
Kenzo buru-buru melajukan mobilnya ke rumah Devan. Setelah ia mendengar bahwa Kayra tidak sadarkan diri.
Sesampainya ia di sana, ia langsung masuk tanpa mencari tuan rumah terlebih dahulu.
"Dimana? Dimana dia?" Ucap Kenzo khawatir.
Devan yang baru saja dari luar melihat Kenzo.
"Kak! Kiara ada di kamar ku" Devan langsung pergi ke kamarnya dan diikuti Kenzo di belakang.
Kenzo melihat tubuh Kayra yang lemah terbaring di atas ranjang Devan.
"Katakan padaku, apa yang terjadi?" Tanya Kenzo marah.
Devan menunduk lesu. Ia harus mengatakan sebenarnya karena ini memang kesalahannya.
"Aku yang menyebabkan Kiara seperti itu. Aku mendorongnya ke kolam agar dia berenang juga" Kata Devan.
"Apa dia ada bilang sebelumnya kalau dia tidak bisa berenang?" Tanya Kenzo lagi.
"I--Iya ada... Aku pikir dia berboho--"
"Dia bilang tidak bisa berenang kenapa kamu paksa?"
"Maafkan aku..."
Kayra perlahan mulai sadarkan dirinya. Ia melihat di sampingnya sudah ada Kenzo dan juga Devan.
"Ka-- kak..."
"Iya Kiara, Katakan padaku apa ada yang sakit?"
"Aku mau pulang..."
"Baik, kalau gitu kita akan segera pulang..." Kenzo mengangkat tubuh Kayra sedangkan Devan membantu membawa barang Kayra yang ia bawa.
Kenzo meletakkan Kayra di kursi belakang.
"Ini kak, barang Kiara..."
Kenzo langsung mengambilnya.
"Dengar, setelah ini jangan kamu dekati Kiara lagi!" Kata Kenzo. Ia pun bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan nya.
...****************...
Keesokan paginya Kayra harus izin sekolah. Karena tubuhnya yang tiba-tiba panas.
"Kayra... Makan dulu ya, setelah itu minum obatnya" Kata Ayu.
"Iya kak.."
Sedangkan di sekolah Devan berencana menemui Kayra ketika istirahat. Devan pergi ke kelas Kayra.
"Ada anak kelas 12-1!"
"Ngapain dia ke sini?" Tanya siswa-siswa yang ada di kelas 12-3.
Ezra melihat Devan tengah mencari seseorang. Ia pun pergi keluar menghampiri Devan.
"Mau apa Lo ke sini?" Tanya Ezra.
"Gue ada urusan sama Kiara"
"Ohh, dia enggak ada! Sana kembali ke kelas Lo!"
"Kiara nya lagi sakit!" Teriak Bella dari dalam. Ezra langsung melihat ke arah Bella dengan sinis.
"Kenapa Lo kasih tau sih..?!" Bisik Ezra.
"Hah? Sakit? Ya udah kalau gitu gue kembali!" Devan pun pergi dari sana.
Sedangkan Ezra masih memperhatikannya dari kejauhan.
Siang harinya Devan mengendap-endap pergi ke rumah Kayra. Kalau ada yang mengira ia bolos, itu benar dia bolos sekarang.
Ia ingat dia pernah ke rumah Kayra namun itu sudah sangat lama sekali. Ia juga masih mengingat letak kamar Kayra.
Dan benar saja ia melihat dari jendela bayang Kayra yang baru saja masuk ke kamarnya.
__ADS_1
TOK... TOK.. TOK...
"Huh? Seperti ada yang mengetuk?" Gumam Kayra. Ia mendekati ke arah jendela dan membuka jendela itu.
"Hai Ki! Lo sakit ya?"
"Hah?! De-devan? Astaga untung gue enggak teriak... Lo ngapain di sini?" Tanya Kayra yang terkejut melihat Devan. Kayra kembali melihat jam di smartphonenya.
"Ini belum jam pulang, Lo bolos ya?" tebak Kayra.
"Sekali-kali lah bolos... Nih, maaf gue terlalu lama ngasih bukti ini ke Lo" Ucap Devan memberikan flashdisk itu.
Kayra memperhatikan benda kecil yang berisikan sebuah video dan foto.
"Apa Lo ngasih ini karena ada perasaan bersalah sama gue?" Ucap Kayra.
"Sudah di kasih juga, malah nanya yang aneh-aneh!"
"Mending Lo simpan aja bukti itu!"
"Hah? Ke-kenapa tiba-tiba? Lo enggak takut gue bakal sebarin ni videonya?" tanya Devan.
"Gue tau, Lo pasti enggak bakal ngelakuin itu kan... Kalau pun Lo mau sebarin ya terserah Lo aja deh... Karena yang penting gue harus cari dalang semua itu" ucap Kayra. Devan terdiam seketika.
"Udah ah, gue mau Istirahat! Mending Lo kembali ke kelas" Kayra pun bergegas ke kasurnya.
...*...
...*...
...*...
"Jadi jika nanti--"
TOK... TOK.. TOK...
