
Eps. sebelumnya...
Kenzo melihat nya dengan bingung.
"Harusnya kamu ngapain di sini? terus enggak bilang lagi sama kakak, kalau mau nginap di sini..." kata Kenzo.
"Ah.. mungkin mereka terlalu sibuk sampai-sampai enggak melihat jam, enggak apa-apa to nak kenzo," kata ibu Bella.
"Huft.. ya udah, tapi jangan lupa nanti pulang"
"Iya kak!"
"Kalau begitu saya pamit tante!"
"Eh kenapa cepat benget, sarapan dulu yuk!" ajak ibu Bella.
"Enggak usah Tante, terimakasih ajakannya, maaf ya tante jadi ngerepotin Tante pagi-pagi karena ada anak bandel" kata Kenzo. Kiara langsung peka apa yang di bilang kakak nya itu.
Kenzo langsung menyalakan mobilnya dan pergi ke kantornya, walaupun hari ini adalah hari libur bagi semua pekerja dan anak-anak sekolahan.
...****************...
Di kamar Bella...
"Jadi, Lo tadi malam kok enggak ada? gue telepon enggak di angkat? gue SMS enggak di bales? kenapa Lo bisa naik taksi? dan... kenapa Lo... lewat pintu rumah gue?!" kata Bella memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Kiara yang baru saja merebahkan tubuhnya di kasur Bella.
"Gila amat pertanyaan Lo bel! kayak mau ujian aja!" kata Kiara bercanda. Bella yang mendengar itu hanya kesal melihat tingkah sahabatnya itu.
"Cepetan dong ki!"
"Iya iya... jadi tadi malam gue di hotel bareng dion!"
"Loh kita kan memang di hotel... kan acaranya di hotel... gimana sih!"
"Lo tau sendiri kan Reno tajir nya gimana, dia bukan cuman nyewa aula di hotel itu tapi plus kamar-kamar nya, jadi yang mau tidur di situ bisa sekalian..." jelas Kiara.
"Bentar... bentar... jadi Lo tidur sama dion!? OMG!? kia kita udah besar ternyata" kata Bella dengan terharu karena kesalahpahaman itu.
"Ish.. memang tidur bareng tapi enggak gitu juga kali... enggak mungkin lah dia ngelakuin itu... dia loh bilang tunggu halalin gue..." kata Kiara tersenyum sendiri.
"Masa sih.. enggak seru dong, tapi bisa aja kan... tapi Lo masih berbalut pakaian kan?" tanya Bella. sontak Kiara bingung harus menjawab apa.
Jawab gimana ya? jujur atau bohong? entar salah paham lagi... batin Kiara.
"Eum... ya... iyalah... hahaha!" kata Kiara.
"Emh... gitu.."
"Kenapa lo? pasti mikir yang macam-macam lagi kan!"
"Ihh enggak loh...!" kata Bella.
"Ya udah kerjain dulu tugasnya, entar kakak Lo nanyain kita ngerjain tugas apa!" sambung Bella sambil menyodorkan bukunya.
"Loh?kok masih ada yang kosong?" tanya Kiara ketika melihat buku Bella ada setengah terjawab dan ada yang tidak.
"sisanya Lo yang nyari!" kata Bella di susul tawa sumringah. Kiara hanya cemberut.
"sialan! gue di sisain yang susah... ukh!"
Tiba-tiba ia memegang kepalanya yang sakit.
"Eh... eh kia! Lo kenapa?"
"Enggak tau nih, dari tadi malam sakit gitu, terus tau enggak sih jam sebelas malam tiba-tiba gue kayak ngantuk berat, padahal jam segitu gue enggak pernah ngantuk berat kayak gitu..."
Bella terdiam seketika lalu melihat wajah sahabatnya itu. Memang agak terlihat jelas wajah yang masih mengantuk.
"Mungkin Lo kecapean.."
__ADS_1
"Ya enggak lah, kecapean kenapa lagi... tapi ya sebelum itu gue ada di kasih minuman sih sama Dion, terus enggak lama kemudian mulai deh rasa kantuknya muncul.."
"Hmm... masa sih Dion ngasih obat tidur ke lo..."
"Ya enggak lah.... enggak mungkin... gue tidur dulu deh bentar nanti bangunin gue yah"
"Hemm..."
Kiara pun terlelap seketika.
...****************...
waktu terus berjalan. kini jam telah menunjukkan angka 14.06 Bella pun terbangun dari tidurnya dan buru-buru membangunkan Kiara.
Kiara langsung terbangun dan mulai melanjutkan tugasnya. Setelah itu ia berpamitan dengan Bella dan ibunya.
"Makasih yah bel, gue pulang " kata kiara yang menggendong tasnya itu.
"Oke, hati-hati!" kata Bella. Mereka berdua langsung menuruni anak tangga. Kiara melihat ibu Bella sedang menonton TV di ruang keluarga.
"Tante! kia pulang yah, makasih tante!"
"Ohiya, hati-hati ya kia!" kata ibu Bella.
Bella mengantar Kiara ke luar rumah sambil menunggu taksi pesanan Kiara. Setelah taksi itu datang Kiara langsung masuk dan pergi ke rumahnya.
Kiara telah sampai di rumah dan melihat ayu sedang menjemur pakaian.
"Eh kia! udah pulang" Ayu langsung menghentikan aktivitasnya.
"Iya nih kak, maaf ya kak, aku enggak kasih tau kakak kalau aku bermalam di rumah bella" kata Kiara.
