.
"Tapi... Kayak ada yang aneh dari Irene! Jarang banget dia enggak ngajak gue jalan! Gue harus mastiin nih!" Ezra pun diam-diam mengikuti Irene tanpa sepengetahuannya.
Ezra baru menyadari kalau Irene sedang menuju rumah Kayra.
Tuh kan! Bener... Irene ke rumah Kiara enggak ngajakin gue! Batin Ezra.
Sesampainya Irene di depan rumah Kiara, ia menekan bel.
TING... TONG...
"Irene?"
"Hah?! Astaga?!" Irene menoleh ke belakang dan terkejut. Bukan karena dia memanggil nya dengan tiba-tiba melainkan melihat wajahnya sudah sangat terkejut.
"Ezra? Lo... Ngikutin gue?"
"Kenapa kaget gitu sih? Lo juga kenapa enggak ngajak gue?"
"Itu...?"
CEKELK....
"Siapa?"
"Kiara! Kami dat-- ang?" Ezra terdiam lama. Begitu juga dengan Kiara yang membuka pintu.
"Ahaha... Lo... Makin gendutan ya..." ucap Ezra asal. Ia sedikit tertegun melihat perut Kiara yang besar. Namun ia tidak mau memikirkan hal aneh padanya.
"Siapa Ki?" Dion datang dengan keadaan kepala basah setelah mandi. Ia melihat Kiara yang terdiam di depan pintu.
"Di--Dion?!" Pekik Ezra dan Irene yang melihat Dion mengeringkan rambutnya dengan handuk. Mungkin sebagian orang akan salah paham jika melihat mereka berdua.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