Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 47


__ADS_3

DRINGGG... DRING....


"Ezra? Kenapa dia nelpon?" Gumam Irene.


"Halo Zra?"


"Ren! Lo cepat ke taman!"


"Hah? Ada apa?"


Kayra dan Devan yang mendengar itu juga sama-sama menyimak.


"Kiara... Hiks... Hisk... Dan Dion...!"


"Oo-Oke! Kita ke sana sekarang!"


Mereka bertiga langsung pergi ke taman seperti yang dikatakan Ezra.


...****************...


"Apa tidak apa-apa kita tiba-tiba datang seperti ini?" tanya seorang wanita paruh baya kepada sang suami di sebelahnya.


"Aku sangat merindukan cucu ku! Lagipula apa salahnya kita selalu ke sini? Aku juga ingin melihat pekerjaan Kenzo selama aku pensiun" Ucap Dennis.


"Huft... Kamu ini! Kenapa tidak memberitahu di hari sebelumnya? Kebiasaan kamu ya!" Ucap Lia kesal.


"Bukan begitu, aku ingin memberikan surprise ke mereka, kalau aku memberitahu mu, kamu pasti diam-diam memberitahu Kenzo kan..."


Tiba-tiba taksi mobil yang mereka tumpangi berjalan dengan pelan.


"Ada apa pak? Jalannya masih terus pak, baru nanti belok kiri..." Ucap Dennis.


"Ah iya pak, sepertinya ada kecelakaan di depan" ucap sopir.


Lia dan Dennis melihat ke arah luar dan benar saja ada beberapa polisi dan ambulans ramah di tengah jalan.


"Hmm... Tiba-tiba perasaan ku tidak enak" Ucap Lia.


"Jangan begitu, aku yakin mereka baik-baik saja..."


Lia melihat sekumpulan anak remaja yang tidak asing. Salah satunya adalah Irene.


"Eh tunggu! Itu bukannya Irene, temannya Kiara?"


"Dimana?" Dennis pun melihat ke arah jendela luar.


"Pak berhentikan kami di sini dulu"


"Baik"


"Hiks.... Hiks..."


Lia dan Dennis mendekati keramaian itu dan dari kejauhan sudah terdengar Isak tangis.


"Itu Kiara kan?" Tunjuk Dennis.


"Ah iya! Kiara!" panggil Lia.


Sontak yang saat itu adalah Kayra menoleh ke sumber suara.


"Mama? Ayah?" Bukannya senang dengan kehadiran mereka, Kayra benar-benar terkejut melihat kedua orang tuanya yang tiba-tiba mendadak datang.


Kak Kenzo dan kak Ayu enggak ada bilang kalau mama sama ayah mau datang... batin Kayra.


"Kamu kenapa ada di sini sayang? Kamu enggak apa-apa kan?" Tanya Lia.


"Eum.. Itu..."


"Maaf permisi, apa anda saudara dari perempuan itu?"


"Ah.. Iya pak!"

__ADS_1


"Perempuan siapa? Ada apa ini?"


"Apa mereka kedua orang tua kalian?"


Lia dan Dennis benar-benar bingung dengan keadaan sekarang.


"Hah? Itu kan Tante Lia dan om Dennis!? Gawat pasti Kayra lagi kebingungan sekarang!" Kata Irene.


"Mereka belum tau kejadian sebenarnya ya?" tanya Devan.


...****************...


Kenzo berlari di koridor rumah sakit. Setelah mendengar kabar dari Kayra, ia langsung meninggalkan kerjaannya.


"Hosh... Hosh... Kayra! Dimana.... Kiara?!" Tanya Kenzo khawatir.


"Dia... Dia masih di dalam kak!" kata Kayra.


"Kenzo, sayang?" Suara Lia mengangetkan Kenzo. Ia langsung membalikkan badannya.


"Ma--mama?! A-Ayah?! Sejak kapan..." ucap Kenzo.


"Kamu enggak baca chat ku tadi?" bisik Ayu yang menggendong Rian.


"Ah... Aku tadi.. Sepertinya lagi di jalan" Kenzo merasa tidak enak hati pada kedua orang tuanya.


"Permisi! Apa di sini ada keluarga atau wali dari Dion?" tanya suster yang baru saja keluar dari ruangan.


Semua orang celingak-celinguk karena tidak ada siapapun di sana keluarga Dion.


"Mungkin aku bisa menjadi walinya!" ucap Kenzo.


"Baiklah pak! Bisa ikut kami dulu?"


"Baik!"


Kenzo mengikuti suster itu ke ruangan dan memakai lapisan berwarna hijau untuk masuk.


"Bisa saya tau nama anda siapa?" tanya dokter.


