Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 20 Mereka berkumpul


__ADS_3

"Karena hari ini mama sama ayah mau ke sini, gue harus pindah ke rumah baru..." Ucap Kiara.


"Kiara..." Kayra langsung memeluk Kiara dengan hangat.


"Nih smartphone nya sudah gue atur.. Jadi ada aplikasi yang akunnya bisa dua orang pemakainya."


"Maksudnya yang ini?" Kata Kayra sambil menunjukkan layar smartphone nya.


"Benar! Kalau ada pesan masuk dari teman-teman gue, Lo bisa jawab jadi gue di sana. Tapi tetap gue bisa pantau kok kalau Lo bingung..."


"Iya Ki! Makasih ya..."


"Harusnya gue yang makasih sama Lo" kata Kiara tersenyum.


Kiara dan Kayra keluar dari kamar. Terlihat Ayu dan Kenzo yang bersiap mengantarkan Kiara ke rumah baru.


"Kia! jaga diri ya di sana. Kalau ada apa-apa bisa langsung hubungi kami" Kata Ayu sembari memeluk Kiara.


"Iya kak! Pasti kok!"


"Ayo kita berangkat!" Kata Kenzo. Mereka semua keluar dari rumah. Kiara sempat terdiam sejenak melihat sekeliling rumah yang banyak sekali memori di dalamnya.


Sangat berat bagi Kiara untuk keluar dari rumah ini.


Pagi itu adalah pagi yang indah. Kiara hanya melihat suasana kota dari balik jendela. Kayra yang memperhatikannya itu langsung menggenggam tangan Kiara. Kiara sontak menoleh ke arahnya dan tersenyum pada saudari kembarnya itu.


Mobil pun berhenti tepat di halaman rumah Kiara yang sekarang ia tinggali. Mereka keluar dari mobil.


"Maaf ya Kia, kita belum bisa mampir dulu" Kata Kenzo.


"Iya kak enggak apa-apa. Mama sama ayah pasti nungguin" kata Kiara.


"Rian... Kapan-kapan ke rumah aunty Kia yaa!" Sambungnya pada Rian yang berada di gendongannya Ayu.


"Kalau gitu kami pamit dulu ya Ki!"


Mereka bertiga berangkat lagi untuk menjemput orang tua mereka. Tinggallah Kiara sendiri di rumah itu.


"Huft... Sepi banget sih!" Gerutu Kiara.


...****************...


"Jadi... Mulai hari ini, kami panggil kamu Kiara ya Kay?" Kata Ayu mengingatkan Kayra.


"Ah iya kak" Kata Kayra.


Perasaannya sangat senang bercampur sedih juga karena harus berpisah pada saudari kembarnya. Padahal yang Kayra inginkan adalah mereka berkumpul bersama tanpa terkecuali. Namun sayang harapannya tidak sesuai harapan Kayra.


Memakan waktu tiga jam untuk sampai ke rumah mama dan ayah. Kayra melihat rumah kayu minimalis sederhana itu yang di tinggali oleh orang tua mereka.


"Wah.. Rumahnya bagus sekali" Gumam Kayra.


"Mama sama ayah memang suka rumah seperti ini dan juga tinggal jauh dari keramaian" Jelas Kenzo. Kayra hanya mengangguk mengerti.


Di halaman rumah terlihat Lia dan Dennis yang merupakan nama dari mama dan ayah Kenzo, Kiara, dan Kayra sedang menanti mereka.

__ADS_1


Mereka berempat keluar dari mobil untuk bersalaman dan mengangkut barang mereka.


"Pagi ma!" Kata Ayu.


"Pagi juga sayang! Wahh cucuku... Sudah besar" Kata Lia.


"Pagi yah! Ma!" Kata Kenzo.


"Hohoh... Iya iya.. Bagaimana kabarmu?"


"Sehat ayah. Bagaimana dengan ayah?" Tanya Kenzo.


"Seperti yang kamu lihat, ayah baik-baik saja. Eum... Kiara? Kenapa kamu berada di situ nak?" Kata Dennis yang memperhatikan Kayra di belakang Kenzo.


"Ahaha.. Ti- Tidak ayah! Bagaimana kabar ayah?" Kata Kayra dan langsung memeluk Dennis. Jujur ia sangat canggung karena pertama kalinya ia bertemu dengan orang tua kandungnya.


"Tentu saja baik nak!"


"Ma-Mama... " Kata Kayra.


"Iya sayang, besar sudah anakku ini..." Lia memeluk Kayra dengan hangat. Kayra merasa sangat nyaman dipeluk oleh Lia. Entah berapa lama ia selalu mengharapkan kehadiran sosok ibu dan juga ayah.


"Ayo kita berangkat ke rumah" Kata Kenzo. Mereka semua pun masuk ke dalam mobil.


...****************...


Sesampainya di rumah, Kayra membantu mengangkat sebuah koper dan membawanya ke dalam.