"Iya enggak apa-apa, yang penting kamu baik-baik aja"
"Ya udah deh kak, aku masuk dulu ya!"
"Huft..." Kiara menghela nafas panjang dan mulai merebahkan tubuhnya di kasurnya.
...****************...
Pagi yang cerah dengan kicauan burung yang merdu. Sinar mentari mulai menerangi kamar Kiara. Seperti biasa alarm berbunyi setiap paginya. Tapi pemiliknya masih belum bangun dari tidurnya.
Ayu yang dari tadi berada di dapur mendengar alarm yang terus menerus berdering. Ia sangat tau kebiasaan adik iparnya itu. Ayu langsung mendatangi kamar Kiara.
CEKLEK (Suara pintu terbuka)
"Kia! bangun ki... jangan sampai terlambat lagi" kata Ayu lembut.
"Mhh....hoaammm... iya kak. jam berapa ini?" Tanya Kiara dengan mata yang masih setengah terbuka.
Ayu mulai iseng mengerjai Kiara.
"Eumm... sekarang sudah jam tujuh lewat lima belas dek!" kata Ayu sambil terkekeh.
Kiara langsung membuka matanya cepat dan langsung berdiri dari kasurnya.
"Hah!? ya ampun jangan sampai terlambat lagii... hari ini upacara!!" Kiara langsung mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi.
"Akhirnya..." Ayu langsung meninggalkan kamar Kiara.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap ke sekolah, ia pergi ke dapur dengan raut wajah cemberut.
"Ihh... kak ayu! padahal ini masih jam setengah tujuh lohh... Kak Ayu bohong nihh!" kata Kiara kesal. Ayu yang mendengarnya tertawa kecil.
"Habisnya kamu enggak ada keinginan bangun kalau kakak bilang masih jam enam" Kata Ayu tersenyum dan meletakkan sarapan Kiara di hadapannya.
"Iya deh kak! makasih"
Ayu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Loh, kak Kenzo belum pulang kak?" Tanya Kiara.
"Iya belum" Lata Ayu singkat.
"Tumben, padahal kemarin hari libur masih tetap kerja sih sampe sekarang belum pulang"
"Ya mungkin ada hal yang harus di urus nya" kata Ayu.
Selesai sarapan Kiara mulai beranjak dari kursinya dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
"Kalau gitu aku berangkat dulu ya kak!" kata Kiara.
"Iya, hati-hati ya, semangat!" kata ayu.
"Dadah Rian! aunty jalan ya!" kata Kiara dan mencubit pipi kecil Rian.
Seperti biasanya Kiara selalu berjalan kaki menuju sekolah. Itu sudah menjadi kebiasaan dia dan juga anak-anak lain yang jarak dari rumahnya cukup dekat.
Akhirnya Kiara bisa menghirup udara yang begitu segar di pagi hari ini tanpa ada rasa beban seperti hari kemarin.
Kiara melihat siswa-siswi berlalu-lalang menuju sekolah yang sama. Tapi kebanyakan tidak ada yang ia kenali. Sampai lah ia di gerbang sekolah.
Karena terlalu menikmati pagi yang indah itu tanpa sadar Kiara di senggol siswa yang berlari sampai-sampai ia terjatuh dan juga menyenggol seseorang di sampingnya.
"Sialan!" Pekik Kiara.
"Kalau jalan tuh liat-- lah?" Kiara bingung karena tidak ada orang di sebelahnya padahal ia merasa ada seseorang yang menyenggol nya tapi sayang orang itu sudah berlari meninggalkan Kiara yang jatuh itu.
"Ukh"
Tiba-tiba di sebelah Kiara lainnya terdengar seseorang merintih. Sontak Kiara melihat ke arah tersebut.
Betapa terkejutnya Kiara ia juga menyenggol Devan sampai terjatuh tepat di sebelahnya.
"Sialan! Lo mau caper sama gue?" kata Devan sambil berdiri.
Kiara langsung ikut berdiri. "idih kegeeran banget sih lo!" kata Kiara.
"Gue juga di senggol kali!" sambungnya.
"Pintar juga Lo bohong, dasar cewek murahan!" kata Devan dan berlari pergi.
"A... apa!? kalau ngomong tuh di jaga dasar cowok breng**k!" kata Kiara kesal.
Kiara tidak terima ia dikatai seperti itu. Kiara langsung pergi ke kelasnya dengan tatapan mata siswa-siswi yang melihatnya bertengkar dengan Devan. Kiara mengabaikan.
Upacara pun berlangsung. teman-teman Kiara sudah stand by di lapangan. Kiara langsung menyusul ke lapangan dan mencari barisannya.
"Wiihh tumben Lo enggak datang terlambat!" kata Irene yang melihat Kiara berada di belakangnya.
Ezra dan Bella langsung melihat ke arahnya.
"Eh iya, tapi kok mukanya jelek banget sih" Kata Bella dan memegang wajah Kiara.
"Gue habis jatuh tadi" ucap Kiara kesal.
"Ya elah gitu doang," kata Irene.
"Sakit tau! mana lagi Dion enggak jemput gue nanti, kan sebel!" kata Kiara cemberut.
"Berarti Lo pulang bareng kita aja!" kata Ezra sambil meletakkan tangannya di pundak Kiara.
"Huft..." Kiara hanya menghela nafas panjang nya itu.
...****************...
terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1