"Nama saya Kenzo"


"Baik pak Kenzo, huft... Mohon maaf dari kami. Untuk pasien bernama Dion sepertinya sudah tidak bisa lagi kita selamatkan. Kita hanya bisa menunggu keajaiban kalau memang dia masih bisa di selamatkan."


"Tapi... Kenapa?"


"Ini bukan kecelakaan biasa pak. Kecelakaan yang menimpanya ini sangat berat sekali. Dia banyak membutuhkan darah, serta luka-luka yang besar. Kami telah mengoperasi dia dan memberikan darah yang cocok dengannya, tapi sepertinya jantung nya semakin lama semakin melemah..."


Kenzo melihat alat-alat yang ada di samping Dion. Terlihat garis-garis zig-zag yang mulai melambat. Dan lama-kelamaan garis zig-zag itu menjadi lurus dan menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.


Para dokter dan suster menundukkan kepala mereka seperti memberikan penghormatan terakhir kepada Dion.


Kenzo mendekati tubuh Dion yang tertutupi selimut panjang.


"Dion... Aku memang belum memaafkan atas tindakan mu pada Kiara...." Kenzo menghentikan ucapannya.


"Tapi aku tau, itu adalah tugas yang di berikan oleh Eric pada mu. Jadi... Aku memaafkan mu, Terima kasih karena sudah menemani Kiara dan menyelamatkan Kiara hingga saat ini..." Setelah kata-kata terakhir itu, ia langsung berlalu pergi.


...****************...


Seminggu kemudian...


Kayra menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Setiap pagi ia bersekolah sambil berjalan kaki.


KRINGG... (bel masuk)


Semua siswa dan siswi langsung masuk ke kelas masing-masing setelah mendengar bel tersebut.


"Baik! Akan ibu absen terlebih dahulu... Alisya Naura!"


"Dia izin bu ada acara keluarga!" ucap Anggi selaku ketua kelas.

__ADS_1


"Iya? Baik kita lanjutkan..."


"... Selanjutnya... Eum... Kayra... Kusuma... Wardani? Ada?"


"Hadir bu!" ucap Kayra.


Hari ini Kayra tidak perlu lagi bertukar peran dengan Kiara. Karena ia sudah resmi menjadi siswi di SMA 1 ini.


...*...


...*...


...*...


Setelah kejadian seminggu yang lalu, semua pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap Eric serta bawahannya.


Sekarang mereka akan di hukum sebagaimana mestinya. Semua harta miliknya di sita. Devan dan Dina yang juga harus mengikuti sang ibu yang tinggal di luar negeri.


"Barang-barang kalian sudah masuk semua?" ucap Nadine, ibu Devan dan Dina.


"Sudah ma! Ayo kak masuk!" Ajak Dina ke dalam mobil.


Devan hanya mengangguk lemah. Sedari tadi ia menunggu seseorang. Namun sepertinya itu mustahil terjadi.


"Devan! Hosh... Hosh..."


"Kayra!" Devan langsung menghampiri Kayra.


"Lo... Hosh... Hosh..."


"Tarik napas dulu Kay!"


"Huft... Ah.... Oke! Jadi Lo... Beneran bakal pergi?" tanya Kayra.


"Iya Kay! Gue minta maaf atas tindakan bokap gue! Dan makasih juga karena sudah jadi teman gue selama ini" ucap Devan tersenyum simpul.


"Ishh... Lo Apaan sih! Gue udah maafin, terus Lo kan bakal pergi tapi enggak menutup kemungkinan kan kalau Lo bakal ke sini lagi?"


"Ah... Itu... Iyaa gue bakal usahain untuk datang ke sini..." Devan tersenyum paksa, cukup berat mengatakan hal itu karena ia takut untuk berjanji.


"Makanya...! Jangan bilang kayak mau perpisahan panjang gitu!"


"Hahah... Iya deh"


"Aaawww!" Devan mencubit pipi Kayra gemas.


Dan sontak Kayra juga memeluk Devan hangat. Ekspresi Devan kini tidak terkontrol dengan baik.


"Aaa ini?"


"Makasih ya Van! Hati-hati di jalan!"


"I-Iya..." Devan menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Jangan lupa kita chating-an nanti!" teriak Kayra ketika Devan pergi menjauh.


Tak lama setelah itu mobil yang di tumpangi Devan pun menghilang dari pandangan Kayra.


"Hiks.... Hiks.... HUAAA!"


Kayra sudah menahan air matanya yang dari tadi mau terjatuh.


"Kenapa Lo... Harus... Pergi... Hiks...."


Setelah itu informasi di temukan nya anak dari Dennis dan kehamilan Kiara mulai menyebar. Kenzo sudah menyiapkan hari itu pasti akan ada.


Banyak para wartawan yang sudah menunggu di luar gedung perusahaan Wardani.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2