"Eh? Siapa?" Tanya guru matematika, ibu Nisa.
"Devan bu, maaf terlambat masuk pelajaran ibu!" ucap Devan.
"Baiklah, segera masuk! Masih ada setengah jam lagi saya ngajar" Ucap ibu Nisa.
"Katanya Lo bolos? Kok balik lagi?" tanya Heksa
"Enggak apa-apa..." Devan pun beralih ke buku paket di hadapannya.
...****************...
Keesokan harinya Kayra bersekolah seperti biasanya. Ketiga temannya menyambut kedatangan Kayra.
"Yeiii! Akhirnya Lo sehat juga!" Ucap Irene.
"Tumben Lo sakit, Ki?" tanya Ezra.
"Ishh.. Teman baru sembuh juga di tanyain gitu!" Gerutu Bella.
"Kemarin cuman enggak enak badan aja" kata Kayra.
"Nah kan, pasti gara-gara tu anak suka nyuruh-nyuruh Lo kan?" Kata Ezra kesal.
"Bu-Bukan kok, mungkin karena... Eum... Cuacanya aja kali"
"Memangnya cuacanya kenapa Ki?"
Ketika itu ibu Friska yang mengajar bahasa Inggris masuk ke kelas mereka.
"Ah.. Ada ibu! Cepat duduk!" Kayra mengalihkan topik tersebut.
KRINGGG...
Bel istirahat berbunyi. Mereka berempat berencana pergi ke kantin bersama.
"Gue mau beli roti bakar ah..." Ucap Ezra.
"Eum.. gue juga ah..." balas Bella.
"Idih... ikut-ikutan!"
"Biarin!"
__ADS_1
Di perjalanan menuju kantin, mereka berempat berpapasan dengan Devan serta kedua temannya.
Kayra melihat ke arah Devan, namun dia justru mengalihkan pandangannya.
Kenapa dia? Padahal kemarin masih baik-baik aja... Batin Kayra.
"Tumben enggak tegur sapa, Ki?" Tanya Irene.
"Ah.. itu, mungkin tadi dia enggak lihat..."
Tepat jam 11 tiba-tiba ada pengumuman dari pihak sekolah bahwa mereka akan pulang cepat di karenakan guru-guru akan rapat. Tentu saja semua siswa dan siswi bersorak gembira.
"Yuhuu! Akhirnya setelah sekian lama kita pulang cepat hari ini..." Ucap Bella senang.
Gue mau mampir ke tempat Kiara ahh.. Batin Kayra.
"Nongki dulu yuk!" Ajak Ezra.
"Boleh!"
"Eum sepertinya gue mau langsung pulang aja nih" Ucap Kayra.
"Ah iya ya, Lo kan habis sembuh."
"Enggak apa-apa Ki! Lo istirahat aja!"
Akhirnya Kayra bisa pergi ke rumah Kiara. Sebelum ke rumah Kiara, Kayra memutuskan untuk membeli cemilan untuk di bawa ke rumah Kiara.
Setelah pergi ke minimarket terdekat ia pun bergegas ke rumah Kiara.
TOK... TOK... TOK...
"Kiara! Ini gue!"
Kiara yang sedang asyik menonton televisi itu langsung bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Kayra...? Wah... Ayo masuk!" Kayra pun masuk dan meletakkan cemilan itu di atas sofa.
"Tumben pulang cepat, gurunya pada rapat ya?" Tebak Kiara.
"Iya nih, Huft... Capek juga..."
"Mau gue ambilkan minum enggak?"
"Ah enggak usah Ki! Ini gue beli minuman dingin di minimarket.." Kayra dan Kiara bersama-sama memakan cemilan dan menonton televisi di selingi dengan membicarakan aktivitas Kayra selama di sekolah.
Hari menjelang sore, saatnya Kayra pulang ke rumah.
"Makasih ya udah mampir..." Ucap Kiara.
"Iya Ki! Oh iya gimana kandungan mu? Baik-baik aja kan?"
"Baik aja kok Kay!"
Kayaknya gue enggak usah cerita deh masalah gue ketemu sama Dion kemarin... Batin Kiara.
Apa gue kasih tau ya tentang Devan itu? Tapi gue khawatir Kiara malah tambah khawatir... Batin Kayra.
Mereka sibuk dalam pikiran masing-masing.
"Kalau gitu gue pulang ya, kapan-kapan gue main lagi!"
"Oke! Hati-hati..." Kiara mengantarkan Kayra sampai halaman rumah.
"Masuk sana Ki!" Ucap Kayra mempersilahkan Kiara untuk masuk terlebih dahulu.
"Enggak apa-apa, sana pulang!"
Kayra terkekeh kecil. Ia pun berbalik arah menuju rumah. Namun siapa di sangka, langkah Kayra terhenti seketika. Ia terkejut melihat orang yang ada di hadapannya.
"Hai Kiara! Kamu baru pulang?" Mata orang itu tertuju pada Kiara yang masih di belakang Kayra.
"Eh.. Itu... Hah?! Du-Dua Kiara, aku enggak salah lihat?"
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1