Suasananya langsung sangat asing bagi Kayra karena tidak ada hadirnya Kiara di rumah ini.


"Aah.. Enggak ma." Kayra langsung buru-buru masuk ke dalam.


Setelah memindahkan beberapa barang, Kayra dan Ayu menyiapkan makan siang untuk mereka.


Kini rumah Kenzo terasa ramai sekali semenjak Lia dan Dennis datang ke rumahnya. Tak habis-habisnya mereka melepas rindu. Namun di tengah kebahagiaan itu, Lia sempat terdiam dan termangu. Kayra sangat tau apa yang di pikirkan nya.


Apa reaksi mama kalau tau aku ini Kayra, bukannya Kiara? Batin Kayra.


Kayra yang tengah memperhatikan Lia, langsung menggenggam erat tangannya.


"Mama lagi mikirin apa?" Tanya Kayra.


"Enggak sayang..." Lia menatap wajah Kayra sangat dalam. Ada rasa mengganjal di hatinya.


"Entah mengapa wajahmu sangat berbeda sekali ya... Apa karena kita jarang bertemu?" Kata Lia tiba-tiba membuat seisi rumah membisu.


"Ah.. Benar ma! Mungkin karena mama jarang liat aku kan..." Kata Kayra yang kikuk.


Kenzo dan Ayu mengehala nafas mendengar jawaban Kayra.


...****************...


Tak terasa malam pun tiba. Kenzo sudah mempersiapkan rencana ketika orang tuanya di rumah. Malam itu mereka akan makan bersama di belakang rumah sambil menikmati bintang-bintang di langit.


"Sini mama bantu!"

__ADS_1


"Ah.. Enggak usah ma! Mama duduk aja!" Kata Ayu.


"Mama enggak enak cuman diam-diam di sana, mama aja ya"


"Ini ma, kalau gitu Ayu ambil bahan lagi di dalam ya" Ayu bergegas kembali ke dalam rumah melewati pintu belakang.


"Loh, kay-- Maksudku Kiara? Kok masih di sini? Enggak keluar?" Tanya Ayu melihat Kayra masih berada di dapur.


"Iya kak, ini mau ke sana. Ada pesan masuk tadi, katanya Minggu depan akan di mulai pembelajaran semester baru" jelas Kayra.


"Ohh itu berarti Minggu depan kamu harus masuk sekolah!"


Kayra terdiam sebentar.


"Aku agak takut kak! Waktu di sekolah dulu aku senang sekali, tapi entah kenapa aku ragu. Takut membuat kesalahan nantinya"


"Jangan takut Kayra, aku yakin kamu pasti bisa. Oh iya kalau ada pelajaran yang susah kamu bisa ikut les di luar... Ayo kita keluar! Yang lain pada nungguin tuh..." Kaya Ayu. Ia pergi duluan meninggalkan Kayra.


Huft.. Bukan itu yang aku takutkan... Tapi orang-orangnya. Batin Kayra.


Kayra pun bergegas keluar juga.


...****************...


Di rumah Kiara. Ia tengah asyik menonton televisi. Seketika perutnya berbunyi menandakan ia harus makan malam.


"Ugh... Lapar!" Kiara beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur. Ketika melihat isi kulkasnya ia baru teringat belum ada apa-apa di kulkas.


"Astaga! Aku lupa membeli bahan-bahan makanan! Sepertinya aku harus ke minimarket terdekat!" Kiara langsung saja mengambil dompetnya dan Hoodie untuk pergi minimarket.


Setelah membeli beberapa bahan, ia berencana sebelum pulang ke rumah, ia hendak melewati rumah Kenzo dari luar. Ketika sampai di depan rumahnya, seperti tidak ada orang di sana.


Namun ia terdengar suara gelak tawa ayahnya yang sangat ia kenal.


Mereka di belakang rupanya, sedang apa ya mereka? Batin Kiara.


Kiara pergi ke belakang rumah dan dari balik pagar ia bisa melihat mereka berkumpul di sana. Kiara sangat merindukan mereka. Ingin sekali ia masuk ke dalam dan memeluk erat mama dan ayahnya. Namun ia urungkan.


Lia yang sedang asyik makan seperti merasa ada yang memperhatikan dari samping. Buru-buru ia menengok ke sana. Namun tidak ada siapa-siapa di sana.


Kenzo yang melihatnya langsung ikut melihat ke arah samping.


"Ada apa ma?" tanya Kenzo.


"Ah... Enggak, tadi seperti ada orang lewat" kata Lia.


Kayra melihat sekelilingnya. Memang tidak ada siapa-siapa di sana. Namun Pandangannya terhenti ketika melihat sosok gadis cantik tersenyum ke arahnya.


Ya! Itu adalah Kiara. Hanya Kayra yang melihat Kiara di sana. Namun setelah itu Kiara bergegas pergi dari tempat itu.


Kiara... Batin Kayra.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2