Pergi Dan Kembali

Pergi Dan Kembali
Eps. 34 Irene Menjauh


__ADS_3

Kayra sudah sampai di depan rumahnya. Ia melihat sebuah mobil terparkir di luar.


"Mobil siapa ini?" Gumam Kayra.


Kayra melihat seorang lelaki tua tengah menunggu seseorang di dalam mobil.


"Pak? Lagi nunggu siapa?" Tanya Kayra.


"Eh, nona Kiara! Tadi ada nona Irene. Sekarang dia ada di dalam" Ucap pak sopir.


"Apa?!" Kayra terkejut dan bergegas berlari ke dalam.


Dari kejauhan ia mendengar suara nada dering miliknya yang tak jauh darinya.


"Hosh... Hosh...!" nafas Kayra mulai tidak beraturan. Apalagi melihat Kiara yang diam mematung melihat Irene di hadapannya.


"I-Irene?" Ucap Kayra. Irene melihat ke arah Kayra yang ada di belakangnya.


...****************...


Saat ini mereka bertiga berada di kamar Kayra. Kiara berusaha untuk mengatakannya pada Irene namun entah mengapa sangat berat sekali.


"Gimana ini, Kay?" Bisik Kiara.


"Ngomong aja kayak Winda kemarin!" Balas Kayra.


"Itu beda lagi, aduhh...!"


Irene melihat tingkah mereka berdua.


"Kalau enggak ada yang mau di omongin, gue bali--"


"Eh... Bentar... Bentar... Oke gue jelasin... Mulai dari kembaran gue!" Ucap Kiara memberanikan diri untuk mengatakan.


"Selama 17 tahun gue juga baru tau kalau gue punya kembaran. Waktu kami lahir, Kayra di ambil sama orang enggak di kenal di rumah sakit..." jelas Kiara.


"Dan ini, seperti yang Lo liat, gue lagi mengandung sekarang..." Kiara menundukkan wajahnya. Ia sedikit malu pada Irene.


"Dion?" Tanya Irene pada Kiara.


Kiara hanya bisa mengangguk lemah.


"Sekarang gue paham! Gue mau balik!" Irene beranjak dari duduknya dan hendak pergi keluar dari kamar Kayra.


"Irene, gue minta maaf..."


"Untuk apa Lo minta maaf?" Ucap Irene dingin. Ia pun berlalu pergi.


"Tung-- Ah..."


Kayra hanya bisa terdiam melihat Irene yang sudah pergi dan juga Kiara yang mulai merasa gelisah.


"Maafin gue, Ki!"


...****************...


Irene buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Terlihat Fira, ibu dari Irene melihat anak perempuannya berlari ke lantai atas.


"Sayang! Kamu enggak mau makan dulu?" Tanya Fira.


"Enggak ma, masih kenyang. Aku mau istirahat dulu!" Ucap Irene.


Di kamar Irene langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya.


"Hiks... Hiks..." Suara tangisan itu hanya terdengar oleh dirinya saja.


TING... TONG.... TING... TONG....


"Eh tuan Ezra! Silahkan masuk!" Ucap salah satu pembantu di rumah Irene.


"Iya Bi!" Ezra masuk ke dalam rumah dan melihat Fira tengah asyik menonton televisi.

__ADS_1


"Malam tante!" Sapa Ezra. Ia memang cukup dekat dengan saudari dari ibunya.


"Loh, Ezra? Baru aja kamu datang?" Tanya Fira.


"Iya Tan, baru aja! Mau ajak Irene main..."


"Aduh... Padahal mau ulangan loh masih aja mainan..." ucap Fira sambil geleng-geleng kepala.


"Hehe... Refresh otak dulu, tan! Biar pas belajar jadi masuk itu materinya..."


"Iya deh... Irene lagi di kamar, Ohiya nanti ajakin dia turun ke bawah ya! Dia belum ada makan habis pulang sekolah..."


"Oke!"


Ezra bergegas menaiki anak tangga. Ia pun mengetuk pintu kamar Irene. Namun tidak ada jawaban dari dalam.


"Ren! Ini gue, katanya mau main bareng..."


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekati pintu.


CEKELK...


"Ayok ma-- Eh.. Lo belum ada ganti pakaian? Lo kenapa? Sakit?" tanya Ezra.


Ezra berusaha melihat wajah Irene yang tertutupi rambutnya.


"Ya ampun, mata Lo kenapa sembap begitu? Lo habis nangis?"


"Biasa... Habis nonton Drakor... Hari ini cancel aja deh main nya, gue mau istirahat..." ucap Irene. Ia pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


"Tadi Tante bilang Lo belum ada makan ya? Sana gih makan dulu!"


"Males..."


"Ishh... Mana ada orang habis nonton Drakor baper nya kayak gini... Mending Lo cerita deh Lo kenapa sih?" ucap Ezra.


Irene hanya bisa terdiam sambil menatap wajah Ezra.


...****************...


"Pagi, Ren!" Sapa Kayra.


Irene melihat Kayra sekilas dengan tatapan malas. Ia pun beranjak dari duduknya dan pergi dari kelas.


Ezra dan Bella terheran-heran melihat tingkah Irene dan Kayra.


"Ki! Lo sama Irene kenapa lagi?" tanya Ezra.


"Ah.. Enggak ada kok.." Ucap Kayra. Ia pun langsung duduk di bangkunya.


"Masa sih..." Ezra melirik Bella yang juga menggelengkan kepalanya menandakan ia juga tidak tau.


Setelah kejadian Irene mengetahui Kayra dan juga Kiara, ia selalu menghindari dari Kayra di sekolah tanpa tau apa penyebabnya.


Jam istirahat pun tiba. Ezra, Bella, dan Kayra memutuskan untuk pergi ke kantin. Irene tidak ikut dengan alasan ia sedang bad mood.


Di kantin Kayra melihat roti dengan selai stroberi kesukaan Irene. Ia pun membelikan satu untuk Irene.


"Akhirnya kesampaian juga gue makan bakso..." ucap Bella yang sedang menunggu pesanannya.


"Iya nih! Kia, Lo juga makan bakso kan?" Tanya Ezra.


"Iya, Zra. Tapi gue ke kelas dulu ya"


"Oke!"


Kayra bergegas kembali ke kelas untuk memberikan roti itu pada Irene.


"Irene! Ini gue belikan roti kesukaan Lo!" Ucap Kayra sambil memberikan roti tersebut.


Irene melihat ke arah roti tersebut dan bergantian ke arah Kayra.

__ADS_1


"Enggak usah sok akrab Lo sama gue!" Irene berdiri dan hendak pergi dari sana.


"Tunggu, Ren!" Kayra menahan tangan Irene.


"Apaan sih! Jangan sentuh gue!" pekik Irene. Siswa dan siswi yang masih berada di kelas langsung melihat ke arah mereka berdua.


Irene pun pergi meninggalkan Kayra.


"Huft..."


...****************...


"Gimana ya, Ki? Irene jauhin gue..." keluh Kayra. Sepulang sekolah Kayra langsung pergi ke rumah Kiara.


"Diam-in aja dulu... Nanti gue usahain ngomong ke dia baik-baik deh" ucap Kiara.


"Gue takut teman-teman yang lain pada ikut curiga"


"Enggak bakal, yang penting Lo baik-baik aja di sekolah, ya?"


Kayra membalasnya dengan anggukan.


Dan begitulah seterusnya, Irene tak lagi dekat dengan Kayra. Tentu saja itu menjadi pertanyaan bagi Ezra dan Bella. Namun mereka juga diam saja berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Hari ini adalah hari pertama Kayra ujian tengah semester. Ia memutuskan untuk berangkat pagi-pagi sekali agar ada waktu belajar sebelum ujian di mulai.


"Enggak kepagian banget ini, Kayra?" tanya Ayu.


"Enggak kak, jam segini cukup banyak kok orang-orang di sana" ucap Kayra.


"Ya udah, sarapan ini dulu ya. Kamu sih enggak bilang kalau mau berangkat pagi banget"


"Hehe maaf kak! Aku lupa... Makan roti pakai selai juga enak kok" ucap Kayra sambil melahap roti yang telah di balut selai.


"Jangan lupa cari sarapan lagi di sekolah ya... Jangan sampai sakit loh.."


"Iya kak! Aman... Kalau gitu aku berangkat dulu ya kak!"


"Iya hati-hati!"


Kayra pun berjalan kaki menuju sekolah. Jalanan masih terbilang sepi hanya beberapa mobil dan motor yang berlalu-lalang.


Sesampainya di sekolah, siswa dan siswi juga mulai berdatangan satu persatu. Terlihat Winda yang juga baru sampai setelah Kayra.


"Kiara!" Ucap Winda. Ia mulai mengondisikan dalam memanggil Kayra apalagi dalam lingkup sekolah.


"Pagi Winda! Wah... Lo berangkat pagi juga ya?" Ucap Kayra.


"Iya nih, tapi hampir tiap hari kok aku berangkat pagi"


"Yang bener? Berarti gue yang agak kesiangan ya? Hehe..."


"Enggak apa-apa dong, yang penting jangan terlambat."


Mereka berdua pun berbarengan masuk ke sekolah yang berlantai tiga. Dan kelas mereka berdua ada di lantai paling atas.


Winda berhenti di Mading (Majalah dinding) lantai bawah. Di sana Winda menempelkan sesuatu di dalamnya.


"Ngapain, Win?"


"Ah... Ini biasanya kalau jarang ada yang ngisi Mading, aku yang memasukkan nya dulu agar terlihat ramai.. Memang sih hanya kata-kata biasa...." Ucap Winda sambil menggaruk kepalanya.


"Jangan lupa berdoa sebelum melakukan aktivitas! Semangat ujiannya!" Kayra membaca tulisan Winda.


"Wah.. Bagus juga nih, kapan-kapan gue mau juga ah nulis di sini" Kayra melihat lagi tulisan milik orang lain. Namun seketika pandangannya terhenti di sebuah foto yang tidak asing baginya.


"Ini... Bukannya..." Kayra mendekatkan sedikit matanya ke foto itu.


"Astaga? Kenapa foto ini ada di sini?" Pekik Kayra.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini bercerita 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2